Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Special Plan: Drone Thermal Dikerahkan Bantu Deteksi Api di TPA Jatiwaringin

James Gonzalez 3 mins read 4 views

Special Plan: Drone Termal Deteksi Api di TPA Jatiwaringin Special Plan - Sebagai bagian dari Special Plan yang dijalankan oleh Kementerian Lingkungan Hidup

Special Plan: Drone Thermal Dikerahkan Bantu Deteksi Api di TPA Jatiwaringin

Special Plan: Drone Termal Deteksi Api di TPA Jatiwaringin

Special Plan – Sebagai bagian dari Special Plan yang dijalankan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, teknologi drone termal diterjunkan untuk mendukung deteksi api di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Mauk, Tangerang, Banten. Kebakaran yang berlangsung selama lima hari sejak Selasa (30/6/2026) memicu upaya khusus ini, karena api di bawah tumpukan sampah sulit terdeteksi secara visual. Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, menjelaskan bahwa Special Plan ini bertujuan mempercepat analisis titik api yang tersembunyi.

Koordinasi dengan Bandara dan TNI AU

TPA Jatiwaringin yang berdekatan dengan bandara memungkinkan penggunaan drone termal secara optimal. Pemantauan drone dilakukan secara berkala dengan bantuan TNI AU, karena lokasi yang strategis memudahkan akses ke area rawan kebakaran. “Kami menjalin kerja sama erat dengan tim Gakkum dan bandara untuk memastikan drone termal dapat beroperasi tanpa hambatan,” tambah Diaz, seperti dilaporkan Antara, setelah meninjau lokasi di Tangerang, Sabtu (4/7/2026). Teknologi ini dianggap lebih efektif daripada metode tradisional, terutama dalam mengidentifikasi sumber api yang tersembunyi di lapisan sampah.

Helikopter water bombing dari BNPB tetap menjadi bagian dari Special Plan ini. Dua unit MI-8AMT yang dikirimkan menggunakan kantung air berkapasitas 4.000 liter per unit. Tim gabungan dari kehutanan, darurat, dan pihak daerah terus melakukan pemadaman dengan pendekatan terpadu, baik melalui udara maupun darat. “Kolaborasi ini menjadi kunci sukses dalam mengendalikan api yang berlangsung di area seluas 15 hektare,” kata Djohan Darmawan, Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Jumat (3/7/2026).

Metode Inject dan Teknologi Pendukung

BNPB telah menerapkan metode inject sebagai bagian dari Special Plan untuk mengatasi kebakaran di TPA Jatiwaringin. Teknik ini menyuntikkan air langsung ke sumber api yang tersembunyi di bawah permukaan, memungkinkan pengendalian lebih cepat. “Metode inject efektif karena air dapat mencapai bagian yang sulit dijangkau dari darat, sementara api masih berlangsung di lapisan sampah,” jelas Djohan, menambahkan bahwa operasi ini dilakukan bersamaan dengan penerbangan drone termal.

“Dengan Special Plan ini, kita bisa mengurangi risiko ledakan gas metan yang bisa memperparah kebakaran,” tutur Djohan.

Dia menekankan bahwa drone termal tidak hanya membantu deteksi api, tetapi juga mempercepat respons tim pemadam. Teknologi ini mampu mengidentifikasi panas di dalam tumpukan sampah, bahkan jika api di atas tampak padam. “Hasilnya, sekitar 40 persen area kebakaran telah dikendalikan,” tambahnya, menyoroti kemajuan operasi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Pelaksanaan Pemadaman dan Tanggung Jawab Pihak Terkait

Tim Manggala Agni yang terdiri dari 30 personel aktif dalam Special Plan untuk mengawasi dan memadamkan api. Mereka bekerja bersama dengan petugas darurat lainnya, serta mendapat dukungan dari pihak kehutanan. “Koordinasi yang terstruktur dalam Special Plan memastikan setiap langkah pemadaman dilakukan secara efisien,” kata Djohan, menjelaskan peran lintas sektor dalam mengatasi kebakaran yang terjadi di kawasan TPA Jatiwaringin.

Berdasarkan laporan di lapangan, kepulan asap dan titik api di beberapa gunungan sampah masih terlihat. Namun, keberhasilan Special Plan terlihat dari penurunan intensitas api di 40 persen area. “Kami berharap teknologi ini bisa menjadi standar baru dalam pemadaman kebakaran di area TPA,” tambah Diaz, menyoroti kebutuhan inovasi untuk menghadapi tantangan serupa di masa depan.

Strategi Jangka Panjang dalam Special Plan

Penggunaan drone termal dalam Special Plan tidak hanya untuk mendeteksi api saat ini, tetapi juga sebagai langkah pencegahan di masa depan. Diaz menjelaskan bahwa teknologi ini bisa diterapkan di TPA lain yang rentan terhadap kebakaran. “Kami berencana memperluas Special Plan ke lokasi serupa di seluruh Indonesia, terutama daerah yang berdekatan dengan bandara atau area terbuka,” katanya. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi risiko kebakaran yang melibatkan gas metan dan meminimalkan kerugian.

“Dengan Special Plan ini, kita bisa lebih cepat merespons kebakaran dan mencegah penyebaran yang lebih luas,” pungkas Diaz.

Sebagai bagian dari upaya darurat, pihak KLH dan BPLH terus memantau kondisi TPA Jatiwaringin. “Kami berharap teknologi drone termal menjadi alat utama dalam Special Plan untuk mendeteksi sumber api secara real-time,” kata salah satu pejabat KLH. Penyesuaian strategi ini juga melibatkan evaluasi dari pihak kehutanan dan para ahli dalam bidang lingkungan, guna memastikan keberlanjutan program pemadaman dan pencegahan kebakaran di TPA.

Gabung diskusi