Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Main Agenda: Curhat Warga Depok Diteror Tetangga: Dilempar Telur hingga Diancam Santet

Barbara Miller 3 mins read 6 views

Main Agenda: Konflik Tetangga Depok Memanas, Dilempar Telur hingga Diancam Santet Main Agenda - Konflik antar warga di Kabupaten Depok, Jawa Barat, kembali

Main Agenda: Curhat Warga Depok Diteror Tetangga: Dilempar Telur hingga Diancam Santet

Main Agenda: Konflik Tetangga Depok Memanas, Dilempar Telur hingga Diancam Santet

Main Agenda – Konflik antar warga di Kabupaten Depok, Jawa Barat, kembali menjadi perhatian publik setelah dua keluarga tetangga terlibat aksi pengrusakan yang memicu kecemasan. Menurut laporan dari Polres Metro Depok, perselisihan antara kedua belah pihak diduga sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu, dengan intensitas meningkat hingga memicu tindakan tidak terduga. Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Hendra, mengungkapkan bahwa petugas tengah menyelidiki kejadian ini dan sudah menerima laporan dari warga yang mengalami gangguan psikologis.

Detail Konflik dan Pemanggilan Polisi

Korban, Suraji, yang tinggal di Rangkapan Jaya Baru, mengungkapkan bahwa dirinya dan keluarga telah menjadi korban dari tindakan-tindakan menakutkan oleh tetangganya. Pernah terjadi kejadian seperti telur dilempar ke rumah, sampah dibuang secara sembarangan, dan bahkan helm serta benda lainnya dijadikan senjata oleh pihak terlapor. “Semua ini terjadi berulang kali, kami terus bersabar meski merasa tak nyaman,” kata Suraji. Ia menjelaskan bahwa konflik ini tidak hanya berdampak pada keluarga korban, tetapi juga mengganggu ketenangan warga sekitar.

“Kemarin kita buat laporan ke polisi,” pungkas Suraji. Ia memasang kamera CCTV di sekitar rumah untuk memantau tindakan terlapor. Rekaman menunjukkan bahwa orang yang melakukan pengrusakan adalah tetangganya sendiri. Selain itu, keluarga Suraji juga pernah diancam akan disantet oleh pihak terlapor. Ancaman tersebut menggambarkan tingkat ketegangan yang memuncak dalam permasalahan ini.

Proses Mediasi dan Kebuntuan Perselisihan

Sebelumnya, konflik antara kedua keluarga sempat diselesaikan melalui mediasi di Polsek Pancoran Mas. Namun, ketegangan kembali memanas, dengan tindakan-tindakan memicu rasa takut. Suraji menyebut bahwa salah satu penyebab kebuntuan adalah tindakan pihak terlapor yang tidak memperhatikan hasil mediasi. “Pernah dilempar helm, sampai meminta kami keluar untuk berkelahi,” tambah Suraji. Ia menegaskan bahwa konflik ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga melibatkan perasaan dan keyakinan masing-masing pihak.

Respons dari Polres Metro Depok

Polres Metro Depok masih mengumpulkan bukti untuk memastikan pelaku konflik. AKP Hendra menyatakan bahwa petugas akan memanggil terlapor untuk dimintai keterangan. “Kami sedang proses penyelidikan, dan akan terus memantau perkembangan,” jelasnya. Selain itu, polisi juga berencana melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui akar masalah yang menyebabkan konflik antar tetangga ini memuncak. Main Agenda melaporkan bahwa tindakan ancaman santet menjadi isu tambahan yang menarik perhatian masyarakat.

Konflik ini menunjukkan bahwa perselisihan kecil bisa berkembang menjadi permasalahan besar jika tidak segera diselesaikan. Banyak warga Depok mengeluhkan dampak sosial dari tindakan tidak santun tersebut, terutama terhadap kenyamanan hidup mereka. Dalam Main Agenda, warga mengungkapkan bahwa konflik tetangga sering kali memicu gangguan psikologis dan kerusakan rumah tangga, seperti yang terjadi pada kasus ini.

Kasus yang menimpa Suraji menjadi contoh nyata bagaimana konflik antar warga bisa berujung pada kekerasan fisik dan ancaman spiritual. Kedua belah pihak tetangga berusaha memperburuk situasi dengan tindakan-tindakan yang tidak terkendali. Kini, Main Agenda terus memantau perkembangan dan berharap kasus ini bisa menjadi bahan evaluasi untuk mencegah konflik serupa terjadi di masa depan.

Gabung diskusi