Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

Bahlil Siapkan Kontrak Jangka Panjang Beli Minyak Mentah Rusia

Mary Hernandez - beritaterbaik.com 3 mins read 3 views

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sedang mempersiapkan strategi pembelian minyak mentah dari Rusia melalui kontrak jangka

Bahlil Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Impor Minyak Mentah Rusia

Beritaterbaik.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sedang mempersiapkan strategi pembelian minyak mentah dari Rusia melalui kontrak jangka panjang. Langkah strategis ini menandai kelanjutan dari program impor tahap awal yang telah berhasil dijalankan oleh pemerintah Indonesia. Berbeda dengan mekanisme sebelumnya, pengadaan minyak kali ini dilakukan secara langsung oleh negara, bukan melalui perusahaan milik negara seperti Pertamina.

Strategi Pengadaan Minyak oleh Negara

Berdasarkan pernyataan resmi yang disampaikan setelah upacara pelantikan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta pada Rabu (5/8/2026), Bahlil menjelaskan bahwa tahap pertama pembelian minyak mentah Rusia telah selesai. Saat ini, pemerintah sedang dalam proses pelaksanaan tahap kedua dan menyiapkan kerangka kontrak jangka panjang. “Tahap pertama sudah. Tahap dua lagi berjalan. Nanti kita bikin kontrak jangka panjang kok,” jelas Bahlil dengan tegas.

Proses pengadaan ini dipimpin oleh Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) yang berada di bawah koordinasi Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) Kementerian ESDM. Bahlil menekankan bahwa kejelasan peran negara sangat penting dalam memastikan kedaulatan energi nasional.

“Ingat ya, yang melakukan pengadaan itu bukan Pertamina ya, negara. Jadi, negara enggak boleh diintervensi oleh negara lain, ya. Ini negara. Jadi, jangan dipleset-plesetin, yang melakukan impor adalah negara,” tegasnya.

Volume Impor dan Cadangan Energi Nasional

Pemerintah Indonesia telah berhasil mendatangkan 770 ribu barel minyak mentah dari Rusia dalam tahap pertama. Bahlil menyatakan bahwa asal negara sumber impor tidak menjadi masalah selama tidak melanggar ketentuan internasional yang berlaku. Tahap pertama impor tersebut sudah sampai di tanah air dan prosesnya dilakukan melalui Lemigas sebagai perwakilan pemerintah.

“Sudah kita lakukan. Tahap pertama diperintahkan lewat Lemigas, karena kedaulatan bangsa tidak boleh diintervensi oleh negara lain,” ungkap Bahlil usai menghadiri Global Hydrogen Ecosystem Summit & Exhibition (GHES) 2026 di JICC Senayan, Jakarta, pada Selasa (21/7/2026).

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (Wakil Menteri ESDM), Yuliot Tanjung, menambahkan bahwa minyak impor dari Rusia akan berfungsi sebagai cadangan penyangga energi nasional. Pemerintah berencana mendatangkan total 150 juta barel minyak dari Rusia. Kesepakatan besar ini tercapai setelah Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin. “Belum (diolah). Jadi penyangga, cadangan penyangga energi nasional,” kata Yuliot di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Jumat (17/7/2026).

Ketahanan Energi dan Kedaulatan Nasional

Setelah minyak mentah masuk ke wilayah Indonesia, pemerintah akan menentukan penyalurannya. Tujuan utamanya adalah memastikan ketahanan energi nasional dan kepentingan rakyat. Bahlil menambahkan bahwa Indonesia menganut asas bebas aktif dalam hubungan internasional.

“Setelah negara ambil, baru negara mau siapkan untuk ke mana untuk kepentingan rakyat, bangsa, dan negara, itu urusan negara lah, dan negara kita ini kan menganut asas bebas aktif,” katanya.

“Kita tidak mendikte negara lain, tapi negara lain juga tidak boleh mendikte kita, ya. Independensi negara kita harus kita jaga sebagai bagian daripada pengabdian kita kepada Ibu Pertiwi,” imbuh Bahlil.

Ketika ditanya mengenai harga pembelian minyak mentah dari Rusia, Bahlil belum ingin mengungkap angka pastinya. “Sudah, jangan tanya harga lah. Yang jelas lebih baik,” ujarnya singkat. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam pasar energi global. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kebijakan energi nasional, pembaca dapat mengunjungi [artikel terkait tentang strategi energi Indonesia](https://www.liputan6.com/bisnis/read/8262742/bahlil-siapkan-kontrak-jangka-panjang-beli-minyak-mentah-rusia).

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kontrak Minyak Mentah Rusia

1. Berapa total volume minyak mentah yang akan diimpor dari Rusia? Pemerintah Indonesia berencana mendatangkan total 150 juta barel minyak mentah dari Rusia melalui kontrak jangka panjang.

2. Siapa yang bertanggung jawab atas proses pengadaan minyak mentah? Lembaga Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) memimpin proses pengadaan di bawah koordinasi Ditjen Migas Kementerian ESDM, bukan Pertamina.

3. Kapan tahap pertama impor minyak mentah Rusia selesai? Tahap pertama impor telah selesai dengan pengiriman 770 ribu barel minyak mentah yang sudah tiba di Indonesia.

4. Apakah harga minyak mentah dari Rusia lebih murah? Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa harga minyak mentah dari Rusia lebih baik, namun angka pastinya belum diungkapkan secara resmi.

5. Apa tujuan utama pengadaan minyak mentah dari Rusia? Tujuan utamanya adalah menjaga ketersediaan pasokan dan cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri serta memperkuat ketahanan energi nasional.

Gabung diskusi