beritaterbaik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Muslihat Daster dan Kerudung Bunga

Published Agustus 15, 2026 · Updated Agustus 15, 2026 · By beritaterbaik - beritaterbaik.com

Muslihat Daster dan Kerudung Bunga: Strategi Unik Penyamaran Pencuri di Palembang

Beritaterbaik.com – Muslihat Daster dan Kerudung Bunga menjadi sorotan publik setelah dua pria berhasil tertangkap dengan modus penyamaran yang cukup unik. Sukiwan dan Ari Ardiansyah, dua warga Kecamatan Sako, Kota Palembang, ditangkap di kediaman masing-masing pada 5 Juli 2026. Keduanya berhasil membobol rumah tetangga yang juga menjadi tempat mereka sering bermain. Korban yang dirugikan adalah orang yang sangat dikenal oleh kedua pelaku tersebut, menambah ironi dalam kasus ini.

Modus Penyamaran yang Tidak Sempurna

Sebelum melakukan aksi pencurian, Sukiwan dan Ari Ardiansyah melakukan persiapan khusus. Mereka membeli pakaian khas perempuan untuk menyamarkan identitas mereka. Dengan uang yang mereka kumpulkan, kedua pria ini mengunjungi sebuah toko dan memilih daster hijau army serta daster ungu bermotif bunga. Karena tubuh Sukiwan dan Ari relatif kecil, proses pemilihan ukuran pakaian berjalan dengan lancar tanpa kesulitan.

Kedua pria itu juga menambahkan kerudung bergo bermotif bunga berwarna hitam dan biru untuk melengkapi penampilan mereka. Bagi mereka, padu padan warna bukanlah hal yang terlalu dipikirkan. Pakaian-pakaian tersebut tidak dimaksudkan untuk pemakaian sehari-hari, melainkan sebagai alat penyamaran identitas yang akan digunakan saat melakukan pencurian.

Aksi Pencurian dan Proses Penangkapan

Pada malam pencurian, Sukiwan dan Ari mengendap masuk ke rumah tetangga mereka dengan hati-hati. Mereka sudah cukup memahami situasi di dalam rumah tersebut karena sering bermain di tempat itu. Beberapa barang berharga berhasil dibawa pergi, termasuk uang, tas, dan dompet. Total kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp 50 juta, sebuah jumlah yang cukup signifikan.

Meskipun telah mengenakan pakaian wanita, penyamaran mereka ternyata tidak cukup sempurna. Polisi berhasil melacak dan menangkap keduanya di kediaman masing-masing dengan cepat. Informasi lengkap mengenai kasus ini menunjukkan bahwa modus penyamaran dengan pakaian wanita bukanlah hal yang baru, namun tetap menarik perhatian publik.

Pelaku Residivis yang Khawatir Dikenali

Kapolsek Sako, Kompol Makmun, menjelaskan bahwa penggunaan pakaian wanita sebagai modus penyamaran merupakan hal baru bagi Sukiwan dan Ari dalam aksi pencurian kali ini. Menurut keterangan polisi, kedua pria tersebut kemungkinan besar khawatir akan dikenali karena pernah berada di sekitar lokasi yang menjadi sasaran pencurian.

"Berkemungkinan dia ini takut karena sering pernah main juga ke lokasi tempat yang dicurinya. Mereka ini juga sebelumnya sudah pernah dilakukan penahanan," kata Makmun.

Kedua pelaku diketahui merupakan residivis kasus pencurian yang pernah menjalani penahanan sebelumnya. Daster dan kerudung yang semula diharapkan menjadi penyamaran sempurna justru menjadi bagian dari cerita penangkapan mereka. Penampilan yang berubah tidak cukup untuk menyembunyikan fakta bahwa keduanya adalah pelaku pencurian.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kasus Ini

Berapa total kerugian korban dalam kasus pencurian ini? Total kerugian yang dialami korban diperkirakan mencapai Rp 50 juta, meliputi uang tunai, tas, dan dompet yang berhasil dibawa pergi oleh kedua pelaku.

Mengapa Sukiwan dan Ari memilih menggunakan daster dan kerudung? Kedua pelaku memilih pakaian wanita karena khawatir akan dikenali oleh tetangga atau orang sekitar. Mereka sering bermain di lokasi pencurian sehingga takut dikenali sebagai pelaku.

Kapan kedua pelaku ditangkap? Sukiwan dan Ari Ardiansyah ditangkap pada 5 Juli 2026 di kediaman masing-masing setelah polisi berhasil melacak keberadaan mereka.

Apakah kedua pelaku merupakan pelaku pertama kali? Tidak, kedua pelaku diketahui merupakan residivis yang pernah menjalani penahanan sebelumnya karena kasus pencurian.

Related Reading