Nadiem Beberkan Alasan Transaksi Rp 809 M Murni Rekayasa
Nadiem Makarim Tegaskan Lagi Transaksi Rp 809 Miliar Bukan Miliknya
Beritaterbaik.com – Jakarta – Terdakwa dalam perkara dugaan korupsi pengadaan Chromebook, Nadiem Makarim, kembali menegaskan posisi bahwa dirinya tidak pernah menerima uang senilai Rp 809 miliar yang menjadi pusat perhatian kasus ini. Pernyataan tegas tersebut disampaikan setelah ia menjalani sidang banding lanjutan di Pengadilan Tinggi Jakarta pada hari Rabu, 12 Agustus 2026.
Kebantahan Nadiem muncul menyusul kesaksian yang diberikan oleh Andre Sulistyo, mantan Direktur Utama PT AKAB dan PT GOTO yang menjabat pada periode 2015 hingga 2023. Menurut Nadiem, keterangan Andre semakin memperkuat fakta bahwa transaksi administratif antara PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) dan PT Gojek Indonesia tidak ada kaitannya dengan kepentingan pribadinya.
Penjelasan Lengkap dari Nadiem
Setelah sidang berakhir, Nadiem menyampaikan bahwa seluruh bukti yang ada di persidangan menunjukkan tidak ada satu rupiah pun yang masuk ke rekeningnya. Ia juga menegaskan bahwa Google tidak terlibat langsung dan tidak ada keuntungan pribadi yang diperoleh siapapun dari transaksi tersebut.
"Hari ini, kami membuktikan sekali lagi bahwa semua bukti fakta persidangan menunjukkan tidak ada satu rupiah pun diterima oleh saya, tidak ada hubungannya dengan saya, tidak ada hubungannya dengan Google, dan tidak ada keuntungannya didapatkan siapa pun daripada transaksi administratif ini saja," ujar Nadiem.
Nadiem menjelaskan bahwa dokumen transfer bank serta dokumen notaris yang telah diserahkan ke pengadilan membuktikan bahwa dana tersebut tidak pernah ia terima. Ia menilai bahwa pengaitan transaksi Rp 809 miliar dengan dirinya merupakan sebuah kekeliruan dalam proses investigasi.
Rekayasa yang Terjadi Sejak Era Jampidsus Lama
Angka Rp 809 miliar tersebut menurut Nadiem merupakan hasil rekayasa yang terjadi sejak masa Jampidsus lama. Ia menyebut bahwa angka ini dibuat seolah-olah memiliki hubungan dengan dirinya maupun dengan Google, padahal kenyataannya berbeda.
"Ini sudah sangat hitam putih membuktikan dengan berbagai dokumentasi bank transfer, dokumentasi notaris, dan lain-lain yang membuktikan bahwa angka Rp 809 miliar ini adalah murni rekayasa yang dilakukan pada saat di era Jampidsus lama, di mana angka ini dibuat seolah-olah ada hubungannya dengan saya, seolah-olah ada hubungannya dengan Google," kata Nadiem.
Nadiem menambahkan bahwa ia masih bingung mengapa hingga saat ini ia harus terus membela diri padahal bukti-bukti sudah jelas dan terbukti. Ia mempertanyakan apakah ini murni kekeliruan investigasi atau memang ada penzoliman yang dilakukan secara sengaja.
Kesaksian Andre Sulistyo dan Adesty Kamelia Usman
Persidangan kali ini menghadirkan dua saksi penting, yaitu Andre Sulistyo dan Adesty Kamelia Usman yang merupakan Komisaris PT AKAB/PT GOTO periode 2023-2024. Nadiem menyampaikan rasa syukurnya karena para hakim Pengadilan Tinggi sangat terbuka dan ingin mendengar fakta-fakta persidangan secara lengkap.
"Alhamdulillah saksi hari ini berhasil dan alhamdulillah juga hakim-hakim sangat terbuka, hakim Pengadilan Tinggi, dan ingin mendengar fakta-fakta persidangan ini dan memberikan waktu untuk mengutarakan fakta-fakta tersebut. Jadi untuk itu saya sangat berterima kasih," tuturnya.
Andre Sulistyo memberikan penjelasan rinci mengenai transaksi Rp 809 miliar antara PT AKAB dan PT Gojek Indonesia yang terjadi pada Oktober 2021. Andre menegaskan bahwa tidak ada satupun sen pun dana dari transaksi tersebut yang keluar dari ekosistem kas kedua perusahaan, termasuk tidak ada yang masuk ke Nadiem.
"Tidak ada uang satu sen pun yang masuk di luar ekosistem kas PT AKAB atau PT GI," ujar Andre.
Transaksi sebagai Bagian Restrukturisasi Menuju IPO
Menurut Andre, transaksi tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi perusahaan yang dilakukan menjelang proses penawaran umum perdana saham atau IPO yang akhirnya berlangsung pada April 2022. Pada saat itu, PT Gojek Indonesia tercatat memiliki utang sebesar Rp 809 miliar kepada PT AKAB.
PT AKAB kemudian mengeluarkan saham baru dengan nilai yang sama sebagai bagian dari proses restrukturisasi. Andre menjelaskan bahwa saham baru ini bukan dibeli dari pemegang saham yang sudah ada, melainkan dikeluarkan sesuai jumlah Rp 809 miliar.
"Apa yang terjadi adalah kami PT AKAB dengan persetujuan seluruh pemegang saham di PT Gojek Indonesia, mengeluarkan saham baru, bukan membeli saham dari pemegang saham yang eksisting. Yakni mengeluarkan saham baru dengan jumlah sesuai Rp 809 miliar tersebut," jelas Andre.
Dana tersebut ditransfer oleh PT AKAB ke PT Gojek Indonesia pada tanggal 13 Oktober 2021 sebagai setoran saham baru dan masuk ke dalam kas perusahaan. Namun, pada hari yang sama, dana tersebut kembali ditransfer ke PT AKAB untuk melunasi utang PT Gojek Indonesia beserta bunga yang telah berjalan.
"Yang kejadian adalah uang yang ditransfer dari PT AKAB terhadap PT Gojek Indonesia adalah untuk setoran saham baru. Jadi uang tersebut masuk ke dalam kas perusahaan PT Gojek Indonesia. Kejadiannya tanggal 13 Oktober 2021," paparnya.
Andre menegaskan bahwa bukti bank statement telah diserahkan kepada para penasihat hukum dan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Ketika ditanya secara khusus apakah uang Rp 809 miliar tersebut pernah diterima Nadiem, Andre menjawab dengan tegas bahwa tidak pernah.
"Tidak. Sesuai yang saya jelaskan, uang itu dari PT AKAB masuk ke kas perseroan PT Gojek Indonesia, hari yang sama uang yang sama Rp 809 miliar sekian-sekian itu masuk kembali ditransfer kembali ke PT AKAB. Jadi uang itu tidak pernah keluar dari kas PT AKAB ataupun dari," terang Andre.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Nadiem Beberkan Alasan Transaksi Rp 809 M?Nadiem Beberkan Alasan Transaksi Rp 809 M is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Nadiem Beberkan Alasan Transaksi Rp 809 M matter?Nadiem Beberkan Alasan Transaksi Rp 809 M matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.