beritaterbaik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Pramono Bakal Benahi Kampung Bali Tanpa Gusur Warga

Published Oktober 6, 2026 · Updated Oktober 6, 2026 · By wpmanadmin - beritaterbaik.com

Foto : beritaterbaik.com

Pramono Siapkan Penataan Kampung Bali Tanpa Relokasi Warga

Beritaterbaik.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan pembenahan menyeluruh untuk Kampung Bali serta sejumlah kawasan di sekitarnya di Jakarta Pusat. Program itu ditegaskan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam peluncuran Konsep Desain Transformasi Blok M Fase Ultimate di Blok M Hub, Selasa, 6 Oktober 2026.

Penataan juga mencakup kawasan Tanah Abang, Kebon Melati, dan Kebon Kacang. Pemerintah menempatkan proyek ini sebagai upaya memperbaiki kualitas lingkungan permukiman di area yang lokasinya sangat dekat dengan berbagai pusat aktivitas Jakarta.

“Kebetulan hari ini di Balai Kota ada rapat paripurna. Salah satu yang diputuskan adalah melakukan pembenahan di Tanah Abang, di Kebon Melati, Kebon Kacang, Kampung Bali,” ujar Pramono.

Kawasan Dekat Pusat Kota yang Memerlukan Perhatian

Pramono menyoroti kontras antara posisi kawasan tersebut dengan kondisi lingkungannya. Kampung Bali dan wilayah sekitarnya berada tidak jauh dari Istana, Balai Kota, serta Bundaran HI, namun masih memiliki persoalan kekumuhan yang membutuhkan penanganan serius.

“Tidak jauh dari istana, tidak jauh dari Balai Kota, tidak jauh dari Bundaran HI, tetapi salah satu tempat yang paling kumuh adalah di tempat itu,” ucap Pramono.

Karena itu, pembenahan tidak dirancang sekadar sebagai pekerjaan fisik pada titik tertentu. Pemerintah DKI ingin menata kawasan secara lebih utuh, dengan memperhatikan kondisi hunian, ruang lingkungan, persoalan air, serta kebutuhan sosial masyarakat yang tinggal di sana.

“Maka tadi saya sudah memutuskan bahwa Pemerintah DKI Jakarta akan melakukan pembenahan sepenuhnya kawasan itu,” sambung dia.

Langkah tersebut penting karena kualitas lingkungan tempat tinggal memengaruhi kehidupan sehari-hari warga. Penataan kawasan yang padat memerlukan pendekatan yang tidak hanya menyoroti bangunan, tetapi juga akses, keamanan, kebersihan, serta keberlanjutan kehidupan warga setelah perbaikan dilakukan.

Tidak Ada Penggusuran dalam Rencana Pembenahan

Pramono memastikan penataan Kampung Bali tidak akan ditempuh melalui penggusuran penduduk. Pemerintah akan mempertahankan masyarakat yang telah tinggal di kawasan itu sambil melakukan perbaikan lingkungan secara bertahap dan lebih tertata.

“Prinsipnya adalah menata kawasan, kita tidak menggusur masyarakatnya, tetapi melakukan perbaikan dan ini akan menjadi role model Jakarta pembenahan di kemudian hari,” kata dia.

Pernyataan itu menegaskan arah kebijakan yang menempatkan warga sebagai bagian dari proses pembenahan. Dalam kawasan permukiman padat, penghindaran relokasi menjadi hal penting karena warga memiliki aktivitas ekonomi, hubungan sosial, dan kebutuhan keseharian yang melekat dengan lingkungan tempat mereka tinggal.

Pramono juga menyebut keberadaan rumah-rumah ibadah di area tersebut sebagai salah satu pertimbangan dalam penataan. Masjid, musala, dan fasilitas keagamaan lain yang berada di kawasan itu akan tetap diperhatikan ketika rancangan perbaikan lingkungan dijalankan.

“Tetapi intinya adalah kami melakukan pembenahan tidak menggusur karena di dalam, di atas sungai itu kebetulan ada rumah-rumah ibadah seperti masjid, musala, dan sebagainya. Tentunya akan kami tata menjadi lebih rapi dengan apa, perkembangan teknologi sekarang mudah-mudahan nanti tempat itu menjadi tempat yang tertata dengan baik,” tandas Pramono.

Ruas Sepanjang 2,3 Kilometer Disebut Belum Tertangani Baik

Salah satu perhatian pemerintah berada pada ruas di Kampung Bali dan Kebon Kacang yang panjangnya sekitar 2,3 kilometer. Pramono menyampaikan bahwa area tersebut telah hampir enam dekade belum memperoleh penanganan yang layak.

“Ada ruas yang udah hampir 60 tahun tempat itu kurang lebih 2,3 kilometer tidak tertangani secara baik, secara jujur saya harus mengatakan itu,” kata dia.

Kondisi hunian di wilayah itu juga menjadi alasan perlunya pembenahan. Pramono menggambarkan adanya rumah berukuran 3 x 4 meter yang dihuni hingga 15 orang. Dalam situasi seperti itu, penghuni bahkan harus bergantian waktu tidur dalam tiga giliran.

“Tentunya saya menginginkan masyarakat Jakarta, apalagi ini tidak jauh dari pusat keramaian Jakarta, Bundaran HI, Balai Kota, Istana, maka kami melakukan perbaikan kawasan secara menyeluruh,” terang Pramono.

Gambaran tersebut menunjukkan bahwa tantangan penataan tidak berhenti pada pembaruan tampilan kawasan. Kepadatan hunian dan kebutuhan warga menjadi bagian penting yang perlu dipertimbangkan dalam setiap tahapan pembangunan. Perbaikan yang direncanakan pemerintah diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih layak tanpa memutus kehidupan sosial masyarakat setempat.

Kolaborasi Dinas dan Sumber Pendanaan

Dua unsur utama disebut akan terlibat dalam pembenahan ini, yakni Dinas Sumber Daya Air dan dinas terkait, terutama Dinas Sosial. Pelibatan Dinas Sumber Daya Air berkaitan dengan kondisi kawasan, termasuk area di atas sungai, sedangkan peran Dinas Sosial dibutuhkan karena persoalan sosial di lingkungan tersebut dinilai cukup besar.

Pendanaan penataan akan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah DKI Jakarta. Selain APBD, pemerintah juga berencana memanfaatkan dana tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR serta skema SLF KLB untuk mendukung pembangunan.

“Maka anggaran yang akan dilakukan adalah, yang pertama tentunya dari APBD, yang kedua kita akan menggunakan dana-dana dari CSR dan juga SLF KLB untuk melakukan pembangunan di tempat itu. Angkanya sebenarnya sudah keluar, tapi saya belum bisa menyampaikan kepada publik,” papar Pramono.

Nilai anggaran belum disampaikan kepada publik. Meski demikian, keputusan untuk menggabungkan beberapa sumber pembiayaan memperlihatkan bahwa penataan kawasan ini dipersiapkan sebagai proyek yang membutuhkan dukungan lintas sektor.

Apabila berjalan sesuai rencana, pembenahan Kampung Bali dapat menjadi contoh penataan permukiman di Jakarta yang mengutamakan perbaikan kualitas hidup warga tanpa penggusuran. Fokusnya bukan hanya membuat kawasan tampak lebih rapi, melainkan juga membangun lingkungan yang lebih tertata bagi masyarakat yang selama ini tinggal di sana.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Pramono Bakal Benahi Kampung Bali Tanpa?

Pramono Bakal Benahi Kampung Bali Tanpa is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Pramono Bakal Benahi Kampung Bali Tanpa matter?

Pramono Bakal Benahi Kampung Bali Tanpa matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.