Polisi Bongkar Peran 8 Awak Kapal di Balik Penyelundupan 1,3 Ton Ketamin
Polisi Ungkap Peran Delapan Nelayan Myanmar dan Taiwan dalam Kasus Penyelundupan Ketamin
Beritaterbaik.com – Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri telah membawa delapan kru kapal MV King Sun ke ibu kota. Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan yang menyelidiki dugaan penyelundupan 1,298 ton atau sekitar 1,3 ton zat narkotika jenis ketamin di wilayah Kepulauan Riau.
Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Pol Zulkarnain Harahap, menjelaskan secara rinci fungsi masing-masing tersangka. Dari kelompok delapan orang ini, tujuh merupakan warga negara Myanmar, sedangkan satu orang lainnya berasal dari Taiwan dengan jabatan sebagai manajer.
"Yang delapan itu, yang pertama adalah kapten, kemudian ada satu orang manajer yang warga negara Taiwan," kata Zulkarnain, dikutip Jumat (14/8/2026).
Struktur Tim dan Tugas Masing-Masing
Selain kapten dan manajer, terdapat satu tersangka yang bertanggung jawab di bagian mesin kapal. Lima anggota lainnya merupakan anak buah kapal (ABK) yang semuanya berasal dari Myanmar. Polisi telah menghubungi kedutaan besar negara asal para tersangka untuk proses penetapan status tersangka dan penahanan.
"Baik warga negara Myanmar sebanyak tujuh orang dan satu orang warga negara Taiwan sudah kita surati ke kedutaan bahwasanya yang bersangkutan kita tetapkan tersangka dan dilakukan penahanan," ucapnya.
Riwayat Pengiriman dan Bonus
Zulkarnain mengungkapkan bahwa kedelapan tersangka ini bukan pertama kali melakukan aksi penyelundupan. Mereka telah melakukan pengiriman ketamin sebanyak tiga kali sebelumnya. Dua pengiriman pertama dituju ke Filipina dan Taiwan.
"Yang pertama bulan Februari yang dikirimkan ke Filipina, jumlahnya hampir sama antara 60 sampai 65 karung," kata Zulkarnain.
"Kemudian yang kedua dibawa ke Taiwan, jumlahnya hampir sama. Dan masing-masing orang ataupun ABK mendapatkan bonus di luar dari gaji bulanannya," sambungnya.
Pada pengiriman ketiga, para kru akhirnya tertangkap oleh petugas gabungan. Setiap anggota tim menerima tambahan uang di luar gaji bulanan sebagai bonus.
Detail Gaji dan Bonus
Polisi mengungkap besaran gaji yang berbeda-beda sesuai posisi di kapal. Kapten menerima US$3.000 per bulan, Chief Engineer US$2.800, Chief Officer US$2.500, Engineer US$1.800, Able Seaman US$1.200, Second Engineer US$1.200, dan koki US$1.000.
Pengendali kapal mendapat gaji sebesar 50.000 dolar Taiwan setiap bulan. Selain itu, pengendali juga menerima bonus 100.000 dolar Taiwan untuk setiap kali pengantaran selesai. Para ABK dijanjikan bonus sebesar US$10.000 setelah pekerjaan selesai.
Dasar Hukum dan Penyelidikan Lanjutan
Para tersangka didakwa melanggar Pasal 435 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Undang-undang tersebut mengatur bahwa barang siapa memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi atau alat kesehatan yang tidak sesuai dengan standar mutu, keamanan, dan khasiat diancam dengan hukuman 12 tahun penjara.
Polisi masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan warga negara Indonesia dalam jaringan penyelundupan ini. Penyelidikan mencakup pihak yang diduga menjadi pemilik barang maupun sponsor utama.
"Kita masih melakukan penyelidikan. Mohon doa supaya penyelidikan kita lebih mendalam, baik yang berada di wilayah Indonesia maupun yang pemilik barang ataupun yang menjadi sponsornya," katanya.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Polisi Bongkar Peran 8 Awak Kapal?Polisi Bongkar Peran 8 Awak Kapal is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Polisi Bongkar Peran 8 Awak Kapal matter?Polisi Bongkar Peran 8 Awak Kapal matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.