Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Latest Program: Klakson Bersahutan Jadi Simbol Protes Mahasiswa di Jakarta

James Gonzalez 2 mins read 2 views

Simbol Protes Mahasiswa di Jakarta Protes Mahasiswa dengan Suara Klakson Latest Program - Pada Jumat (12/6/2026), aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta

Latest Program: Klakson Bersahutan Jadi Simbol Protes Mahasiswa di Jakarta

Klakson Bersahutan Jadi Simbol Protes Mahasiswa di Jakarta

Protes Mahasiswa dengan Suara Klakson

Latest Program – Pada Jumat (12/6/2026), aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta ditandai oleh deru suara klakson yang bersahutan. Pengendara mobil dan motor turut serta menunjukkan dukungan mereka terhadap tuntutan para peserta aksi. Fenomena ini terjadi di sejumlah titik, termasuk Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, hingga Jalan Pemuda, Jakarta Timur. Setiap kali kendaraan melewati area demonstrasi, terdengar klakson bergantian dari berbagai arah.

Selain itu, mahasiswa juga membagikan poster dan spanduk dengan pesan serupa, seperti “Kalau kalian kecewa dengan kinerja Prabowo Gibran beserta menteri dan jajarannya, bunyikan klakson.” Salah satu peserta aksi bahkan mengangkat kertas yang tertulis, “Klakson kalau kalian capek bayar pajak mahal.” Respons dari masyarakat langsung terlihat, dengan banyak pengguna jalan membalas dengan membunyikan klakson atau mengacungkan jempol.

“Kami ingin tahu sejauh mana dukungan publik terhadap kritik yang kami sampaikan. Sampai sejauh ini selalu dibilang kalau Badan Gizi Nasional mengklaim Program Makan Bergizi Gratis disukai banyak penerima manfaat,”

ungkap Agus Sarwono, perwakilan MBG Watch dan Transparency International Indonesia, saat memberikan keterangan kepada wartawan.

Aksi Simultani di Bundaran HI

Aksi spontan dengan klakson bersahutan tidak hanya terjadi pada hari demo mahasiswa. Dua hari sebelumnya, Rabu (10/6/2026), warga juga menunjukkan kekecewaan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan cara yang sama. Massa aksi di depan kantor Badan Gizi Nasional (BGN) membawa poster bertuliskan, “Bunyikan Klakson jika muak dengan program MBG.”

Sejumlah pengendara terlihat memperlambat laju kendaraannya atau berhenti sejenak sebelum membunyikan klakson. Suara yang bersahutan ini menjadi simbol kebersamaan antara massa aksi dan pengguna jalan.

“Dalam konteks hari ini, kami ingin sampaikan kepada pengguna jalan: Kalau lu udah muak sama program Makan Bergizi Gratis, lu bunyikan klakson sekencang-kencangnya sebagai tanda kami tidak sendiri,”

kata Athof, ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), dalam keterangannya, Kamis (11/6/2026).

Isu Ekonomi dan Kebijakan Pemerintah

Para mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jabodetabek turun ke jalan untuk menyuarakan kritik terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah. Sebelum aksi di Bundaran HI, mereka melakukan konsolidasi terakhir di UI, Depok, pada Rabu (10/6/2026) malam.

Athof menilai ekonomi yang dirasakan masyarakat tidak sejalan dengan angka pertumbuhan yang diberitakan pemerintah. Masalah seperti kenaikan harga bahan pokok, keterbatasan lapangan pekerjaan, dan beban pajak yang semakin berat menjadi sorotan utama. “Kenyataan yang kita hadapi sekarang adalah ekonomi hanya tumbuh di atas kertas, tapi di meja makan rakyat tidak ada yang berubah,”

“Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat dihajar pajak,”

kata Athof, menambahkan bahwa pemerintah dinilai tidak merespons secara memadai masukan yang telah disampaikan selama ini.

Gabung diskusi