beritaterbaik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Peredaran Narkoba di Kampung Bahari Sulit Diberantas Meski Sering Digerebek

Published Agustus 13, 2026 · Updated Agustus 13, 2026 · By beritaterbaik - beritaterbaik.com

Peredaran Narkoba di Kampung Bahari Sulit Diberantas Meski Sering Digerebek

Kawasan Strategis di Tepi Laut

Beritaterbaik.com – Kampung Bahari terletak di Tanjung Priok, Jakarta Utara, dan telah lama dikenal sebagai wilayah yang sarat dengan masalah narkoba. Kedekatannya dengan pelabuhan menjadikan tempat ini lokasi ideal bagi para mafia narkoba, mulai dari pengedar kecil hingga bos besar, untuk menjalankan bisnis ilegal mereka. Dengan populasi yang padat dan kontrol sosial yang minim, kawasan ini menjadi 'surga' bagi peredaran narkoba, khususnya di Jakarta. Nama 'Bahari' sendiri mengacu pada lokasinya yang bersebelahan dengan laut dan pelabuhan.

Kompleksitas Masalah Narkoba

Berdasarkan penelitian Aldrin Hutabarat yang berjudul "Kampung Bahari Kampung Narkoba di Jakarta Utara" (2024), masalah narkoba di kawasan ini tergolong kompleks. Struktur jaringan pemasok, pengedar, dan pemakai saling berkelindan, memanfaatkan jaringan pertemanan, kekerabatan, dan komunitas tertentu untuk mendistribusikan narkoba. Untuk memperluas jangkauan, gembong narkoba memanfaatkan bandar-bandar kecil yang tersebar di berbagai titik kampung.

Kampung Bahari masuk dalam kategori kampung narkoba karena memenuhi tujuh kriteria pokok, yaitu: terdapat kasus tindak pidana narkoba, adanya tindak pidana kekerasan, adanya pengedar, adanya pemakai, adanya bukti narkoba, sebagai pintu masuk barang haram, dan kurir narkoba. Sementara tiga kriteria pendukungnya antara lain, banyaknya tempat hiburan malam, angka kemiskinan yang tinggi, dan minimnya fasilitas umum.

Tingginya angka kemiskinan dan kurangnya pendidikan yang dibarengi dengan lemahnya penegakan hukum, menjadi penyebab utama yang membuat aktivitas peredaran narkoba di Kampung Bahari sulit diberantas. Aldrin juga menyebutkan, perlindungan yang diberikan oknum aparat dan tokoh masyarakat setempat menjadikan persoalan narkoba di Kampung Bahari menjadi sangat kompleks.

Riwayat Penggerebekan Polisi

Pihak kepolisian juga telah beberapa kali melakukan upaya pemberantasan narkoba di Kampung Bahari. Tercatat hingga tahun 2026, terjadi belasan kali peristiwa penggerebekan yang dilakukan polisi.

Pada 8 November 2013, polisi menangkap dua warga Kampung Bahari berinisial JN (48) dan HR (31). Keduanya ditangkap karena diduga menjadi pengedar narkoba jenis ganja. Dalam pemeriksaan, kedua tersangka mengaku menjual ganja kepada anak buah kapal (ABK), nelayan, serta pekerja angkut harian yang beraktivitas di kawasan Tanjung Priok. Transaksi narkoba tersebut dilakukan di Kampung Bahari. Adapun pasokan ganja disebut berasal dari sejumlah daerah, termasuk Pulau Sumatera dan Cianjur, Jawa Barat.

Setahun kemudian, polisi kembali melakukan penindakan. Pada Sabtu (8/11/2014), ratusan personel gabungan Polres Jakarta Utara dan Brigade Mobil (Brimob) Polda Metro Jaya menggerebek kawasan Kampung Bahari 2, RT 02/RW 14, Nomor 253, Karapan Sapi, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Penggerebekan dipimpin Kapolda Metro Jaya saat itu Irjen Pol Unggung Cahyono bersama Kapolres Jakarta Utara Kombes Pol M Iqbal.

Dari sekitar 300 kasus narkoba yang ditangani sepanjang Januari-Oktober 2014, sebanyak 75 persen di antaranya berkaitan dengan Kampung Bahari.

Dari hasil penyidikan dan tes urine, sebanyak 38 orang diamankan setelah dinyatakan positif menggunakan narkoba.

Penindakan kembali dilakukan dua tahun kemudian. Ratusan personel Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Utara dikerahkan untuk menggerebek kawasan Kampung Bahari pada Sabtu (30/1/2016). Operasi tersebut dipimpin langsung Kapolres Metro Jakarta Utara saat itu, Kombes Pol Daniel Tifaona. Dalam penggerebekan, polisi menemukan puluhan senjata tajam yang diduga milik bandar narkoba. Polisi juga menyita 50 gram sabu serta 16 bungkus sabu berukuran kecil yang ditemukan di saku celana jeans abu-abu milik salah satu tersangka.

Untuk saat ini kami mengamankan 37 orang, mereka akan menjalani tes urine dulu,

kata Wakapolres Metro Jakarta Utara saat itu AKBP Yuli Kurniawan di lokasi.

Perkembangan Terbaru

Peredaran narkoba di Kampung Bahari kembali terungkap pada 2019. Pada 15 Mei, jajaran Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mengamankan seorang bandar narkotika di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Tersangka diketahui bernama Hendriana Salomonia alias Ria binti Yohanes (29). Dari penangkapan tersebut, polisi menyita ribuan pil ekstasi.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Peredaran Narkoba di Kampung Bahari

Apa yang membuat peredaran narkoba di Kampung Bahari sulit diberantas?

Beberapa faktor utama meliputi tingginya angka kemiskinan, lemahnya penegakan hukum, perlindungan dari oknum aparat dan tokoh masyarakat, serta struktur jaringan narkoba yang kompleks dan saling berkelindan.

Berapa kali penggerebekan dilakukan hingga tahun 2026?

Tercatat hingga tahun 2026, terjadi belasan kali peristiwa penggerebekan yang dilakukan polisi di kawasan Kampung Bahari untuk memberantas peredaran narkoba.

Apa saja kriteria yang menjadikan Kampung Bahari sebagai kampung narkoba?

Kampung Bahari memenuhi tujuh kriteria pokok: kasus tindak pidana narkoba, tindak pidana kekerasan, adanya pengedar, pemakai, bukti narkoba, sebagai pintu masuk barang haram, dan kurir narkoba. Tiga kriteria pendukungnya adalah banyaknya tempat hiburan malam, angka kemiskinan tinggi, dan minimnya fasilitas umum.

Bagaimana peran pelabuhan dalam peredaran narkoba di kawasan ini?

Kedekatan dengan pelabuhan menjadikan Kampung Bahari lokasi ideal bagi para mafia narkoba untuk menjalankan bisnis ilegal mereka. Pelabuhan juga berfungsi sebagai pintu masuk barang haram dari berbagai daerah, termasuk Pulau Sumatera dan Cianjur.

Related Reading