Pramono Izinkan Wartawan Liput TPS Ilegal, Siap Beri Pengawalan
Pramono Anung: Wartawan Bebas Meliput TPS Ilegal, Pemerintah Siap Mengawal
Beritaterbaik.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan kembali bahwa para jurnalis tidak akan diganggu saat meliput lokasi pembuangan sampah liar di wilayah Ibukota. Keputusan ini diambil menyusul laporan dari beberapa awak media yang merasa terintimidasi ketika meliput aktivitas di TPS ilegal Nagrak, Cilincing, Jakarta Utara.
Pihak Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk memberikan pendampingan penuh kepada wartawan yang bertugas di lapangan. Dukungan tersebut bisa berupa kehadiran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) atau aparat penegak hukum lainnya yang siap mengamankan proses peliputan.
"Nanti kalau memang mau ke sana perlu didampingin sama Satpol PP atau aparat penegak hukum, kami akan lakukan pendampingan," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Keterbukaan dalam Penertiban Sampah
Menurut Gubernur, kehadiran media sangat penting untuk memastikan bahwa proses penertiban pengelolaan sampah berjalan secara transparan dan terbuka bagi publik. Ia sendiri aktif memantau perkembangan situasi di lapangan, tidak hanya melalui laporan tertulis tetapi juga tayangan televisi.
"Kebetulan saya nonton," ujarnya merujuk pada pemberitaan yang ia saksikan secara langsung.
Pramono menekankan bahwa masalah sampah di Jakarta memerlukan penanganan serius dan komprehensif. Ia menyadari bahwa langkah penertiban pasti akan berhadapan dengan berbagai pihak yang selama ini menikmati keuntungan dari praktik pembuangan sampah yang melanggar aturan.
"Saudara-saudara sekalian, untuk menangani persoalan sampah ini enggak bisa bimsalabim. Orang sudah banyak yang mendapatkan kenikmatan dari itu," ungkap Pramono.
Tekad Tidak Mundur
Meskipun kebijakan pembenahan sistem persampahan berpotensi menimbulkan tekanan maupun serangan terhadap dirinya, Pramono menyatakan keteguhannya untuk tidak mundur. Ia meyakini bahwa langkah ini ultimately akan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Jakarta.
"Pasti nanti banyak juga yang kemudian menyerang saya sebagai Gubernur, tapi saya enggak akan mundur untuk apa? Untuk pembenahan sampah di Jakarta. Dan ini untuk kebaikan kita bersama," katanya.
Pemprov DKI Jakarta akan terus melanjutkan upaya penertiban, termasuk menindak praktik pembuangan sampah yang tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku di Ibukota.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pramono Izinkan Wartawan Liput TPS Ilegal?Pramono Izinkan Wartawan Liput TPS Ilegal is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pramono Izinkan Wartawan Liput TPS Ilegal matter?Pramono Izinkan Wartawan Liput TPS Ilegal matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.