beritaterbaik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Modus Baru Penyelundupan Batangan Emas, Disamarkan Jadi Bubuk

Published Agustus 18, 2026 · Updated Agustus 18, 2026 · By beritaterbaik - beritaterbaik.com

Modus Baru Penyelundupan Batangan Emas: Emas Disamarkan sebagai Bubuk di Pakaian Dalam

Beritaterbaik.com – Modus baru penyelundupan batangan emas kini memasuki fase yang jauh lebih licik. Alih-alih menyembunyikan balok logam mulia di balik tubuh penumpang, para penyelundup mulai meleburkan emas menjadi serbuk ultra-halus lalu menyimpannya di dalam pakaian dalam—baik bra perempuan maupun celana dalam laki-laki. Pengakuan ini disampaikan Brigjen Pol Moh Irhamni, Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri, saat konferensi pers bertajuk "Penindakan Ekspor Ilegal 22 Kilogram Emas Batangan" di Kantor Pusat Bea dan Cukai, Selasa, 18 Agustus 2026.

Irhamni menekankan bahwa pergeseran pola tersebut menuntut aparat penegak hukum untuk menaikkan ambang deteksi sekaligus memperketat koordinasi lintas lembaga. Ia mengingatkan agar penyelidik tidak lagi terpaku pada satu bentuk fisik emas saja, karena varian penyamaran lain masih berpotensi dieksploitasi oleh jaringan penyelundup.

"Selain berupa balok emas, sekarang telah berkembang berupa bubuk, yang ditempatkan di pakaian dalam, baik wanita atau pun celana dalam pria."

"Ini perlu kita antisipasi bersama tentunya. Ke depan jangan sampai kita melihat atau memandang bahwa modus mereka hanya seperti ini, batangan emas yang mungkin di pintu-pintu masuk bisa terdeteksi."

Penangkapan di Terminal 3 Soekarno-Hatta

Pernyataan tersebut dilontarkan tepat setelah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menggagalkan upaya penyelundupan 22,317 kilogram emas di Terminal 3 Keberangkatan Internasional Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis, 13 Agustus 2026. Dua warga negara China berinisial ZC dan ZL diamankan ketika hendak menumpangi penerbangan menuju Hong Kong.

Djaka Budhi Utama, Direktur Jenderal Bea Cukai, menyebut total nilai barang yang disita mencapai sekitar Rp60 miliar.

"Jadi kalau di-fix-kan total jumlah berat sebesar 22,317 kilogram atau dengan nilai barang sebesar Rp60 miliar."

Jejak Intelijen hingga Penangkapan

Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea Cukai Soekarno-Hatta, menjelaskan bahwa operasi bermula dari analisis intelijen terhadap dua penumpang penerbangan Garuda Indonesia GA 860 tujuan Hong Kong. Keduanya menunjukkan pola pergerakan mencurigakan dan diduga terhubung dengan jaringan penyelundupan yang sebelumnya telah diungkap.

Berdasarkan temuan tersebut, petugas Bea Cukai berkoordinasi dengan Avsec, maskapai, serta Imigrasi untuk memantau pergerakan kedua penumpang. Sekitar pukul 23.20 WIB, kurang lebih 30 menit sebelum jadwal lepas landas, keduanya dicegat di area boarding gate.

Emas Ditempel Langsung di Tubuh

Pemeriksaan lanjutan mengungkap bahwa emas disembunyikan dengan teknik body strapping. Batangan ditempelkan langsung pada tubuh lalu ditutupi pakaian agar tidak tampak dari luar. Bagian pakaian dan celana pun dimodifikasi khusus untuk menutupi keberadaan logam mulia tersebut.

Dari ZC, petugas menyita tujuh keping emas batangan seberat 8,237 kilogram dengan estimasi nilai sekitar Rp22,2 miliar. Sementara dari ZL ditemukan 23 keping emas batangan seberat 14,080 kilogram bernilai sekitar Rp38 miliar. Kedua tersangka kini ditahan untuk menjalani proses penyidikan berdasarkan Pasal 102A Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan.

Penguatan Koordinasi Kepolisian–Bea Cukai

Irhamni mengakui masih ada varian penyamaran lain yang berisiko lolos dari pemeriksaan rutin. Untuk mengantisipasi modus baru penyelundupan batangan emas yang terus berevolusi, peningkatan kapasitas petugas dan pertukaran informasi lintas instansi dinilai krusial guna membongkar jaringan penyelundupan secara menyeluruh.

"Baik kami dari kepolisian yang melaksanakan kegiatan penyelidikan di lapangan, harus bekerja sama dengan jajaran Bea Cukai yang menjaga pintu akhir wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia ini."

FAQ: Hal yang Perlu Diketahui

Apakah emas bubuk lebih sulit terdeteksi dibanding batangan? Ya. Serbuk emas tidak menghasilkan sinyal metal detector yang sama kuatnya seperti balok padat, sehingga memerlukan pemeriksaan visual dan fisik yang lebih teliti pada pakaian penumpang. Inilah alasan utama aparat menyebut teknik tersebut

Related Reading