Pramono Ingin Wilayah Ini Menyerupai Myeongdong di Jakarta
Jakarta Siapkan Koridor Wisata Baru dari Pasar Baru hingga Kota Tua
Beritaterbaik.com – Pengembangan kawasan bersejarah di Jakarta Pusat dan Jakarta Barat disiapkan melalui konektivitas MRT yang akan menghubungkan Pasar Baru, Pecinan Glodok, dan Kota Tua. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menempatkan tiga kawasan tersebut dalam satu gagasan besar: ruang kota yang hidup, mudah dijangkau, serta menawarkan pengalaman kuliner, sejarah, dan rekreasi.
Rencana itu dibangun seiring persiapan proyek MRT yang ditargetkan mulai dikerjakan pada tahun depan. Pramono menyampaikan bahwa penyelesaian jaringan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan antarkawasan yang selama ini masing-masing telah memiliki identitas kuat.
“Ketika proyek MRT selesai pada tahun 2027 dan akhirnya rampung sampai ke Kota Tua pada tahun 2029, Jakarta telah bersiap memadukan Pasar Baru, Pecinan Glodok, dan Kota Tua,” kata dia di kawasan Jakarta Pusat, Jumat (23/10/26).
Pasar Baru Diarahkan Menjadi Pusat Kuliner 24 Jam
Pasar Baru diproyeksikan mengambil peran sebagai pusat peradaban baru di Jakarta. Kawasan ini akan didorong menjadi tujuan kuliner yang tetap aktif selama 24 jam, dengan pilihan makanan dari beragam daerah dan latar budaya.
Konsep tersebut bukan hanya berkaitan dengan tempat makan. Kehidupan kawasan pada malam hari, kemudahan akses transportasi, serta suasana yang nyaman bagi pejalan kaki akan menjadi bagian penting apabila Pasar Baru ingin berkembang sebagai magnet kunjungan. Kawasan yang beroperasi lebih lama juga dapat memberi alasan bagi warga dan wisatawan untuk tinggal lebih lama di pusat kota.
Pramono berharap Pasar Baru dapat menghadirkan nuansa seperti Myeongdong, kawasan ramai di Seoul yang dikenal sebagai tujuan belanja dan kuliner. Gambaran itu digunakan sebagai arah pengembangan, terutama untuk menciptakan kawasan yang dinamis dan menawarkan banyak pilihan sajian dalam satu area.
“Artinya, Pasar Baru akan dikhususkan bagi ragam sajian makanan dari mana saja, dan saya berharap kawasan ini bisa sedikit menyerupai Myeongdong di Jakarta,” ungkap dia.
Karakter Pasar Baru yang sudah dikenal sebagai kawasan perdagangan memberi dasar bagi rencana tersebut. Dengan penguatan fungsi kuliner, kawasan ini diharapkan tidak hanya menjadi lokasi aktivitas belanja pada jam tertentu, tetapi juga ruang pertemuan bagi warga dari berbagai latar belakang.
Pecinan Glodok Menonjolkan Sejarah dan Identitas Komunitas
Pecinan Glodok akan menjadi bagian lain dari jalur yang hendak dipadukan. Kawasan ini disiapkan dengan penekanan pada kekayaan sejarahnya sebagai salah satu representasi kehidupan komunitas Tionghoa di Jakarta. Pengalaman berkunjung tidak semata diarahkan pada transaksi perdagangan, melainkan juga pada suasana kawasan, jejak budaya, dan ruang santai bagi pengunjung.
Penggabungan Pasar Baru, Glodok, dan Kota Tua dapat membuat perjalanan di antara ketiganya terasa sebagai rangkaian pengalaman yang utuh. Pasar Baru menawarkan ragam kuliner, Glodok memperlihatkan identitas Pecinan, sementara Kota Tua menjadi tujuan untuk bersantap dan menikmati waktu luang. MRT diposisikan sebagai penghubung yang memungkinkan perpindahan antartitik dilakukan dengan lebih praktis.
Penataan seperti ini juga menuntut perhatian pada pengalaman pengunjung setelah turun dari transportasi umum. Akses menuju lokasi, kenyamanan berjalan kaki, penunjuk arah, serta aktivitas di sekitar kawasan akan menentukan apakah konektivitas baru benar-benar mendorong kunjungan yang lebih tinggi.
Kota Tua Disiapkan untuk Wisata Bersantap dan Bersantai
Di Kota Tua, pemerintah daerah melihat peluang pengembangan bagi pengunjung dari kalangan menengah ke atas. Kawasan tersebut diarahkan menjadi tempat untuk menikmati hidangan, bersantai, dan menjalani aktivitas rekreasi lainnya. Arah ini tetap bertumpu pada posisi Kota Tua sebagai salah satu kawasan bersejarah Jakarta.
“Pada akhirnya, di Kota Tua, peruntukannya adalah untuk kalangan menengah ke atas, tempat bersantap dan bersantai, dan semacamnya,” tutur Pramono.
Pengembangan Kota Tua bersama dua kawasan lain dapat memperluas pilihan wisata perkotaan tanpa memisahkan unsur sejarah dari aktivitas ekonomi. Bagi pengunjung, perjalanan tidak berhenti pada melihat bangunan atau menikmati suasana lama, tetapi juga dapat mencakup kuliner, kegiatan kreatif, serta waktu bersantai dalam satu koridor kota.
Pramono juga menyampaikan dukungan terhadap sinergi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif untuk mendorong perkembangan Kota Tua. Keterlibatan unsur kreatif diharapkan membuat kawasan tersebut menjadi lebih semarak dan berwarna.
“Saya percaya, di bawah arahan Bapak Menteri, kita dapat bersinergi membangun Kota Tua. Saya berharap tahun depan, tahun 2028, kita sudah mulai bekerja sama untuk Kota Tua,” tandas Pramono.
Target penyelesaian MRT pada 2027, kemudian perpanjangan hingga Kota Tua pada 2029, menjadi penanda penting bagi rencana ini. Sementara itu, kerja sama pengembangan Kota Tua diharapkan mulai berjalan pada 2028. Tahapan tersebut menunjukkan bahwa perubahan kawasan tidak diposisikan sebagai proyek tunggal, melainkan sebagai upaya menghubungkan transportasi, kuliner, sejarah, dan ekonomi kreatif.
Apabila seluruh rencana berjalan sesuai arah yang disampaikan, Pasar Baru, Pecinan Glodok, dan Kota Tua berpotensi tampil sebagai satu jalur kunjungan perkotaan. Masing-masing tetap membawa cirinya sendiri, namun saling melengkapi dalam menawarkan wajah Jakarta yang aktif dari siang hingga malam.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Pramono Ingin Wilayah Ini Menyerupai Myeongdong?Pramono Ingin Wilayah Ini Menyerupai Myeongdong is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Pramono Ingin Wilayah Ini Menyerupai Myeongdong matter?Pramono Ingin Wilayah Ini Menyerupai Myeongdong matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.