Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Main Agenda: Polisi Dalami Pengakuan Sopir Truk Penabrak JPO Kapten Tendean

Jessica Hernandez 3 mins read 3 views

Polisi Dalami Pengakuan Sopir Truk Penabrak JPO Kapten Tendean Main Agenda - Sebagai bagian dari Main Agenda terkini, pihak kepolisian sedang intensif

Main Agenda: Polisi Dalami Pengakuan Sopir Truk Penabrak JPO Kapten Tendean

Polisi Dalami Pengakuan Sopir Truk Penabrak JPO Kapten Tendean

Main Agenda – Sebagai bagian dari Main Agenda terkini, pihak kepolisian sedang intensif menelusuri penyebab kecelakaan yang terjadi di Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Kapten Tendean, Jakarta Selatan, pada Selasa (14/7/2026). Insiden ini mengakibatkan truk pengangkut ekskavator tersangkut di bagian bawah JPO, menimbulkan kerusakan signifikan pada konstruksi jembatan. Main Agenda menyoroti upaya polisi untuk mengungkap faktor utama yang menyebabkan kecelakaan tersebut, termasuk keterangan dari sopir truk yang masih dalam proses pemeriksaan.

Pengakuan Sopir dan Faktor Penyebab

Kepala Bidang Binopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados, mengungkapkan bahwa sopir truk telah memberikan pengakuan awal terkait kecelakaan tersebut. Menurut informasi, insiden terjadi sekitar pukul 01.00 WIB ketika truk melintasi JPO Kapten Tendean dengan kecepatan yang diduga tinggi. “Sopir sedang diberi kesempatan untuk memberikan keterangan di kantor polisi. Kami sudah melakukan pendataan terkait mobil truk yang tersangkut sekitar pukul satu dini hari,” kata Robby saat dihubungi oleh Liputan6.com.

“Sementara penyelidikan masih berlangsung. Kemungkinan besar sopir tidak memperhitungkan ketinggian JPO saat melewati area tersebut,” tambahnya.

Selain itu, Main Agenda mencatat bahwa sopir mengakui tidak terdapat tanda-tanda peringatan di lokasi kejadian. Dugaan penyebab kecelakaan pun mencakup kurangnya kesadaran pengemudi terhadap rambu-rambu dan kondisi jalan yang berubah mendadak. Polisi juga mengecek apakah ada kesalahan teknis dari kendaraan atau alat bantu seperti velg, rem, atau lampu.

Proses Evakuasi dan Koordinasi

Menurut informasi, truk yang terlibat kecelakaan mengangkut ekskavator untuk keperluan pengeboran di sekitar lokasi JPO. Kecelakaan menyebabkan alat berat tersebut tersangkut di bagian bawah jembatan, sehingga membutuhkan waktu lama untuk dievakuasi. Proses evakuasi masih tertunda karena harus menunggu crane yang dimiliki oleh pihak pemilik kendaraan.

Kasatlantas Polres Metro Jakarta Selatan, Kompol Mujiyanto, menjelaskan bahwa pihak pengelola JPO, Bina Marga, sedang berkoordinasi dengan tim evakuasi. “Belum. Pihak pengelola masih mencari crane, lalu nanti koordinasi dengan Bina Marga karena JPO itu berada di bawah naungan mereka,” jelas Mujiyanto dalam pernyataannya. Main Agenda mengingatkan bahwa evakuasi harus dilakukan secara hati-hati untuk mencegah kerusakan tambahan pada jembatan.

Karena arus lalu lintas di Jalan Kapten Tendean masih padat, petugas kepolisian memprioritaskan pengaturan jalur lalu lintas agar kendaraan lain tetap dapat melintas. “Evakuasi harus menunggu karena pagi hari arus kendaraan masih ramai. Petugas sedang mengatur jalur dan memberikan pelayanan,” terang Mujiyanto. Main Agenda menekankan pentingnya kesadaran pengemudi dalam menghindari kecelakaan serupa, terutama di area dengan konstruksi yang sempit.

Kondisi JPO Kapten Tendean yang rusak telah menimbulkan perhatian publik, dengan banyak warga membagikan kejadian tersebut di media sosial. Berdasarkan Main Agenda, JPO tersebut merupakan bagian dari infrastruktur lalu lintas yang dibangun untuk memudahkan akses antar jalur. Namun, karena ukurannya yang relatif kecil dan kurangnya pengawasan, insiden seperti ini bisa terjadi.

Sebagai langkah pencegahan, Main Agenda menyebutkan bahwa Bina Marga Pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan datang ke lokasi untuk mengecek kondisi JPO. Meski akses Jalan Kapten Tendean belum ditutup sepenuhnya, pengguna jalan diimbau menghindari jalur tersebut sementara. “Kalau pengalihan tetap akan kami sampaikan melalui media sosial atau imbauan. Sebaiknya menghindari Jalan Kapten Tendean dan mencari jalur alternatif,” tutup Mujiyanto.

Gabung diskusi