Viral Hafalan Alquran Berhadiah Miras, PKS Desak RUU Minol
PKS Desak Pengesahan RUU Minol Usai Kasus Hafalan Alquran Berhadiah Miras Menggemparkan Publik
Beritaterbaik.com – Sebuah tantangan hafalan Alquran yang menawarkan minuman keras sebagai hadiah di booth sponsor acara The Sounds Project, Ancol, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu menjadi sorotan luas di media sosial. Kejadian tersebut memicu reaksi keras dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yang langsung mendesak DPR dan pemerintah untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Larangan Minuman Beralkohol (RUU Minol).
Pernyataan Resmi di Hari Kemerdekaan
Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf menyampaikan tuntutan tersebut dalam amanat Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia yang digelar di Lapangan Parkir Timur Kantor DPTP PKS, Jalan TB Simatupang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Senin (17/8/2026).
"Fenomena penistaan agama ketika kegiatan promosi minuman keras menggunakan hafalan Alquran yang dilakukan oleh oknum dalam sebuah festival musik di Jakarta," ujar Muzzammil.
Ia menegaskan bahwa pihak-pihak yang terlibat dalam insiden promosi tersebut harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Bagi PKS, peristiwa viral itu menjadi momentum yang tepat bagi lembaga legislatif dan eksekutif untuk menuntaskan pengesahan RUU Minol.
"Inilah momentum yang tepat bagi DPR dan pemerintah untuk menuntaskan, mengesahkan Rancangan Undang-Undang Larangan Minuman Beralkohol," ucap Muzzammil.
Keluarga sebagai Benteng Utama Ketahanan Bangsa
Muzzammil juga menyoroti persoalan moral yang melanda masyarakat Indonesia. Menurutnya, penanganan masalah tidak boleh berhenti pada tingkat hilir, melainkan harus dimulai dari hulu, yakni keluarga. PKS menyerukan agar seluruh elemen bangsa kembali menjadikan keluarga sebagai benteng pertama dan utama ketahanan nasional.
"Hulunya adalah keluarga. Oleh karena itu, PKS menyerukan agar seluruh keluarga PKS, seluruh elemen bangsa kembali pada keluarga sebagai benteng pertama dan utama ketahanan bangsa," kata Muzzammil.
Ia menjelaskan bahwa kekuatan keluarga berbanding lurus dengan fondasi masyarakat. Ketika keluarga rapuh, segala upaya pembangunan akan berdampak negatif terhadap ketahanan bangsa. Berangkat dari pandangan itu, PKS mendorong pengesahan RUU Ketahanan Keluarga.
"Oleh karena itu dalam momentum kemerdekaan ini, PKS kembali menyerukan untuk menghadirkan Undang-Undang Ketahanan Keluarga yang akan menjadi payung ketahanan keluarga Indonesia," ucap dia.
"Dan PKS telah berjuang pada periode lalu, periode DPR RI 2019-2024 yang belum berhasil dan terus akan kita lanjutkan pada periode ini, insyaallah," sambung Muzzammil.
Tantangan Lain yang Masih Mengancam
Di samping isu miras dan ketahanan keluarga, Muzzammil mengakui bahwa bangsa Indonesia masih menghadapi sejumlah persoalan berat. Korupsi, menurutnya, terus merebak dan merusak kepercayaan publik serta merampas hak rakyat. Di tingkat akar rumput, judi online telah memiskinkan banyak keluarga Indonesia, sementara pinjaman online ilegal semakin mencekik ekonomi rumah tangga.
"Korupsi masih merebak, merusak kepercayaan publik, merampas hak rakyat, dan di grassroot, di tengah masyarakat, judi online telah memiskinkan keluarga Indonesia," terang dia.
"Pinjaman online ilegal telah mencekik mereka. Penyalahgunaan narkoba merusak generasi muda. LGBTQ telah menjadi ancaman terhadap ketahanan nasional," jelas Muzzammil.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Viral Hafalan Alquran Berhadiah Miras PKS Desak?Viral Hafalan Alquran Berhadiah Miras PKS Desak is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Viral Hafalan Alquran Berhadiah Miras PKS Desak matter?Viral Hafalan Alquran Berhadiah Miras PKS Desak matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.