Jasmine Signal

Portal berita modern dengan ritme baca tenang, bersih, dan fokus.

Signal Radar
Bisnis

Topics Covered: DPR Yakin UMKM Bisa Bantu Rupiah Menguat

Joseph Lopez 3 mins read 5 views

DPR Yakin UMKM Bisa Bantu Rupiah Menguat Topics Covered - Jakarta, Liputan6.com - Pada Senin pagi, 18 Mei 2026, rupiah terhadap dolar AS terpaksa melemah

Topics Covered: DPR Yakin UMKM Bisa Bantu Rupiah Menguat

DPR Yakin UMKM Bisa Bantu Rupiah Menguat

Topics Covered – Jakarta, Liputan6.com – Pada Senin pagi, 18 Mei 2026, rupiah terhadap dolar AS terpaksa melemah, meski ada harapan dari sejumlah pihak bahwa sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bisa menjadi salah satu faktor yang membantu penstabilan mata uang Garuda. Dalam pertemuan khusus di Komisi XI DPR RI, anggota dewan tersebut menegaskan bahwa kinerja UMKM yang positif berpotensi memperkuat nilai tukar rupiah, terutama dalam situasi ekonomi yang terus berubah seiring berjalannya waktu.

Mengapa UMKM Jadi Fokus dalam Penguatan Rupiah

Meningkatkan kinerja sektor UMKM menjadi prioritas utama dalam upaya memperkuat rupiah, karena UMKM dikenal sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Dalam rapat bersama Bank Indonesia, anggota Komisi XI DPR menyebutkan bahwa jika kinerja UMKM meningkat, pasangan rupiah dengan dolar AS bisa menjadi lebih seimbang. Menurut mereka, keberhasilan UMKM akan berdampak signifikan pada inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan juga stabilitas nilai tukar rupiah.

Topik utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah bagaimana penguatan UMKM bisa menjadi solusi untuk permasalahan rupiah yang terus mengalami penurunan. Marwan Cik Asan, salah satu anggota komisi, menekankan bahwa kinerja Bank Indonesia dalam mencapai target indikator kinerja keuangan harus diiringi dengan kebijakan yang lebih mendukung sektor UMKM. “Jika UMKM bisa berkembang lebih baik, rupiah akan lebih stabil dan kekuatan ekonomi nasional bisa terangkat,” ujarnya.

“Saya yakin Pak, kalau begini, kalau UMKM-nya membaik Pak, dolar juga akan ikut melemah dan rupiah akan membaik,” kata Marwan.

Penguatan sektor UMKM juga dianggap sebagai strategi yang berkelanjutan dalam menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat. Dengan adanya kebijakan yang lebih inklusif, seperti pembiayaan dari Bank Indonesia dan lembaga keuangan lainnya, UMKM diharapkan bisa menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang mampu mengurangi ketergantungan pada sektor besar. “UMKM harus diberi kesempatan lebih besar agar bisa berkembang secara maksimal,” tambah Marwan, dalam poin-poin yang ditemukan di Topik Utama yang dibahas.

Peran UMKM dalam Perekonomian Nasional

Topik Utama yang didiskusikan juga mencakup peran UMKM dalam menggerakkan perekonomian Indonesia. Dalam pertemuan tersebut, Marwan menyebutkan bahwa UMKM memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan juga menyumbang sekitar 135 juta tenaga kerja dari total 140 juta lapangan kerja. Dengan ini, sektor UMKM menjadi bagian penting dalam keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional.

Meningkatkan pertumbuhan UMKM memerlukan strategi yang terarah dan berkelanjutan. Marwan menyoroti bahwa pemerintah dan Bank Indonesia perlu terus memperkuat kebijakan yang mendukung akses pembiayaan, ketersediaan sumber daya, serta peningkatan kualitas usaha mikro. “UMKM tidak hanya menjadi penggerak ekonomi, tetapi juga menjadi jaminan keberlanjutan perekonomian Indonesia ke depan,” jelasnya dalam konteks Topik Utama yang dibahas.

Kinerja UMKM yang baik juga bisa membantu mengurangi defisit neraca perdagangan dan memperkuat daya tahan mata uang terhadap fluktuasi eksternal. Dalam Topik Utama yang dipaparkan, Marwan menyebutkan bahwa Bank Indonesia perlu mengoptimalkan kebijakan moneter yang fleksibel, sekaligus memastikan dukungan maksimal untuk UMKM. Hal ini penting karena UMKM adalah sektor yang paling rentan terhadap perubahan ekonomi global, terutama dalam situasi inflasi dan kenaikan suku bunga.

Meningkatkan peran UMKM dalam ekonomi nasional memerlukan kerja sama antara pemerintah, Bank Indonesia, dan lembaga keuangan lainnya. Dalam Topik Utama yang diberikan, Marwan menekankan bahwa keberhasilan penguatan UMKM tidak hanya bergantung pada bantuan keuangan, tetapi juga pada inovasi, pemanfaatan teknologi, dan pelatihan bagi pengusaha mikro. “UMKM harus bertransformasi menjadi sektor yang lebih modern dan kompetitif agar bisa bertahan dalam persaingan global,” tegasnya dalam Topik Utama yang relevan.

Dengan peningkatan kinerja UMKM, harapan muncul bahwa rupiah bisa mengalami penguatan dalam jangka pendek hingga menengah. Topik Utama ini menjadi perhatian utama dalam rapat, karena pengusaha mikro dianggap sebagai mitra strategis dalam menciptakan stabilitas ekonomi. Marwan menyatakan bahwa jika UMKM bisa berkinerja baik, rupiah akan bergerak ke arah yang lebih positif, terutama dalam konteks Topik Utama yang sudah menjadi fokus nasional.

Gabung diskusi