beritaterbaik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Sikap KAI Commuter soal Viral Ibu Hirup Kamper

Published September 12, 2026 · Updated September 12, 2026 · By wpmanadmin - beritaterbaik.com

Foto : beritaterbaik.com

KAI Commuter Blacklist Penumpang Usai Video Kamper Viral

Beritaterbaik.com – KAI Commuter menjatuhkan sanksi blacklist kepada seorang penumpang yang terekam dalam video viral sedang mencium kamper bulat berwarna pink di dalam kereta Commuter Line. Langkah tersebut diambil untuk mencegah penumpang yang bersangkutan kembali menggunakan layanan kereta dan mengganggu kenyamanan pengguna lain.

Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, menyampaikan bahwa perusahaan berkomitmen menjaga perjalanan kereta tetap aman serta nyaman bagi seluruh penumpang. Keputusan blacklist itu diumumkan pada Sabtu, 12 September 2026, setelah peristiwa tersebut ramai menjadi perhatian publik di media sosial.

“Untuk mencegah pengguna tersebut naik Commuter Line kembali dan tidak mengganggu pengguna lainnya, KAI Commuter memberikan tindakan blacklist pengguna tersebut,” kata Leza.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan dan ketertiban di transportasi publik membutuhkan peran bersama. Kereta komuter digunakan banyak orang dengan kondisi, kebutuhan, dan tujuan perjalanan yang beragam. Karena itu, tindakan yang membuat orang lain merasa terancam, terganggu, atau tidak nyaman perlu segera ditangani oleh petugas.

Petugas PAM Walka Disiagakan di Perjalanan

Untuk pengamanan perjalanan, KAI Commuter menempatkan petugas Pengamanan Kereta atau PAM Walka di setiap perjalanan Commuter Line. Jumlah petugas yang bertugas berada pada kisaran dua hingga tiga orang untuk satu perjalanan kereta.

Leza menegaskan, tindakan tegas akan diterapkan apabila ditemukan kembali kejadian serupa maupun perilaku lain yang dapat membahayakan penumpang. Penumpang juga diminta tidak ragu melapor saat melihat situasi yang mengganggu ketertiban di dalam gerbong.

“Selanjutnya penumpang bisa langsung melaporkan kepada petugas PAM Walka yang ada di dalam kereta jika melihat tindakan yang membahayakan dan membuat tidak nyaman pengguna agar segera mendapatkan tindak lanjut petugas,” ujar Leza.

Bagi pengguna kereta, pelaporan kepada petugas menjadi langkah penting agar penanganan dapat dilakukan secara tepat. Penumpang dapat mencari petugas PAM Walka di dalam rangkaian kereta ketika menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan, termasuk konflik antarpenumpang atau perilaku yang membuat perjalanan menjadi tidak kondusif.

KAI Commuter mengajak masyarakat untuk ikut memelihara suasana tertib selama menggunakan transportasi publik. Sikap saling menghormati, menjaga ruang bersama, dan menyampaikan laporan melalui petugas merupakan bagian dari upaya menciptakan perjalanan yang lebih nyaman.

“Intinya, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan budaya menggunakan transportasi publik yang tertib, aman, dan nyaman,” tutup Leza.

Video Beredar dari Perjalanan Manggarai-Bogor

Video yang memicu perhatian publik itu awalnya muncul melalui utas akun Threads @elsaazhp. Dalam rekaman tersebut, seorang ibu tampak duduk sambil mencium kamper berbentuk bulat dan berwarna pink. Pemilik akun, Elsa Azzahra, 27 tahun, merupakan penumpang yang berada di kereta saat kejadian berlangsung.

Elsa menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi ketika ia menaiki kereta rute Manggarai-Bogor sekitar pukul 18.30. Sebelum masuk ke area tempat duduk, perempuan dalam video tersebut disebut sudah terdengar marah-marah dengan suara keras dari bagian depan pintu kereta.

“Jadi, kejadian itu bermula saat saya naik kereta balik Manggarai-Bogor sekitar pukul 18.30. Saya dengar ibu itu sangat berisik marah-marah dari depan masuk pintu kereta,” kata Elsa.

Dalam situasi tersebut, Elsa menyebut perempuan itu kemudian mendekati bangku penumpang. Ia dikatakan menepuk Elsa dengan cukup keras, begitu pula sejumlah penumpang lain, agar dapat memperoleh tempat duduk.

“Tidak lama, dia lalu ke arah bangku dan tepuk-tepuk ke saya lumayan agak kencang termasuk beberapa penumpang lain juga agar dia bisa duduk,” sambung Elsa.

Setelah Elsa memberikan kursinya, perempuan tersebut disebut terus berbicara tidak jelas. Tidak lama kemudian, seorang penumpang yang duduk di sebelahnya menutup hidung. Respons itu kemudian dibalas dengan nada yang dinilai mengejek, disertai kemunculan kamper sambil perempuan tersebut masih marah-marah.

“Ibu di sebelahnya tutup hidung. Enggak lama, dia membalas dengan nada agak sedikit mengejek dan mengeluarkan kamper sambil marah-marah,” tutur Elsa.

Penumpang Mengaku Tidak Melihat Penanganan di Gerbong

Elsa mengatakan dirinya tidak melihat adanya petugas di gerbong tempat peristiwa itu terjadi. Selama perjalanan, ia menyebut belum ada penanganan langsung terhadap perempuan tersebut meski suasana di dalam kereta terus mengganggu sejumlah penumpang.

Menurut cerita Elsa, perempuan itu terus melontarkan kemarahan sepanjang perjalanan. Ia juga sempat menuduh seseorang memotretnya dan meminta penumpang membuka galeri telepon genggam. Perjalanan perempuan tersebut berakhir ketika ia turun di Stasiun Tanjung Barat.

“Tidak ada petugas. Pokoknya sepanjang perjalanan, dia marah-marah terus bahkan sempat nuduh orang fotoin, sampai dipaksa membuka galeri handphone, lalu akhirnya dia turun di Stasiun Tanjung Barat,” jelas Elsa.

Insiden ini memperlihatkan pentingnya akses penumpang terhadap bantuan petugas ketika gangguan terjadi di dalam kereta. Dalam kondisi ramai, penumpang sebaiknya menghindari tindakan yang dapat memperbesar ketegangan. Melapor kepada petugas merupakan pilihan yang lebih aman daripada menghadapi situasi seorang diri, terutama jika perilaku seseorang mulai mengarah pada ancaman atau membuat penumpang lain tidak nyaman.

Dengan sanksi blacklist yang telah diberikan, KAI Commuter menegaskan bahwa penggunaan Commuter Line tetap harus mengikuti prinsip keamanan, ketertiban, dan penghormatan terhadap sesama pengguna.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Sikap KAI Commuter soal Viral Ibu Hirup?

Sikap KAI Commuter soal Viral Ibu Hirup is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Sikap KAI Commuter soal Viral Ibu Hirup matter?

Sikap KAI Commuter soal Viral Ibu Hirup matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.