beritaterbaik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Yaqut: Dakwaan KPK Campuradukkan Kewenangan Menteri dan Teknis

Published Agustus 18, 2026 · Updated Agustus 18, 2026 · By beritaterbaik - beritaterbaik.com

Yaqut Cholil Qoumas Soroti Dakwaan KPK: Campur Aduk Kewenangan Menteri dan Aspek Teknis

Beritaterbaik.com – Yaqut - Seusai menghadiri sidang perlawanan di Pengadilan Tipikor, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pada Selasa (18/8/2026), mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan kritik tajam terhadap surat dakwaan yang disusun jaksa penuntut umum KPK. Ia menilai dokumen tersebut masih rancu karena lebih banyak memaparkan persoalan teknis, padahal yang didakwa adalah seorang menteri.

"Antara mana yang menjadi kewenangan Menteri, mana yang menjadi kewenangan teknis. Kalau (yang) dakwaan kan jelas itu isinya teknis semua, tapi yang didakwa Menteri. Nash, ini menjadi catatan penting bagi kami."

Pembantahan atas Tuduhan Memperkaya Diri

Dakwaan KPK menyebut Yaqut memperkaya diri sendiri senilai 271.500 dolar AS, setara sekitar Rp4,83 miliar dengan kurs Rp17.800 per dolar. Yaqut menegaskan bahwa penerimaan uang tersebut tidak pernah terjadi. Ia juga membantah pernah menginstruksikan penyediaan dana sebesar satu juta dolar AS untuk Panitia Khusus Angket Haji.

"Bahwa tidak ada penerimaan yang didakwakan kepada saya 271.500 US Dollar itu. Tidak ada penerimaan itu, dan kami menilai itu berdasarkan asumsi juga tidak ada perintah untuk menyiapkan 1 juta US Dollar untuk Pansus Angket Haji. Saya ndak pernah perintahkan itu."

Tidak Pernah Menginstruksikan Praktik Koruptif

Yaqut secara tegas membantah pernah memerintahkan bawahannya melakukan korupsi, jual beli kuota haji, maupun pelonggaran aturan. Sebaliknya, ia mengklaim justru menekankan agar setiap tahapan persiapan dan pelaksanaan ibadah haji berlandaskan kenyamanan serta keselamatan jemaah.

"Saya tidak pernah memerintahkan staf saya untuk melakukan korupsi, jual beli kuota, pelonggaran aturan, nggak ada. Saya tidak pernah melakukan itu."

"Yang saya tekankan malah sebaliknya. Jadi tidak boleh ada tindakan koruptif dan setiap pelaksanaan ibadah haji, persiapan ibadah haji itu harus didasarkan pada kenyamanan dan keselamatan jiwa jemaah. Titik. Tidak ada alasan. Dan itu tercapai, alhamdulillah."

Kerugian Negara Rp622,09 Miliar

Di luar tuduhan memperkaya diri, Yaqut juga didakwa menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp622,09 miliar. Mantan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu meminta agar dasar penghitungan angka tersebut dibuka secara transparan di persidangan, bukan dibangun di atas asumsi semata.

"Terkait dengan kerugian negara, kami juga ingin dan berharap bahwa proses, cara perhitungan gitu ya, dan bagaimana menentukan kerugian negara itu juga dibuka secara terang benderang, jangan berdasarkan asumsi."

"Bahwa Rp622 miliar itu bukan uang yang sedikit. Dan kalau didasarkan pada asumsi, maka itu akan sangat, bukan hanya merugikan saya, tapi juga akan merugikan banyak pihak."

Harapan terhadap Proses Persidangan

Yaqut menyatakan tetap menghormati jalannya proses hukum dan berkomitmen mengikuti seluruh tahapan persidangan sesuai arahan majelis hakim. Ia berharap pokok perkara dapat terungkap secara terbuka sehingga publik tidak lagi menghadapi kebingungan.

"Jadi kita akan patuhi semuanya. Dan, kami berharap, tentu berharap bahwa ini nanti akan disampaikan secara dan terbuka, secara terang benderang kepada publik agar tidak rancu."

"Saya juga ingin sampaikan pada sore hari ini, kami meyakini bahwa hukum ini akan berjalan dengan semestinya. Yang benar pasti akan ketahuan benar, yang salah akan ketahuan salah. Kebenaran pasti akan terbuka meskipun mungkin jalannya lambat."

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Yaqut?

Yaqut is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Yaqut matter?

Yaqut matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.