Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

Purbaya Sebut Porsi Manufaktur Menyusut Bukan Berarti Lesu

Linda Moore - beritaterbaik.com 3 mins read 3 views

Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan komprehensif mengenai dinamika sektor manufaktur Indonesia saat ini. Dalam

Manufaktur Tetap Tumbuh Meski Pangsa Ekonomi Berkurang

Beritaterbaik.com – Jakarta — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan penjelasan komprehensif mengenai dinamika sektor manufaktur Indonesia saat ini. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa penurunan kontribusi industri pengolahan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional tidak serta-merta mencerminkan sektor manufaktur dalam kondisi melemah. Fenomena ini lebih disebabkan oleh pertumbuhan sektor lain yang melampaui laju perkembangan industri pengolahan, yang tetap mencatatkan angka positif dalam perkembangannya.

Menurut Menkeu, meskipun kontribusi manufaktur masih signifikan dalam struktur ekonomi Indonesia, penurunan pangsa dalam ekonomi nasional kemungkinan besar terjadi karena pertumbuhan sektor-sektor lain yang lebih cepat. Ia menekankan bahwa hal ini bukanlah indikasi buruk bagi industri manufaktur, melainkan cerminan dari diversifikasi ekonomi yang sehat.

«Kontribusi manufacturing memang besar, tetapi share yang menurun kemungkinan karena dia tumbuhnya lumayan bagus, namun ada sektor lain yang tumbuh lebih cepat sehingga share dalam ekonomi menurun. Jadi bukan berarti manufakturnya jelek.»

Purbaya mengakui bahwa ia belum menelaah secara mendalam faktor-faktor spesifik yang menyebabkan penurunan kontribusi relatif manufaktur. Namun, pemerintah berencana memanfaatkan berbagai instrumen kebijakan yang tersedia pada semester kedua tahun 2026 guna meningkatkan daya saing industri dalam negeri. Langkah-langkah ini mencakup insentif fiskal, kemudahan perizinan, dan dukungan infrastruktur yang lebih terarah.

«Yang jelas kita sedang mencari semua instrumen yang ada dan akan kita jalankan pada semester II ini untuk memastikan sektor manufaktur bisa tumbuh lebih baik.»

Data BPS Mengonfirmasi Zona Ekspansi

Pernyataan Menkeu tersebut didukung oleh data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menunjukkan aktivitas manufaktur masih berada dalam fase ekspansi. Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Manufaktur (IKBM) Indonesia pada kuartal kedua tahun 2026 mencapai level 52,31, naik dari angka 51,37 yang dicatat pada kuartal pertama tahun yang sama. Kenaikan ini menunjukkan sentimen positif di kalangan pelaku industri.

M. Edy Mahmud, Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, menjelaskan bahwa capaian ini mencerminkan perkembangan positif bagi industri pengolahan skala besar dan menengah. Ia menambahkan bahwa IKBM sebesar 52,31 pada triwulan kedua menunjukkan sektor manufaktur berada pada fase ekspansi yang menguat dibandingkan periode sebelumnya. Indikator ini menjadi tolok ukur penting bagi investor dan pelaku usaha.

«Pada triwulan II/2026, IKBM tercatat sebesar 52,31 yang menunjukkan bahwa sektor industri manufaktur berada pada fase ekspansi atau zona ekspansi dan menguat dibandingkan dengan triwulan sebelumnya.»

Harapan Pemulihan Permintaan Global

Meskipun indikator aktivitas manufaktur menunjukkan tren ekspansi, kontribusi sektor industri pengolahan terhadap pertumbuhan ekonomi pada kuartal II/2026 tercatat sebesar 0,90 poin persentase. Angka ini lebih rendah dibandingkan 1,03 poin persentase pada kuartal I/2026 serta 1,13 poin persentase pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini sejalan dengan pernyataan Menkeu bahwa pangsa manufaktur memang menyusut.

Purbaya menilai kondisi ini lebih mencerminkan perubahan komposisi pertumbuhan antar-sektor daripada pelemahan fundamental industri manufaktur. Ia juga menaruh harapan pada pemulihan permintaan global dalam beberapa bulan mendatang sebagai katalis untuk meningkatkan produksi dan ekspor industri manufaktur nasional. Ketegangan perdagangan internasional yang mulai mereda menjadi sinyal positif bagi prospek ekspor.

«Global demand mungkin akan recover dalam bulan-bulan ke depan karena ketegangan di sana sudah mulai mereda.»

Pemerintah optimis bahwa kombinasi antara kebijakan domestik yang tepat dan pemulihan permintaan global akan mendukung pertumbuhan manufaktur Indonesia ke depan. Langkah strategis ini diharapkan dapat menjaga momentum positif sektor manufaktur dalam jangka panjang.

Frequently Asked Questions

Apa yang dimaksud dengan penurunan porsi manufaktur?

Penurunan porsi manufaktur merujuk pada berkurangnya kontribusi relatif industri pengolahan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Hal ini terjadi ketika sektor lain tumbuh lebih cepat dibandingkan manufaktur, bukan karena manufaktur melemah.

Berapa nilai IKBM manufaktur pada kuartal II 2026?

Indeks Kondisi dan Prospek Bisnis Manufaktur (IKBM) pada kuartal II 2026 mencapai level 52,31, menunjukkan sektor manufaktur berada dalam zona ekspansi.

Kapan pemerintah akan menerapkan instrumen kebijakan untuk manufaktur?

Pemerintah berencana menjalankan berbagai instrumen kebijakan pada semester II tahun 2026 untuk memastikan sektor manufaktur bisa tumbuh lebih baik.

Apakah penurunan kontribusi manufaktur menandakan sektor lesu?

Tidak. Menurut Purbaya, penurunan kontribusi manufaktur bukan berarti sektor manufaktur lesu, melainkan cerminan dari pertumbuhan sektor lain yang lebih cepat.

Gabung diskusi