Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

Bukan KAI Lagi, Purbaya Ambil Alih 60% Saham Kereta Cepat

Mark Williams - beritaterbaik.com 3 mins read 2 views

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa pengelolaan aset proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau PT Kereta Cepat Indonesia

Purbaya Yudhi Sadewa Mengambil Alih 60 Persen Saham Kereta Cepat dari Danantara

Beritaterbaik.com – Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa pengelolaan aset proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (KCJB) atau PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) akan berpindah dari Danantara ke Kementerian Keuangan. Langkah ini ditargetkan selesai paling lambat pada pertengahan September tahun 2026.

Proses Pengalihan yang Dipercepat

Purbaya menyampaikan hal tersebut setelah pertemuan dengan Dony Oskaria, yang menjabat sebagai Kepala Badan Pelaksana BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara. Pertemuan berlangsung di Kantor Kementerian Keuangan pada hari Rabu, 5 Agustus 2026.

Pembahasan yang pertama adalah kereta cepat Jakarta-Bandung. Ini kan diserahkan dari Danantara ke Kementerian Keuangan. Prosesnya akan kita percepat, paling lambat pertengahan September sudah clear.

Manajemen Melalui SMV Fiskal

Meskipun aset KCIC berada di bawah naungan Kementerian Keuangan, operasional dan pendanaannya akan dikelola melalui salah satu special mission vehicle (SMV) fiskal milik pemerintah. Dengan pendekatan ini, beban tidak langsung jatuh pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dialihkan ke Kementerian Keuangan. Nanti akan kita pakai salah satu tangan BUMN atau SMV fiskal kita untuk mengelola itu. Kita punya SMI dan lembaga lainnya. Jadi tidak langsung menjadi tanggung jawab APBN.

Menteri Keuangan menegaskan bahwa skema ini dirancang agar tidak membebani keuangan negara meskipun tetap dikelola oleh pemerintah.

Walaupun dikelola pemerintah, tidak akan membebani APBN.

Perubahan Struktur Kepemilikan Saham

Purbaya juga memastikan bahwa kepemilikan saham pemerintah di KCIC akan berpindah dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) ke Kementerian Keuangan. Ketika ditanya mengenai posisi kepemilikan, ia menjawab singkat, “Di saya.”

SMV yang ditunjuk akan memanfaatkan keuntungan yang dimiliki untuk mendukung pengelolaan KCIC, sehingga tidak diperlukan suntikan dana langsung dari APBN.

Terkait struktur kepemilikan, porsi saham konsorsium Indonesia sebesar 60 persen akan dialihkan kepada pemerintah, sementara mitra asal China tetap menjadi pemegang saham sesuai porsinya. Purbaya menambahkan bahwa pihak China masih ingin melanjutkan proyek ini, bahkan mungkin diperpanjang ke arah Jawa Timur.

Yang 60% diserahkan ke kita, sedangkan 40% masih ada pihak China. Kita juga tanyakan ke mereka dan sepertinya masih ingin melanjutkan proyek ini, bahkan mungkin diperpanjang ke arah Jawa Timur.

Nilai Transaksi Masih Dihitung

Harga pengalihan saham masih dalam proses perhitungan dan akan diumumkan saat proses penyerahan resmi. Dony Oskaria menjelaskan bahwa nilai transaksi tersebut masih dihitung.

Nanti pada saat penyerahan akan disampaikan harga detailnya karena masih dalam proses perhitungan.

Frequently Asked Questions

What is Bukan KAI Lagi Purbaya Ambil Alih 60?

Bukan KAI Lagi Purbaya Ambil Alih 60 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Bukan KAI Lagi Purbaya Ambil Alih 60 matter?

Bukan KAI Lagi Purbaya Ambil Alih 60 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Gabung diskusi