Tuak Keras dan Kasur yang Empuk
Tuak Keras dan Kasur yang Empuk: Kisah Unik Pencuri yang Tertidur di Rumah Orang
Beritaterbaik.com – Tuak Keras dan Kasur yang Empuk menjadi perbincangan hangat di masyarakat Pringsewu setelah peristiwa mencengangkan terjadi pada Selasa pagi, 4 Agustus 2026. Muhammad Aulia Shandi, seorang pemuda berusia 26 tahun, rutin membuka dan membersihkan rumah kosong miliknya di Pekon Wates. Pagi itu, sekitar pukul 08.30 WIB, ia merasakan ada yang berbeda saat memasuki rumah. Suasana terasa berantakan, dan saat memeriksa setiap ruangan, langkahnya terhenti di sebuah kamar. Di atas kasur yang empuk, seorang pria tidur pulas tanpa undangan.
Pria tersebut adalah IM (21 tahun), warga Pekon Blitarejo, Kecamatan Gadingrejo. Ia merupakan seorang residivis yang pernah menjalani hukuman karena kasus pencurian. Malam sebelumnya, IM sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah rest area di pinggir Gadingrejo. Ia masih merasakan rasa tuak keras di lidah ketika memutuskan untuk kembali ke rumah. Teman-temannya satu per satu menghilang, menyisakan jalan panjang menuju Blitarejo yang harus ia tempuh sendirian. Waktu saat itu menunjukkan pukul satu lewat tiga puluh dini hari.
Perjalanan Panjang Menuju Rumah Orang
Dengan kepala yang masih pusing akibat pengaruh minuman keras, IM berjalan tanpa arah yang jelas. Kaki melangkah pelan, sementara pikirannya melayang antara sadar dan tidak. Tiba-tiba, ia melihat sebuah bangunan di Pekon Wates. Rumah itu gelap gulita, tanpa tanda-tanda kehidupan. IM, dengan insting seorang pencuri berpengalaman, langsung merasakan ada kesempatan. Dengan hati-hati, ia mendekati bangunan tersebut.
Niat untuk mencuri mulai muncul. Pintu belakang menjadi target pertama. IM mencoba mencongkel pintu menggunakan linggis, berharap bisa masuk tanpa menimbulkan suara. Namun, usahanya tidak berhasil. Ia tidak putus asa. IM kemudian mencari cara lain. Di sisi belakang rumah, ia menemukan ventilasi kamar mandi. Kaca pada ventilasi itu dipecahkan. Sebuah kursi diletakkan sebagai pijakan. Dengan bantuan kursi tersebut, IM akhirnya berhasil menyusup ke dalam rumah.
Malam itu, pengaruh minuman keras benar-benar membuat IM kehilangan akal sehat. Masa lalu di dalam penjara seolah menjadi hal yang tidak perlu disesali. Setelah berada di dalam rumah, IM mulai mengacak-acak beberapa ruangan. Matanya mencari barang berharga yang bisa dibawa pulang. Namun, malam yang dimulai dengan niat mencuri berubah menjadi cerita yang berbeda. Entah karena kelelahan, pengaruh minuman, atau perjalanan panjang yang belum selesai, tenaga IM terkuras habis. Di salah satu kamar, ia menemukan sebuah kasur. Di luar, udara dingin masih menusuk tulang. Suara binatang malam menjadi pengantar tidur. IM akhirnya menutup malam itu dengan tidur di rumah orang.
Reaksi Warga dan Proses Hukum
Saat terbangun, IM mendapati dirinya sudah dikepung warga. Pelariannya berakhir bahkan sebelum sempat dimulai. Warga kemudian menyerahkan IM kepada personel Polsek Gadingrejo. Kapolres Pringsewu AKBP Dadi Perdana Putra menjelaskan detail kejadian tersebut.
"Pelaku sempat berusaha mencongkel pintu belakang menggunakan linggis. Karena gagal, pelaku memecahkan kaca ventilasi kamar mandi dan masuk ke dalam rumah dengan memanfaatkan kursi sebagai pijakan," kata Dadi, Rabu (5/8/2026).
IM kini menunggu proses hukum setelah peristiwa unik yang terjadi pada Selasa pagi, 4 Agustus 2026. Pemilik rumah, Aulia, tidak membangunkan tamunya yang tidak diundang tersebut. Ia justru menutup dan mengunci pintu kamar dari luar, lalu meminta bantuan warga sekitar. Rumah yang semula sunyi berubah ramai dengan kehadiran warga yang penasaran.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Peristiwa Tuak Keras dan Kasur
1. Kapan peristiwa pencuri tertidur di rumah orang ini terjadi? Peristiwa ini terjadi pada Selasa pagi, 4 Agustus 2026, di Pekon Wates, Pringsewu.
2. Siapa pelaku dan berapa usianya? Pelaku adalah IM, seorang pemuda berusia 21 tahun yang merupakan warga Pekon Blitarejo, Kecamatan Gadingrejo.
3. Bagaimana cara IM masuk ke dalam rumah? Setelah gagal mencongkel pintu belakang, IM memecahkan kaca ventilasi kamar mandi dan menggunakan kursi sebagai pijakan untuk masuk.
4. Mengapa IM tertidur di dalam rumah? IM tertidur karena pengaruh tuak keras, kelelahan setelah perjalanan panjang, dan menemukan kasur yang empuk di dalam rumah.
5. Apa yang dilakukan pemilik rumah saat menemukan IM tertidur? Muhammad Aulia Shandi tidak membangunkan IM. Ia justru mengunci pintu kamar dari luar dan meminta bantuan warga sekitar.