beritaterbaik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Momen Prabowo Cium Bendera Merah Putih Sebelum Disimpan Kembali di Monas

Published Agustus 18, 2026 · Updated Agustus 18, 2026 · By beritaterbaik - beritaterbaik.com

Prabowo Subianto Cium Bendera Merah Putih Sebelum Disimpan di Monas

Beritaterbaik.com – Momen Prabowo Cium Bendera Merah Putih menjadi sorotan publik setelah rekaman video prosesi penurunan bendera pada peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia tersebar luas di berbagai platform media sosial. Gestur singkat namun sarat makna itu terekam saat Presiden Prabowo Subianto menerima kain kebangsaan dari tangan Neeltje Werimon, lalu menempelkan bibirnya pada permukaan kain tersebut sebelum bendera dimasukkan ke dalam kotak kaca. Peristiwa berlangsung di Halaman Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (17/8/2026), tepat setelah Tim Paskibraka menyelesaikan tugas penurunan Sangkariang di bawah iringan lagu Indonesia Raya.

Konteks Upacara Penurunan Bendera

Prabowo hadir sebagai Inspektur Upacara dalam rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan ke-81. Ia tiba di mimbar kehormatan pukul 16.53 WIB, mengenakan beskap berwarna cokelat muda yang dipadukan kalung melati putih. Komandan Upacara, Jerrold Hendra Joseph Kumontey, melaporkan kesiapan pelaksanaan penurunan bendera kepada Presiden. Kumontey, lulusan Akademi Kepolisian angkatan 2003 yang lahir di Tomohon pada 12 Februari 1979, kini mengemban jabatan Kapolres Balikpapan.

"Laksanakan," perintah Prabowo singkat.

Perintah itu langsung direspons oleh Tim Paskibraka bertema "Indonesia Adil Makmur." Tiga putra-putri terbaik bangsa yang telah terpilih melalui proses seleksi ketat di tingkat nasional menjalankan tugas menurunkan bendera dengan khidmat. Setelah prosesi selesai, tim Paskibraka berjalan menuju mimbar kehormatan untuk menyerahkan kain kebangsaan kepada Presiden, yang kemudian menerima bendera dari tangan Neeltje Werimon.

Tiga Nama di Balik Penurunan Sangkariang

Atanasius Meyllano Frans Yogar, pelajar SMA Katolik Giovanni Kupang asal Nusa Tenggara Timur, dipercaya sebagai Komandan Kelompok 8. Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana, perwakilan Nusa Tenggara Barat yang bersekolah di SMAN 1 Taliwang, mengemban tugas pengerek bendera. Sementara itu, Mirza Rafi Navazani, siswa SMAN 1 Sintang dari Kalimantan Barat, menjalankan peran sebagai pembentang bendera. Ketiganya berhasil menurunkan Sangkariang secara tertib dan khidmat di hadapan ribuan tamu undangan yang memadati halaman istana.

Kirab Menuju Ruang Kemerdekaan Monas

Usai gestur mencium bendera, kain kebangsaan beserta teks Proklamasi Kemerdekaan dibawa melalui prosesi kirab menuju Monumen Nasional. Keduanya kemudian disimpan di Ruang Kemerdekaan Monas, mengakhiri rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 RI. Tradisi penyimpanan bendera dan teks Proklamasi di Monas telah berlangsung sejak era Orde Lama dan menjadi simbol keberlangsungan serta kedaulatan negara.

Momen Prabowo Cium Bendera Merah Putih ini menambah daftar gestur kepresidenan yang kerap memicu diskusi publik. Sebelumnya, beberapa presiden juga tercatat melakukan gestur serupa sebagai bentuk penghormatan personal terhadap simbol negara. Bagi sebagian pengamat, tindakan tersebut mencerminkan kedekatan emosional pemimpin dengan simbol-simbol kebangsaan sekaligus menjadi penutup emosional dari seluruh rangkaian upacara kemerdekaan.

FAQ: Hal yang Sering Ditanyakan

Di mana bendera dan teks Proklamasi disimpan setelah upacara? Bendera Merah Putih beserta teks Proklamasi disimpan di Ruang Kemerdekaan, Monumen Nasional, Jakarta. Penyimpanan ini merupakan tradisi yang telah berjalan puluhan tahun dan menjadi bagian tak terpisahkan dari upacara kemerdekaan.

Kapan prosesi penurunan bendera dilaksanakan? Penurunan bendera pada peringatan HUT ke-81 RI dilaksanakan pada Senin, 17 Agustus 2026, di Halaman Istana Merdeka, Jakarta. Upacara dimulai sekitar pukul 16.53 WIB dan dihadiri ribuan tamu undangan.

Siapa saja anggota Tim Paskibraka yang menurunkan bendera? Tiga anggota tim adalah Atanasius Meyllano Frans Yogar (NTT) sebagai komandan, Maharazthu Rizqhy Ramadhana Chubuyana (NTB) sebagai pengerek, dan Mirza Rafi Navazani (Kalimantan Barat) sebagai pembentang. Mereka menjalankan peran secara berurutan di bawah komando upacara.

Apakah gestur mencium bendera merupakan hal baru? Bukan. Beberapa presiden ter

Related Reading