SMPN 2 Depok Berulang Kali Banjir, Disdik Siapkan Langkah Ini
Disdik Depok Siapkan Backflow untuk Cegah Banjir di SMPN 2 Depok
Beritaterbaik.com – Hujan deras kembali menggenangi SMPN 2 Depok hingga ketinggian sekitar 30 sentimeter pada Selasa, 27 Oktober 2026. Peristiwa itu mendorong Dinas Pendidikan Kota Depok menyiapkan langkah penanganan agar air tidak lagi masuk ke area sekolah, terutama ruang kelas dan perkantoran.
Penanganan tersebut dibahas setelah Dinas Pendidikan melakukan peninjauan ke lokasi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang atau DPUPR Kota Depok. Dari pemeriksaan lapangan, terdapat lebih dari satu persoalan yang berkontribusi terhadap banjir, mulai dari luapan sungai hingga aliran pembuangan yang menyempit.
Luapan Sungai dan Saluran yang Menyempit
Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, menyampaikan bahwa posisi air sungai di sekitar sekolah menjadi salah satu faktor utama. Saat volume air meningkat ketika hujan deras, air berpotensi meluap menuju lingkungan SMPN 2 Depok.
“Memang ada luapan air sungai yang posisinya lebih tinggi,” ujar Wahid pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Selain kondisi sungai, petugas juga menemukan adanya penyempitan pada outlet saluran yang terkoneksi ke jalan raya. Saluran tersebut berperan penting dalam mengalirkan air dari kawasan sekitar sekolah. Ketika kapasitasnya tidak memadai, air dapat tertahan dan akhirnya meluber ke area yang lebih rendah, termasuk halaman dan bangunan sekolah.
Masalah drainase menjadi perhatian karena dampaknya langsung terasa terhadap aktivitas pendidikan. Air tidak hanya menggenangi area luar, tetapi juga sempat masuk ke sejumlah ruang kelas serta ruang administrasi sekolah. Kondisi ini membuat pencegahan banjir perlu dilakukan melalui perlindungan sementara sekaligus pembenahan saluran yang lebih menyeluruh.
Katup Backflow untuk Langkah Cepat
Untuk penanganan awal, Disdik Kota Depok akan menerapkan metode backflow di SMPN 2 Depok. Sistem ini dirancang seperti katup yang membantu menahan aliran balik dari saluran agar tidak menerobos masuk ke kawasan sekolah ketika debit air meningkat.
“Jadi kita akan membuat backflow seperti katup air yang menahan sehingga luapan air saluran tidak memasuki SMPN 2 Depok,” jelas Wahid.
Langkah jangka pendek tersebut diprioritaskan agar sekolah memperoleh perlindungan lebih cepat pada saat curah hujan tinggi. Pengerjaan backflow ditargetkan selesai pada November atau Desember 2026. Dengan target itu, pemerintah daerah berharap kejadian genangan seperti yang terjadi pada akhir Oktober tidak kembali terulang.
“Targetnya November atau Desember sudah selesai sehingga tidak ada lagi kejadian seperti sekarang,” ungkap Wahid.
Keberadaan katup pengendali aliran dipandang sebagai upaya untuk membatasi masuknya air dari saluran. Namun, solusi ini berjalan beriringan dengan rencana penanganan lain karena persoalan kapasitas drainase di kawasan sekitar juga perlu ditangani.
Normalisasi Saluran Dekat Puskesmas Depok Jaya
Dalam jangka menengah, DPUPR Kota Depok akan melakukan normalisasi outlet saluran air yang berada di dekat Puskesmas Depok Jaya. Normalisasi ditujukan untuk memperbaiki fungsi saluran dan meningkatkan kemampuannya menampung air saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
Rencana ini relevan karena aliran yang tidak lancar dapat memperbesar risiko genangan. Saluran yang menyempit, sedimen, maupun sampah pada gorong-gorong dapat menghambat pergerakan air. Jika volume air terus bertambah sementara jalurnya terbatas, luapan ke kawasan sekitar menjadi lebih mungkin terjadi.
“Tapi dalam jangka pendek kita akan menyelamatkan dulu sekolah supaya tidak ada air yang masuk dengan metode backflow,” kata Wahid.
Perbaikan outlet diharapkan menjadi bagian dari upaya yang lebih tahan dalam menghadapi hujan deras. Bagi lingkungan sekolah, kelancaran drainase penting untuk menjaga ruang belajar, fasilitas administrasi, dan kegiatan harian tetap dapat digunakan secara aman.
Banjir Disebut Sudah Terjadi dalam Waktu Lama
Kepala SMPN 2 Depok, Suharno, menyebut banjir di sekolah tersebut bukan persoalan baru. Ia mengatakan kondisi serupa telah berlangsung cukup lama, dengan rentang sekitar setengah tahun hingga dua tahun.
“Memang sudah sejak lama, sudah ada setengah sampai dua tahunan,” kata Suharno.
Ia menjelaskan bahwa kali di dekat sekolah dapat meluap ketika tidak mampu menerima debit air hujan. Penyempitan badan kali serta dugaan pendangkalan saluran di sekitar Puskesmas Depok Jaya turut menjadi perhatian. Hambatan pada gorong-gorong, termasuk sampah yang terbawa aliran, juga dapat memperburuk situasi.
“Ketika air mungkin sudah banyak di dalam saluran, maka meluap karena saluran kurang lancar. Apalagi di gorong-gorong itu tersumbat bermacam-macam sampah,” ungkapnya.
Genangan yang terjadi pada 27 Oktober tidak berhenti di halaman sekolah. Air sempat memasuki ruang kelas, ruang kantor, dan ruang kerja kepala sekolah. Situasi tersebut menunjukkan bahwa perbaikan pada jalur air di luar bangunan memiliki pengaruh langsung terhadap kondisi di dalam sekolah.
“Ini masuk ke ruang-ruang kelas maupun ruang kantor. Bahkan ruang saya, kantor saya juga tadi sudah banjir,” sambung Suharno.
Kegiatan Belajar Tetap Berjalan
Meski sekolah terendam, kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan. Sebagian siswa turut membantu pembersihan area sekolah dalam penanganan darurat. Keterlibatan tersebut juga dimaknai sebagai pembelajaran mengenai mitigasi bencana di lingkungan terdekat mereka.
“Saat banjir masih belajar mengajar, ini sebagian ikut saya libatkan untuk bersih-bersih sebagai sebuah pembelajaran, mitigasi,” tutur Suharno.
Sekolah berharap pembenahan tidak hanya berfokus pada perlindungan sementara, tetapi juga pada pelebaran maupun pengawasan gorong-gorong dan saluran air. Dengan aliran yang lebih lancar dan kapasitas yang memadai, risiko air masuk ke ruang belajar saat hujan deras diharapkan dapat ditekan.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is SMPN 2 Depok Berulang Kali Banjir?SMPN 2 Depok Berulang Kali Banjir is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does SMPN 2 Depok Berulang Kali Banjir matter?SMPN 2 Depok Berulang Kali Banjir matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.