Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

TNI Klarifikasi Video Viral Dobrak Pintu Kantor Bupati Intan Jaya

James Gonzalez - beritaterbaik.com 3 mins read 3 views

Komando Operasi (Koops) TNI Habema resmi memberikan klarifikasi terkait video viral yang beredar di media sosial. Video tersebut menampilkan aksi personel TNI

TNI Klarifikasi Video Viral Dobrak Pintu Kantor Bupati Intan Jaya

TNI Klarifikasi Video Viral Dobrak Pintu Kantor Bupati Intan Jaya

Beritaterbaik.com – Komando Operasi (Koops) TNI Habema resmi memberikan klarifikasi terkait video viral yang beredar di media sosial. Video tersebut menampilkan aksi personel TNI yang diduga mendobrak pintu Kantor Bupati Intan Jaya, Papua. Melalui pernyataan resminya, Koops TNI Habema membantah keras narasi yang menyebut personelnya terlibat dalam pengambilan komputer secara tidak sah. Klarifikasi ini disampaikan setelah tim Koops melakukan penelusuran menyeluruh terhadap video yang viral tersebut. "Berdasarkan hasil klarifikasi yang telah dilakukan, kami menegaskan bahwa narasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta," tegas Kepala Penerangan Koops Letkol (Inf.) Wirya Arthadiguna, Sabtu (25/7/2026).

Asal Mula Video yang Viral di Media Sosial

Menurut penjelasan Wirya Arthadiguna, video yang ramai beredar di berbagai platform media sosial sebenarnya merupakan dokumentasi kegiatan pemeriksaan keamanan yang berlangsung di Kantor Bupati Intan Jaya pada tahun 2021. Kegiatan tersebut dilakukan oleh Satgas Yonif 501/BY dalam rangka memastikan kondisi keamanan bangunan perkantoran. Video tersebut sempat diunggah oleh sejumlah akun media sosial, termasuk akun Instagram @kata_rakyat yang menjadi salah satu sumber viralnya video ini. Wirya menjelaskan bahwa saat itu personel satgas melakukan pemeriksaan setelah menerima laporan resmi dari salah satu aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kabupaten Intan Jaya. Laporan tersebut menyoroti kondisi keamanan kantor bupati yang perlu segera ditindaklanjuti.

"Pada saat itu, beberapa pintu ruangan dibuka karena tidak dapat diakses. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi bangunan serta mengamankan fasilitas perkantoran, bukan untuk melakukan tindakan melawan hukum sebagaimana narasi yang saat ini berkembang," jelas Wirya.

Dalam video yang beredar luas tersebut, terlihat jelas sejumlah personel TNI melakukan aksi mendobrak pintu ruangan di kantor bupati. Namun, Wirya menegaskan bahwa tindakan tersebut bukan untuk mengambil komputer seperti narasi yang berkembang di masyarakat. Tindakan mendobrak pintu dilakukan karena beberapa ruangan tidak dapat diakses secara normal. Langkah ini merupakan prosedur standar untuk memastikan semua fasilitas perkantoran dalam kondisi aman dan terawat.

Wirya juga menambahkan bahwa persoalan terkait peristiwa tahun 2021 tersebut telah diselesaikan secara tuntas melalui musyawarah. Musyawarah ini dihadiri oleh pejabat berwenang saat itu, yakni Danrem 173/PVB Brigjen TNI Taufan Gestoro dan Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni. Penyelesaian masalah juga mencakup penanganan terhadap fasilitas perkantoran yang mengalami kerusakan selama proses pemeriksaan. Kedua pihak sepakat bahwa tindakan personel TNI merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab mereka.

Sementara itu, Wirya menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten Intan Jaya baru-baru ini melaporkan adanya dugaan pembobolan dan pencurian di beberapa ruangan Kantor Bupati Intan Jaya. Laporan ini disampaikan pada Jumat (24/7/2026) dan merupakan peristiwa yang berbeda dari video viral tahun 2021. Kejadian terbaru ini saat ini masih dalam tahap penyelidikan oleh Polres Intan Jaya. Wirya menekankan pentingnya membedakan antara kedua peristiwa tersebut agar tidak terjadi kesalahpahaman di masyarakat.

"Dengan demikian, mengaitkan video dokumentasi tahun 2021 dengan dugaan tindak pidana pada tahun 2026 merupakan informasi yang tidak sesuai dengan hasil verifikasi yang telah kami lakukan," ujar Wirya, dikutip dari Antara.

Dia pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya. Di era digital saat ini, informasi palsu dapat menyebar dengan cepat melalui berbagai platform media sosial. Masyarakat diharapkan lebih kritis dalam menyikapi berita yang beredar dan selalu merujuk pada sumber yang terpercaya. Klarifikasi dari TNI Habema ini diharapkan dapat meluruskan persepsi masyarakat terhadap video viral yang selama ini menjadi perbincangan hangat.

Gabung diskusi