Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Main Agenda: Banyuwangi Jadi Tuan Rumah ASEAN-ID Blue, Dihadiri Delegasi Negara ASEAN, Pasifik, dan Selandia Baru

Mary Hernandez 4 mins read 9 views

Main Agenda: Banyuwangi Jadi Tuan Rumah ASEAN-ID Blue Main Agenda - Banyuwangi, Jawa Timur, akan menjadi tuan rumah forum internasional ASEAN-ID Blue pada

Main Agenda: Banyuwangi Jadi Tuan Rumah ASEAN-ID Blue, Dihadiri Delegasi Negara ASEAN, Pasifik, dan Selandia Baru

Main Agenda: Banyuwangi Jadi Tuan Rumah ASEAN-ID Blue

Main Agenda – Banyuwangi, Jawa Timur, akan menjadi tuan rumah forum internasional ASEAN-ID Blue pada 17-18 Juli 2026. Forum ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara negara-negara anggota ASEAN, mitra regional, dan Selandia Baru dalam mengembangkan ekonomi biru. Main Agenda dari acara ini mencakup berbagai topik strategis, termasuk konservasi laut, pengelolaan sumber daya kelautan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir. Keberhasilan Banyuwangi dalam menggabungkan pertumbuhan ekonomi dengan perlindungan lingkungan laut menjadi alasan utama pemilihan lokasi. Dengan kehadiran delegasi internasional, Banyuwangi diharapkan bisa menjadi pusat diskusi yang memperkaya wawasan dan mempercepat implementasi model pembangunan berkelanjutan.

Main Agenda dan Fokus Forum

ASEAN-ID Blue diinisiasi oleh Kementerian Luar Negeri Indonesia dan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), bersama Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru (MFAT). Main Agenda utama yang dibahas meliputi upaya peningkatan nilai tambah sektor perikanan, pengembangan pariwisata berbasis lingkungan, serta potensi kerja sama antarnegara untuk menciptakan ekonomi yang hijau dan inklusif. Forum ini bertujuan menjadi wadah berbagi pengalaman antarmitra, di mana peserta bisa menyampaikan dan menerima inspirasi dari negara lain. “Kami percaya bahwa keberhasilan Banyuwangi dalam menyelaraskan pengelolaan sumber daya laut dengan kesejahteraan masyarakat menjadi contoh yang relevan,” tambah Adhyanti Sardanarini Wirajuda, Direktur Kerja Sama Ekonomi ASEAN (KSEA) Kemenlu.

“ASEAN-ID Blue akan menggali potensi ekonomi biru di berbagai wilayah dan menyatukan kepentingan bersama untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan. Peserta akan melihat langsung implementasi kebijakan lokal yang sejalan dengan tujuan ekonomi biru global,” ujarnya.

Kesiapan Banyuwangi sebagai Tuan Rumah

Banyuwangi dipilih karena telah menciptakan ekosistem pembangunan yang menggabungkan sektor perikanan, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat. Main Agenda ini juga menggali inisiatif lokal yang menunjukkan bagaimana pengelolaan sumber daya laut bisa beriringan dengan pertumbuhan ekonomi dan pelestarian budaya. Dalam perjalanan keberhasilannya, Banyuwangi telah menerapkan berbagai program seperti kampung laut, desa wisata berbasis lingkungan, serta pengembangan teknologi pengolahan hasil laut. “Main Agenda ini menawarkan kesempatan untuk membangun kesadaran bersama tentang pentingnya ekonomi biru,” tambah Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani.

Event ini tidak hanya menjadi ajang dialog, tetapi juga platform untuk mengukur keberhasilan model pembangunan berkelanjutan. Dengan mengundang delegasi dari negara-negara ASEAN, East Asia Summit (EAS), dan Pacific Islands Forum (PIF), Banyuwangi ingin menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemitraan global. Forum ini diharapkan bisa menghasilkan rekomendasi strategis yang diterapkan secara luas, baik di Indonesia maupun negara-negara mitra.

Konten dan Peserta Forum

Peserta ASEAN-ID Blue akan melibatkan para pengambil kebijakan, pelaku usaha, dan nelayan langsung. Main Agenda yang dirancang mencakup pembahasan khusus tentang inovasi teknologi di sektor kelautan, penguatan kelembagaan masyarakat pesisir, serta peningkatan kapasitas SDM untuk menghadapi tantangan global. Selain itu, forum ini juga akan melibatkan perusahaan-perusahaan pangan dan energi terbarukan yang berperan dalam mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas ekonomi laut. “Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, kami yakin Main Agenda ini bisa menghasilkan solusi yang holistik,” imbuh Adhyanti.

Peserta dari luar negeri akan menghadiri acara ini untuk belajar dari pengalaman Banyuwangi. Dalam beberapa tahun terakhir, kabupaten ini berhasil membangun ekosistem yang menggabungkan ekonomi dan lingkungan. Contohnya, pengelolaan terumbu karang dan kampung laut yang dikelola oleh masyarakat setempat. “Main Agenda ini menawarkan peluang untuk memperluas jaringan kerja sama, termasuk dengan negara-negara lain yang memiliki prioritas serupa,” tambah Bupati Banyuwangi.

Manfaat untuk Masyarakat dan Lingkungan

Kehadiran delegasi internasional di Banyuwangi tidak hanya mendorong kolaborasi, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat lokal. Main Agenda ini akan membahas bagaimana ekonomi biru bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir, seperti melalui pengembangan UMKM dan koperasi. Program kampung laut dan desa wisata yang ada di daerah ini telah memberikan dampak signifikan, baik dalam hal penghasilan ekonomi maupun perlindungan lingkungan. “Kami berharap Main Agenda ini menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran kolektif tentang pentingnya ekonomi yang ramah lingkungan,” ujar Adhyanti.

Dalam konteks global, Banyuwangi dianggap sebagai model yang relevan. Main Agenda yang dibahas dalam forum ini akan mencakup diskusi tentang bagaimana negara-negara lain bisa mengadaptasi kebijakan lokal Banyuwangi. Acara ini juga akan melibatkan pihak swasta dan organisasi internasional untuk memastikan bahwa ekonomi biru bisa menjadi solusi utama dalam menghadapi perubahan iklim dan ketidakseimbangan ekonomi. Dengan memperluas kolaborasi, Banyuwangi berharap bisa menjadi katalis untuk pengembangan ekonomi biru di Asia Tenggara.

Banyak pelaku usaha dan nelayan di Banyuwangi sudah menerapkan prinsip ekonomi biru. Contohnya, penggunaan teknologi ramah lingkungan dalam pengolahan hasil laut, serta pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan. Main Agenda ini akan menjadi wadah untuk memperkenalkan inisiatif-inisiatif ini kepada dunia internasional. Dengan semangat kolaborasi, Banyuwangi menargetkan bahwa forum ini akan menciptakan kesepahaman antara negara-negara anggota ASEAN dan mitra regional dalam mengembangkan ekonomi yang berkelanjutan. Hasil diskusi akan menjadi dasar bagi kebijakan nasional dan internasional di bidang kelautan.

Gabung diskusi