Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Uni Eropa dan Indonesia Perkuat Konservasi Laut Berkelanjutan

Joseph Thomas - beritaterbaik.com 3 mins read 8 views

Sebuah delegasi Eropa yang terdiri dari para duta besar dan pejabat tinggi dari 13 negara anggota Uni Eropa beserta Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia

Uni Eropa dan Indonesia Perkuat Konservasi Laut Berkelanjutan

Delegasi Uni Eropa Tinjau Program Konservasi Laut di Minahasa Utara

Beritaterbaik.com – Sebuah delegasi Eropa yang terdiri dari para duta besar dan pejabat tinggi dari 13 negara anggota Uni Eropa beserta Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia baru-baru ini melakukan kunjungan ke Minahasa Utara. Kunjungan tersebut bertujuan meninjau pelaksanaan program Marine Biodiversity and Support of Coastal Fisheries in the Coral Triangle. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), dengan pendanaan dari Uni Eropa melalui Bank Pembangunan Jerman (KfW), serta pelaksanaan bersama Wildlife Conservation Society (WCS) Indonesia.

Berdasarkan siaran pers yang dikeluarkan oleh EU-Indonesia Cooperation Facility (EUICF), langkah ini mencerminkan komitmen Uni Eropa dan negara-negara anggotanya untuk berkontribusi pada pelestarian keanekaragaman hayati serta pengembangan ekonomi biru yang berkelanjutan di Indonesia. Melalui program yang telah menjangkau ribuan warga di Sulawesi Utara dan Maluku Utara, kedua belah pihak terus memperkuat kerja sama konservasi laut dan pembangunan ekonomi pesisir.

Indonesia sebagai Rumah Ekosistem Laut Terkaya

Dalam kunjungannya, delegasi meninjau berbagai kawasan konservasi laut dan bertemu dengan kelompok masyarakat dari enam desa, yaitu Gangga Dua, Bahoi, Lihunu, Tarabitan, Bulutui, dan Galo-Galo. Pertemuan ini bertujuan melihat langsung hasil kolaborasi antara pemerintah, mitra internasional, dan masyarakat lokal dalam menjaga ekosistem laut.

“Indonesia memiliki peran penting bagi dunia karena menjadi rumah bagi salah satu ekosistem laut terkaya yang dimiliki bumi ini,” ujar Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi, melansir Antara.

Dengan strategi Global Gateway, Uni Eropa turut mendukung upaya pemulihan terumbu karang, penguatan sektor perikanan, dan penciptaan peluang ekonomi bagi masyarakat pesisir, termasuk di Minahasa Utara. Denis menekankan bahwa kolaborasi ini menunjukkan bahwa menjaga kelestarian alam dapat berjalan beriringan dengan penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan yang berkelanjutan.

Capaian Program Sejak 2019

Sejak tahun 2019, program yang didukung Uni Eropa dan Kementerian Lingkungan Hidup, Aksi Iklim, Konservasi Alam, dan Keselamatan Nuklir Jerman telah memperkuat pengelolaan kawasan konservasi perairan dan perikanan berkelanjutan di Sulawesi Utara, Maluku Utara, Aceh, dan Nusa Tenggara Barat. Program tersebut mendukung pengelolaan 21 kawasan konservasi perairan seluas lebih dari 1,63 juta hektare, termasuk perlindungan terumbu karang, mangrove, dan padang lamun sebagai habitat penting bagi keanekaragaman hayati laut.

Mewakili Dirjen KSDAE, Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE Nandang Prihadi mengapresiasi dukungan seluruh mitra dalam pelaksanaan program tersebut. “Kami mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Uni Eropa, KfW German Development Bank, WCS, serta seluruh mitra yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan ini,” kata Nandang.

“Kami berharap kunjungan lapangan ini menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama internasional sekaligus memperlihatkan praktik-praktik terbaik pengelolaan kawasan konservasi dan pemberdayaan masyarakat di Sulawesi Utara,” sambung dia.

Nandang menjelaskan bahwa dalam hal pelestarian terumbu karang dan ekosistem laut, program ini telah mendukung pembentukan dan penguatan pengelolaan 21 kawasan konservasi perairan seluas 1.631.572 hektare di empat wilayah tersebut. Angka tersebut mencakup 16.613 hektare terumbu karang, 14.318 hektare mangrove, dan 10.582 hektare padang lamun.

Selain mendukung konservasi, program itu juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perikanan berkelanjutan, usaha berbasis konservasi, serta pengembangan ekowisata di sejumlah desa pesisir. Nandang mencontohkan di Desa Gangga Dua, penutupan musiman perikanan bagan yang disepakati nelayan meningkatkan pendapatan dari sekitar Rp20 juta menjadi Rp 48 juta setiap musim.

Program tersebut juga telah menjangkau 5.752 penerima manfaat langsung dan sekitar 24.542 penerima manfaat tidak langsung melalui peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan kelembagaan, dan pengembangan mata pencaharian berkelanjutan. Delegasi Uni Eropa dan para pihak terkait menegaskan bahwa kunjungan ini menjadi momentum untuk memperluas dukungan publik, filantropi, dan sektor swasta bagi pengelolaan perikanan berkelanjutan, ekonomi biru atau blue economy, dan pariwisata berbasis alam. Dukungan ini diharapkan dapat memastikan keanekaragaman hayati laut tetap menjadi pusat agenda ekonomi biru Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.

Gabung diskusi