Mendagri Ingin Selesaikan Akar Masalah di Kampung Narkoba
Pemerintah Dorong Penanganan Menyeluruh di Kawasan Rawan Narkoba
Beritaterbaik.com – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan bahwa penanganan kawasan yang dikenal sebagai kampung narkoba tidak cukup dilakukan melalui tindakan penegakan hukum. Pemerintah ingin menyasar persoalan yang lebih mendasar, termasuk kondisi hunian dan kebutuhan pemberdayaan warga.
Pernyataan itu disampaikan saat Tito mengunjungi pelaksanaan program bedah rumah di Kompleks Permata, yang juga dikenal sebagai Kampung Ambon, di Kedaung Kaliangke, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait serta Kapolda Metro Jaya.
“Kita lihat bahwa di kampung narkoba misalnya ya, itu hanya puncak gunung es-nya aja. Tapi kita berusaha untuk menyelesaikan akar masalahnya,” kata Tito kepada wartawan, Sabtu (24/10/2026).
Bedah Rumah Menjadi Bagian dari Pendekatan Sosial
Program perbaikan rumah dipandang sebagai salah satu langkah untuk menjangkau masyarakat yang hidup dalam kondisi rentan. Tito menilai persoalan di lingkungan seperti itu sering berkaitan dengan kesulitan ekonomi, keterbatasan akses terhadap hunian yang layak, serta kebutuhan pendampingan yang berkelanjutan.
Ia menyoroti bahwa ada warga yang telah puluhan tahun tinggal dalam kondisi memprihatinkan tanpa pernah memperoleh bantuan. Salah satu contoh yang disampaikan adalah warga yang selama 53 tahun belum menerima dukungan perbaikan rumah. Kondisi semacam ini dinilai perlu menjadi perhatian pemerintah agar manfaat program dapat dirasakan oleh kelompok yang paling membutuhkan.
Pemerintah menargetkan program tersebut dapat menjangkau 450.000 rumah. Target itu menunjukkan cakupan yang luas, sekaligus menuntut keterlibatan berbagai pihak agar pelaksanaannya dapat berjalan konsisten di banyak daerah.
“Ini perlu disentuh. Kita akan terus jalan terus. Masih ada waktu-waktu ke depan,” kata Tito.
Program Lintas Lembaga
Penanganan kawasan rentan dirancang tidak hanya melalui satu kementerian atau institusi. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman berperan dalam aspek hunian, sementara Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional turut diharapkan mendukung persoalan yang berkaitan dengan pertanahan dan tata ruang.
Di sisi lain, PNM Mekaar diharapkan membantu penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kepolisian tetap memiliki posisi penting dalam menjaga keamanan dan menangani peredaran narkoba. Kolaborasi ini diarahkan agar pembenahan lingkungan tidak berhenti pada perubahan fisik bangunan, melainkan ikut membuka peluang perbaikan kehidupan warga.
Pendekatan terpadu menjadi penting karena persoalan narkoba di suatu lingkungan dapat memengaruhi rasa aman, aktivitas keluarga, serta kesempatan anak-anak dan warga untuk berkembang. Perbaikan tempat tinggal dan dukungan ekonomi tidak menggantikan proses hukum, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Fokus pada Kepentingan Warga Berpenghasilan Rendah
Tito menyatakan bahwa sejumlah program yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto diarahkan untuk memberi perhatian besar kepada rakyat kecil. Program perumahan dan pemberdayaan diposisikan sebagai sarana untuk membantu warga yang selama ini menghadapi keterbatasan.
“Kalau diperhatikan seluruh program beliau itu adalah program-program yang sangat pro kepada rakyat kecil,” jelasnya.
Perhatian terhadap hunian layak juga berkaitan dengan kualitas kehidupan sehari-hari. Rumah yang lebih aman dan layak dapat memberi ruang yang lebih baik bagi keluarga, sementara pendampingan ekonomi dapat membantu warga membangun sumber penghasilan. Dalam konteks kawasan yang menghadapi persoalan sosial kompleks, kebutuhan tersebut perlu ditangani secara bersama-sama.
Tito juga meminta pemerintah daerah ikut mengambil peran aktif. Dukungan anggaran daerah dinilai diperlukan agar program yang menyentuh warga berpenghasilan rendah tidak hanya bergantung pada pelaksanaan di tingkat pusat.
“Kita harapkan semua. Ini harus didukung oleh pemerintah daerah. Saya mohon juga untuk pemerintah daerah DKI juga menganggarkan untuk program-program ini,” jelas Tito.
Ia mengingat kembali pandangan Presiden Prabowo Subianto bahwa kebahagiaan seorang pemimpin terlihat ketika kehidupan rakyatnya membaik. Bagi pemerintah, keberhasilan program tidak semata diukur dari jumlah rumah yang direnovasi, tetapi juga dari perubahan nyata yang dirasakan keluarga penerima manfaat.
Dengan menggabungkan pembenahan hunian, penguatan ekonomi, dukungan pemerintah daerah, dan pengamanan lingkungan, pemerintah berharap persoalan di kawasan rawan dapat ditangani hingga ke akar. Upaya tersebut diharapkan membawa perbaikan kesejahteraan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi warga.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Mendagri Ingin Selesaikan Akar Masalah di Kampung?Mendagri Ingin Selesaikan Akar Masalah di Kampung is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Mendagri Ingin Selesaikan Akar Masalah di Kampung matter?Mendagri Ingin Selesaikan Akar Masalah di Kampung matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.