Key Strategy: DTKJ Usul Tambah 6 Golongan Naik Transjakarta Gratis, Ini Daftarnya
untuk Program KLG TransJakarta Key Strategy menjadi salah satu strategi utama yang diusulkan oleh DTKJ (Dinas Perhubungan Jakarta) dalam upaya memperluas
Key Strategy: DTKJ Usulkan 6 Golongan Baru untuk Program KLG TransJakarta
Key Strategy menjadi salah satu strategi utama yang diusulkan oleh DTKJ (Dinas Perhubungan Jakarta) dalam upaya memperluas akses layanan transportasi gratis TransJakarta. DTKJ menyarankan penambahan enam kelompok baru yang layak menerima Kartu Layanan Gratis (KLG) sebagai bentuk kebijakan sosial yang lebih inklusif. Usulan ini sejalan dengan langkah penyesuaian tarif TransJakarta melalui revisi Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 33 Tahun 2025.
“Key Strategy ini bertujuan memastikan bahwa masyarakat yang kurang mampu, atau membutuhkan dukungan ekonomi, tetap bisa menggunakan layanan transportasi umum secara gratis,” jelas Sugihardjo, Ketua DTKJ.
Dengan memperluas kategori penerima KLG, DTKJ ingin meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung mobilitas sehari-hari yang lebih efektif.
Penambahan Kelompok Pertama: Pendamping Penyandang Disabilitas Berat
Key Strategy DTKJ mencakup kelompok pertama yang terdiri dari pendamping penyandang disabilitas berat. Kelompok ini diusulkan untuk memastikan aksesibilitas bagi individu yang mengalami kesulitan bergerak, seperti tunanetra, pengguna kursi roda, serta penyandang cerebral palsy atau disabilitas intelektual.
“Key Strategy ini mengakui peran pendamping dalam membantu penyandang disabilitas mengakses layanan transportasi umum, terutama di lokasi yang kurang dilengkapi fasilitas khusus,” kata Sugihardjo.
Dengan memasukkan kelompok ini, DTKJ ingin meminimalkan hambatan dalam kehidupan sehari-hari dan meningkatkan kualitas layanan untuk semua kalangan.
Penambahan Kelompok Kedua: Pasien Rujukan Rutin
Key Strategy DTKJ juga melibatkan pasien rujukan rutin sebagai salah satu kelompok yang layak mendapatkan KLG. DTKJ menilai kelompok ini memerlukan dukungan transportasi gratis karena frekuensi perjalanan ke fasilitas kesehatan yang tinggi.
“Key Strategy ini bertujuan mengurangi beban biaya transportasi bagi pasien yang sering mengunjungi rumah sakit, terutama yang menjalani pengobatan jangka panjang,” jelas Sugihardjo.
Sasaran utamanya mencakup pasien cuci darah, kemoterapi, radioterapi, thalasemia, rehabilitasi medis, kontrol jantung, hingga terapi anak berkebutuhan khusus. Dengan demikian, Key Strategy ini diharapkan bisa memperkuat akses layanan kesehatan bagi masyarakat yang rentan.
Penambahan Kelompok Ketiga: Pelajar dan Mahasiswa Tidak Mampu
Key Strategy DTKJ mencakup pelajar dan mahasiswa dari keluarga tidak mampu sebagai kelompok ketiga yang diusulkan masuk dalam program KLG TransJakarta. DTKJ menekankan pentingnya pendidikan sebagai fondasi pengembangan ekonomi, sehingga kebijakan ini bertujuan untuk mengurangi beban biaya transportasi bagi calon generasi penerus.
“Key Strategy ini memastikan bahwa pelajar dan mahasiswa tidak mampu tidak tertinggal dalam pembangunan pendidikan,” tegas Sugihardjo.
Sasaran utamanya mencakup siswa di sekolah menengah swasta, mahasiswa perguruan tinggi negeri dan swasta, santri, serta peserta pendidikan nonformal yang mengalami kesulitan ekonomi.
Penambahan Kelompok Keempat: Pencari Kerja Aktif
Key Strategy DTKJ juga menyoroti pencari kerja aktif sebagai kelompok keempat yang layak menerima KLG. DTKJ memandang bahwa akses transportasi gratis sangat penting dalam mempercepat proses rekrutmen atau pelatihan kerja.
“Key Strategy ini memberikan kesempatan kepada pencari kerja untuk bergerak lebih bebas tanpa hambatan biaya, sehingga meningkatkan peluang mencari pekerjaan,” jelas Sugihardjo.
Kelompok ini mencakup peserta AK1, pelamar di job fair, serta korban pemutusan hubungan kerja (PHK) yang sedang aktif mencari penghasilan.
Penambahan Kelompok Kelima: Korban Bencana dan Kebakaran
Key Strategy DTKJ mencakup korban bencana seperti kebakaran, banjir, puting beliung, dan longsor sebagai kelompok kelima. DTKJ mengusulkan agar warga yang terdampak secara ekonomi bisa mendapatkan akses transportasi gratis sementara waktu.
“Key Strategy ini bertujuan menolong warga yang kehilangan tempat tinggal atau alat bantu kehidupan akibat bencana,” ujar Sugihardjo.
Kelompok ini termasuk korban kebakaran permukiman, korban banjir, serta warga yang membutuhkan bantuan untuk mengakses layanan administrasi, kesehatan, dan pekerjaan.
Penambahan Kelompok Keenam: Pelaku Usaha Mikro Binaan
Key Strategy DTKJ mencakup pelaku usaha mikro yang menjadi binaan Pemprov DKI Jakarta sebagai kelompok keenam. DTKJ menilai kebijakan ini penting untuk mendukung mobilitas usaha kecil dan menengah dalam mengakses pasar serta melakukan pemasaran.
“Key Strategy ini memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro untuk berkembang tanpa hambatan biaya transportasi, terutama di daerah yang minim aksesibilitas,” kata Sugihardjo.
Sasaran utamanya mencakup peserta Jakpreneur, UMKM binaan kecamatan, pedagang mikro yang didukung pemerintah, hingga pelaku usaha yang sedang menjalani pelatihan kewirausahaan.
Key Strategy yang diusung DTKJ bertujuan menciptakan kebijakan transportasi yang lebih merata dan memperkuat kesejahteraan masyarakat. Dengan memperluas kategori penerima KLG, DTKJ berharap bisa mengurangi kesenjangan akses dan memastikan bahwa layanan TransJakarta tetap menjadi pilihan utama untuk masyarakat yang membutuhkan. Key Strategy ini juga membantu mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan kota Jakarta yang lebih inklusif.
