Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
News

Key Strategy: Profil Agustina Arumsari Wakil Ketua BGN Baru: Eks Petinggi BPKP Ahli Investigasi

Barbara Miller 3 mins read 4 views

Agustina Arumsari: Key Strategy dalam Pemimpinan Baru BGN Key Strategy - Agustina Arumsari, seorang profesional berpengalaman, telah menjadi bagian dari

Key Strategy: Profil Agustina Arumsari Wakil Ketua BGN Baru: Eks Petinggi BPKP Ahli Investigasi

Agustina Arumsari: Key Strategy dalam Pemimpinan Baru BGN

Key Strategy – Agustina Arumsari, seorang profesional berpengalaman, telah menjadi bagian dari susunan kepemimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai Wakil Ketua, menandai perubahan strategis dalam pengelolaan organisasi tersebut. Perannya di BGN diharapkan memperkuat efisiensi dan transparansi dalam program-program kritis, menggantikan posisi sebelumnya yang diisi oleh Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya. Key Strategy ini terwujud melalui penyesuaian kompetensi pemimpin yang lebih terarah pada pengalaman investigasi dan manajemen risiko, sesuai dengan visi pembangunan pangan dan kesehatan nasional.

Profil dan Pengalaman Karier Agustina Arumsari

Sebelum menjabat di BGN, Agustina pernah menempati posisi strategis di Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP), di mana ia memegang peran sebagai Wakil Ketua. Dalam kariernya yang terbukti penuh dedikasi, ia telah melalui berbagai jabatan kunci, seperti Direktur Investigasi Badan Usaha Milik Negara dan Daerah (2017), Direktur Investigasi III (2019), serta Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi (2020). Key Strategy dalam pengelolaan investigasi menjadi bagian integral dari keahlian yang ia bawa ke BGN.

“Kepada tiga pimpinan Badan Gizi Nasional yang baru, kami berharap dapat segera melakukan konsolidasi internal, memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, serta pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota, dan memastikan seluruh program BGN berjalan sebaik-baiknya,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi saat mengumumkan pengadaan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Agustina memiliki latar belakang akademik yang solid, dengan pendidikan Diploma Tiga (D3) di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) yang ia lulus pada tahun 1992. Ia kemudian melanjutkan studi ke jenjang Diploma Empat (D4) di kampus yang sama, menyelesaikannya pada 1998. Pada 2014, ia meraih gelar Magister Hukum (MH) setelah menempuh Strata-2 (S2) di Universitas Indonesia. Key Strategy dalam pengambilan keputusan dan manajemen risiko menjadi dasar dari peningkatan kinerjanya di berbagai jabatan.

Keahlian Profesional dan Kontribusi Strategis

Agustina menempuh berbagai sertifikasi profesional yang mendukung keahlian investigasinya, termasuk Certified Fraud Examiner (CFE), Certified Forensic Auditor (CFrA), Chartered Accountant (CA), Qualified Internal Auditor (QIA), Certified Government Chief Audit Executive (CGCAE), Certified Internal Audit Executive (CIAE), Certified Risk Professional (CRP), Certified Risk Executive Leader (CREL), Certified Government Risk Executive (CGRE), serta Fraud Risk Management Professional (FRMP). Key Strategy dalam pengelolaan risiko dan akuntansi menjadi fondasi utama dalam memastikan BGN dapat menjalankan tugasnya secara efektif.

Dalam peran sebagai Wakil Ketua BGN, Agustina diharapkan menerapkan pendekatan yang lebih terstruktur dalam mengawasi kebijakan pangan dan kesehatan. Ia akan berfokus pada penguatan sistem monitoring, peningkatan transparansi anggaran, serta integrasi data lintas sektor untuk mempercepat pencapaian tujuan nasional. Key Strategy ini sejalan dengan tuntutan pembangunan yang lebih berkelanjutan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Transisi Agustina dari BPKP ke BGN menunjukkan komitmen untuk terus berkontribusi dalam pemerintahan. Dengan pengalaman di bidang investigasi dan audit, ia memiliki keunggulan dalam mengidentifikasi celah-celah dalam pengelolaan program pangan, sehingga dapat meminimalkan risiko dan meningkatkan efisiensi. Key Strategy ini diharapkan mendorong kolaborasi yang lebih harmonis antara pusat dan daerah, serta memastikan program BGN tidak hanya berjalan sesuai rencana tetapi juga berdampak nyata pada kesejahteraan rakyat.

Gabung diskusi