Key Strategy: Ryamizard Ryacudu Meninggal: Profil Jenderal TNI Pernah Perang Lawan GAM
Ryamizard Ryacudu Meninggal: Profil Jenderal TNI yang Berperan dalam Perang Lawan GAM Key Strategy - Negeri ini kembali berduka setelah kabar duka menyentuh
Ryamizard Ryacudu Meninggal: Profil Jenderal TNI yang Berperan dalam Perang Lawan GAM
Key Strategy – Negeri ini kembali berduka setelah kabar duka menyentuh sosok Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu yang meninggal dunia di usia 76 tahun, Minggu (31/5/2026). Ia wafat di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. “Benar, kami mendapat informasi BERITA DUKA CITA, bahwa telah meninggal dunia Bapak Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu pada hari ini, Minggu 31 Mei 2026 pukul 14.03 WIB di RSPAD,” ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat dikonfirmasi pada hari yang sama.
Profesi dan Karier Militer Nyata
Ryamizard Ryacudu adalah seorang purnawirawan jenderal TNI yang dikenal cukup berpengaruh dalam dunia militer. Kecerdikan dan ketangkasannya sebagai perwira TNI membuatnya menjabat beberapa posisi strategis. Setelah pensiun, ia dipanggil oleh Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi Menteri Pertahanan hingga 2019.
Sejak muda, Ryamizard menunjukkan minat terhadap dunia militer. Dalam biografi yang diterbitkan Dinas Sejarah Angkatan Darat, disebutkan bahwa inspirasinya berasal dari Mahapatih Gajah Mada, yang berhasil menyatukan Nusantara. Kecenderungan tersebut juga dipengaruhi oleh perjuangan ayahnya dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia.
Pendidikan dan Jabatan Awal
Setelah lulus dari SMA Negeri 7 Jakarta, Ryamizard melanjutkan studi ke Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) dan berhasil menyelesaikannya pada 1974. Ia langsung ditugaskan sebagai Komandan Peleton Kodam XII/Tanjungpura, kemudian menempati beberapa posisi komandan di satuan lain.
Peran Keluarga dan Koneksi Militer
Ryamizard memiliki keluarga yang juga aktif dalam dunia militer. Ia menikah dengan Nora Tristyana, putri dari mantan Panglima TNI Try Sutrisno, yang juga pernah menjabat Wakil Presiden. Keduanya memiliki tiga anak. Selain itu, kerabat dekatnya termasuk Mayjen TNI Kunto Arief Wibowo dan Irjen Pol Firman Santyabudi, yang merupakan adik iparnya.
Kontribusi Terhadap Operasi Melawan GAM
Aceh pernah mengalami ketegangan dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). Ketika menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat, Ryamizard pernah mengunjungi markas GAM di Cot Trieng, Aceh Utara, terkait isu perayaan hari ulang tahun kelompok tersebut.
“Saat terjadi kontak senjata antara TNI dan GAM di Desa Cot Glie, Kecamatan Seulimum, Aceh Besar, pada 1 Desember 2012, Prajurit Tingkat Dua TNI Imam S. dan anggota GAM Syahrul tewas dalam peristiwa tersebut,” tulis sumber.
Di tahun 2005, Ryamizard juga terlibat langsung dalam operasi melawan GAM. Saat itu, ia mengendarai pikap militer untuk mengejar pasukan yang melarikan diri ke area rawa dan bukit. Kontak senjata berlangsung sekitar 15 menit, tanpa korban jiwa. Anggota GAM sulit ditangkap karena menghindar ke medan yang tidak terjangkau.
Selain itu, Ryamizard memiliki ide inovatif dengan membentuk pasukan elite di seluruh Komando Daerah Militer (Kodam). Ia mengubah 10 pasukan infanteri reguler menjadi Raiders, yang dilatih kemampuan antiteror di Pusdik Passsus Kopassus.
