Nilai Tukar Yen Terpuruk, AS Dikabarkan Turun Tangan Borong Mata Uang Jepang
Nilai Tukar Yen Terpuruk AS Dikabarkan - Foto catatan Menteri Keuangan AS Scott Bessent selama pertemuan kabinet di Camp David memberikan petunjuk kuat

AS Borong Yen Saat Nilai Tukar Terpuruk
Beritaterbaik.com – Nilai Tukar Yen Terpuruk AS Dikabarkan – Foto catatan Menteri Keuangan AS Scott Bessent selama pertemuan kabinet di Camp David memberikan petunjuk kuat mengenai langkah besar yang akan diambil pemerintah Amerika Serikat. Tulisan tangan yang terbaca jelas menyatakan “Buy Japanese Yen (JPY) US$ 5-10 bil”, mengisyaratkan niat Washington untuk mengakumulasi mata uang Jepang dengan nilai mencapai sepuluh miliar dolar.
Menurut laporan yang dikutip CNBC pada Minggu (2/8/2026), Departemen Keuangan AS telah melaksanakan pembelian yen melalui Federal Reserve Bank of New York. Proses transaksi ini melibatkan Goldman Sachs dan Morgan Stanley sebagai perantara, meskipun besaran nominal yang ditransaksikan belum diresmikan secara publik. Langkah ini menjadi sorotan utama investor global yang memantau pergerakan mata uang Asia.
Jika verifikasi dilakukan, peristiwa ini menandai intervensi langsung pertama yang dilakukan Washington untuk menopang yen sejak tahun 2011. Jarak waktu yang terlewati mencapai lebih dari satu dekade, menjadikan momen ini signifikan bagi sejarah pasar keuangan global. Banyak analis yang menilai bahwa kondisi ekonomi saat ini memerlukan koordinasi lebih erat antara negara-negara maju.
Respons Pasar dan Pergerakan Kurs
Informasi mengenai potensi intervensi segera tercermin dalam dinamika perdagangan. Kurs dolar AS terhadap yen mengalami penurunan drastis pada sesi Jumat sore waktu setempat. Data LSEG mencatat pergerakan dari level 158,9 yen menjadi 157,6 yen dalam kurun waktu kurang dari satu jam. Penurunan ini menunjukkan bahwa pasar merespons positif terhadap sinyal dari Washington.
Perlu dicatat bahwa dalam beberapa minggu terakhir, dolar sempat menguat mendekati angka 164 yen, level tertinggi yang tercatat sejak 1986. Penurunan tajam ini menunjukkan respons cepat pelaku pasar terhadap sinyal dari Washington. Para trader juga mencatat peningkatan volume perdagangan yang signifikan selama periode tersebut.
Kantor berita Kyodo melaporkan bahwa pemerintah Jepang dan Amerika Serikat kemungkinan akan mengumumkan kebijakan bersama dalam waktu dekat. Langkah ini bertujuan menekan aksi spekulatif yang dinilai memberikan tekanan berlebihan terhadap mata uang Jepang, sekaligus menjaga stabilitas sistem keuangan. Koordinasi ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi pelaku pasar.
Koordinasi Internasional dan Instrumen Domestik
Langkah ini mengingatkan kembali pada kolaborasi negara-negara G7 pada tahun 2011. Saat itu, Amerika Serikat turut membantu menopang yen setelah Jepang menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami yang melanda. Pengalaman masa lalu menjadi referensi penting dalam merancang strategi intervensi saat ini.
Selain dukungan dari Amerika Serikat, otoritas moneter Jepang juga aktif melakukan intervensi. Data bank sentral Jepang mengungkap bahwa Tokyo telah menjual sekitar 58,97 miliar dolar untuk membeli yen pada hari Kamis. Surat kabar Nikkei menambahkan bahwa pemerintah Jepang kembali melakukan operasi pasar saat perdagangan di New York berlangsung pada Jumat.
Meskipun demikian, Kementerian Keuangan Jepang belum merilis pernyataan resmi terkait laporan tersebut. Di sisi lain, pemerintah Jepang berusaha menenangkan pasar dengan menegaskan kesiapan menggunakan berbagai instrumen yang tersedia.
“Kami tetap siap menggunakan berbagai instrumen yang tersedia bila diperlukan untuk mendukung fungsi pasar yang tertib.”
Salah satu alat yang dapat dimanfaatkan adalah Foreign and International Monetary Authorities Repo Facility (FIMA Repo Facility) milik Federal Reserve. Fasilitas yang diluncurkan pada tahun 2020 ini memungkinkan Jepang memperoleh likuiditas dolar AS tanpa harus menjual surat utang pemerintah Amerika Serikat secara langsung. Ini menjadi alternatif penting dalam menjaga stabilitas mata uang.
Para analis menilai kombinasi antara intervensi pasar dan koordinasi kebijakan antara Tokyo dan Washington berpotensi menjadi faktor penentu arah pergerakan yen dalam waktu mendatang. Namun, efektivitas langkah tersebut masih sangat bergantung pada kondisi ekonomi global, kebijakan suku bunga Federal Reserve, serta sentimen pelaku pasar terhadap aset berisiko.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Intervensi Yen
Apa yang dimaksud dengan intervensi mata uang? Intervensi mata uang adalah tindakan bank sentral atau pemerintah untuk mempengaruhi nilai tukar mata uangnya di pasar valuta asing. Dalam kasus ini, AS dan Jepang membeli yen untuk menopang nilainya.
Berapa besar nilai pembelian yen oleh AS? Berdasarkan catatan Scott Bessent, AS berencana membeli yen senilai 5 hingga 10 miliar dolar Amerika Serikat. Angka ini menunjukkan skala besar intervensi yang dilakukan.
Apakah ini pertama kalinya AS melakukan intervensi yen? Tidak. Intervensi serupa pernah dilakukan pada tahun 2011 saat Jepang menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami. Jarak waktu antara kedua peristiwa ini mencapai lebih dari satu dekade.
Bagaimana dampak intervensi terhadap pasar global? Intervensi ini memberikan sinyal positif bagi stabilitas pasar valuta asing. Investor cenderung merespons dengan meningkatkan kepercayaan terhadap mata uang Jepang dan mengurangi volatilitas kurs.
Apa instrumen lain yang bisa digunakan Jepang? Selain intervensi langsung, Jepang dapat memanfaatkan FIMA Repo Facility untuk memperoleh likuiditas dolar tanpa menjual surat utang AS secara langsung. Ini memberikan fleksibilitas dalam mengelola cadangan devisa.
