Kepala BMKG: 1.598 Gempa Susulan Terjadi Usai Lindu M7,7 Guncang NTT
53 Jiwa Tewas, Ribuan Gempa Susulan Masih Mengguncang NTT Pasca Lindu M7,7
Pemutakhiran Korban dari BNPB
Beritaterbaik.com – Hingga sore hari Minggu (16/8/2026), Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat total 53 orang meninggal dunia akibat guncangan berkekuatan Magnitudo 7,7 yang menghantam Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (15/8/2026). Sebaran korban jiwa tersebar di enam wilayah: Kabupaten Manggarai mencatat angka tertinggi dengan 25 jiwa, disusul Manggarai Timur sebanyak 20 jiwa, Sikka empat jiwa, Ende dua jiwa, serta masing-masing satu jiwa di Manggarai Barat dan Nagekeo.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers daring yang digelar pada Minggu (16/8/2026). Ia menegaskan bahwa pemutakhiran angka korban dilakukan secara berkala sesuai kondisi di lapangan.
"Untuk pemutakhiran korban jiwa meninggal dunia per sore ini, total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia dengan rincian Kabupaten Manggarai Barat 1 jiwa, Manggarai Timur 20 jiwa, Kabupaten Manggarai 25 jiwa, Nagekyo 1 jiwa, Sikka 4 jiwa, dan Ende 2 jiwa."
Selain korban tewas, BNPB juga mencatat 105 orang yang masih menjalani perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat. Rinciannya mencakup luka berat maupun ringan di berbagai kabupaten terdampak.
"Terdiri di Sikka 12 jiwa, Manggarai 17 jiwa luka berat, 20 jiwa luka ringan. Manggarai Timur 21 jiwa luka berat, 59 jiwa luka ringan. Manggarai Barat 6 jiwa luka berat."
Pemantauan BMKG dan Aktivitas Gempa Susulan
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengungkapkan bahwa hingga pukul 07.00 pagi Senin (17/8/2026), tercatat sebanyak 1.598 gempa susulan pasca lindu utama. Kekuatan terbesar di antara guncangan lanjutan tersebut mencapai Magnitudo 6,2, sementara yang terkecil berada pada skala 1,3. Sekitar 54 gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan Teuku Faisal di sela-sela perayaan HUT Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, saat ditemui sejumlah wartawan. Ia menjelaskan bahwa tim BMKG sudah bergerak ke lokasi kejadian begitu guncangan terjadi, mengingat keberadaan tiga UPT serta dua pos pemantauan yang tersebar di Pulau Flores.
"Di NTT tim kita sekarang sudah bergerak ke lokasi. Bahkan ada 3 UPT atau kantor BMKG yang ada di Pulau Flores dan juga ada dua pos kami di sana. Jadi ketika gempa terjadi memang staf BMKG sudah ada di lokasi, kita tersebar di 191 lokasi di Indonesia."
Terkait langkah penanganan awal, Teuku Faisal menegaskan bahwa koordinasi langsung dilakukan bersama pemerintah daerah, termasuk pendampingan BPBD dan tim SAR. Ia menambahkan bahwa berdasarkan pola yang diamati, aktivitas seismik diperkirakan akan mereda dalam kurun dua hingga tiga minggu ke depan.
"Sampai dengan jam 07.00 pagi hari ini telah tercatat 1.598 gempa susulan, magnitudo terbesar adalah 6,2 magnitudo, yang terkecil 1,3 dan kemudian yang dirasakan kira-kira 54 gempa."
Setelah fase peluruhan seismik berlalu, BMKG merencanakan pendampingan retrofitting atau perbaikan struktur bangunan serta pembangunan ulang apabila diperlukan di wilayah-wilayah terdampak.
Status Pencarian dan Pertolongan
Abdul Muhari menyampaikan bahwa hingga saat ini belum ada laporan orang hilang yang masuk ke Basarnas dari tujuh kabupaten/kota yang terdampak gempa. Ia menjelaskan bahwa daftar pencarian orang biasanya disusun berdasarkan pelaporan dari keluarga atau kerabat korban.
"Saat ini, untuk data korban hilang tidak ada yang terlaporkan ke Basarnas. Artinya, biasanya kita memiliki daftar pencarian orang dalam setiap kejadian bencana yang berasal dari data yang dilaporkan oleh saudara maupun kerabat atau orang keluarga."
Meski demikian, personel Basarnas tetap disiagakan di sejumlah titik strategis, termasuk Manggarai, Manggarai Timur, dan Manggarai Barat, serta secara umum di seluruh wilayah terdampak. Penempatan tersebut disesuaikan dengan perkembangan situasi agar respons cepat dapat segera dieksekusi bila diperlukan.
"Tetapi meskipun demikian, Basarnas terus menyiagakan personel di Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat dan secara umum di tujuh kabupaten kota terdampak menyesuaikan dengan situasi di lapangan, respons cepat bisa segera dilakukan."
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Kepala BMKG?Kepala BMKG is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Kepala BMKG matter?Kepala BMKG matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.