Jejak Terakhir KM Virgo Transport 8 Sebelum Hilang Kontak
Rekaman AISITS Menunjukkan Perjalanan Terakhir KM Virgo Transport 8
Beritaterbaik.com – Pergerakan KM Virgo Transport 8 masih tercatat dalam sistem Automatic Identification System ITS (AISITS) hingga pukul 22.33 WIB, sebelum sinyal kapal tersebut tidak lagi terdeteksi di perairan Selat Madura pada Sabtu (12/9). Rekaman digital itu memberikan gambaran rute, kecepatan, serta arah pelayaran kapal sejak meninggalkan kawasan Pelabuhan Tanjung Perak.
Dr Eng Dhimas Widhi Handani ST MSc, pakar Sistem Perkapalan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), menyampaikan bahwa data perjalanan kapal dihimpun melalui Remote Base Station (RBS) dan server AISITS. Informasi tersebut terus diterima sejak KM Virgo Transport 8 berangkat dari Terminal Jamrud Selatan.
"Perjalanan KM Virgo terekam melalui data yang diterima Remote Base Station (RBS) dan server AISITS sejak kapal bertolak dari Terminal Jamrud Selatan," kata Dhimas di Surabaya, Minggu (13/8/2026).
Berangkat dari Terminal Jamrud Selatan
KM Virgo Transport 8 meninggalkan Terminal Jamrud Selatan sekitar pukul 10.00 WIB. Pada tahap awal pelayaran, kapal bergerak relatif lambat karena masih berada di area pelabuhan. Kecepatan yang tercatat berada pada rentang 0,3 hingga 3,5 knot.
Setelah itu, kapal memasuki Alur Pelayaran Barat Surabaya atau APBS. Ketika telah meninggalkan kawasan pelabuhan, laju KM Virgo Transport 8 meningkat cukup signifikan menjadi sekitar 12 sampai 14 knot. Catatan ini memperlihatkan kapal menjalani pelayaran dengan kecepatan yang lebih stabil setelah memasuki jalur laut terbuka.
Sekitar pukul 12.00 WIB, kapal berada di sekitar Karang Jamuang. Pada titik tersebut, sistem mencatat kecepatan yang konsisten, yakni sekitar 13 hingga 14 knot. Perjalanan berikutnya mengarah ke timur laut dengan tujuan Banjarmasin, Kalimantan.
Lintasan ini menjadi bagian penting dalam penelusuran karena data AIS dapat menunjukkan posisi kapal dalam rentang waktu tertentu. Riwayat pergerakan tidak hanya memuat lokasi, tetapi juga dapat memberi petunjuk mengenai arah, kecepatan, dan pola pelayaran yang dilalui sebelum komunikasi atau pengiriman data berhenti.
Sinyal Terakhir Terdeteksi Pukul 22.33 WIB
Data terakhir KM Virgo Transport 8 diterima pada pukul 22.33 WIB. Saat catatan tersebut masuk ke sistem, kapal masih bergerak dengan kecepatan 12,9 knot. Tidak ada lagi pembaruan posisi yang diterima AISITS setelah waktu itu.
Hilangnya pembaruan data tidak otomatis menggambarkan satu penyebab tertentu. Kapal dapat berada di luar cakupan pelaporan AISITS, sehingga sinyalnya tidak lagi diterima oleh sistem. Kemungkinan lain berkaitan dengan perangkat AIS transponder di kapal yang tidak mengirimkan data.
"Selain itu, terdapat kemungkinan bahwa perangkat AIS transponder di kapal berhenti mengirimkan data," ujar Dosen Departemen Sistem Perkapalan ITS tersebut.
Perbedaan antara kapal tidak terjangkau sistem dan perangkat yang berhenti memancarkan data penting untuk dipahami. AIS bekerja dengan mengirimkan informasi identitas serta posisi kapal kepada stasiun penerima dan jaringan pemantauan. Karena itu, terputusnya rekaman dapat berkaitan dengan jangkauan penerimaan maupun kondisi pengiriman data dari kapal.
Data Historis Membantu Penelusuran Kejadian Laut
Dhimas, yang juga menjabat Kepala Laboratorium Keandalan dan Keselamatan ITS, menjelaskan bahwa arsip perjalanan AISITS dapat digunakan untuk mendukung penanganan berbagai kejadian maritim. Salah satu manfaatnya adalah menelusuri kapal yang bergerak keluar dari jalur pelayaran atau berhenti pada kawasan yang tidak semestinya.
Rekaman tersebut juga berguna untuk memantau aktivitas pelayaran di dekat infrastruktur penting. Area seperti pipa bawah laut dan anjungan lepas pantai membutuhkan perhatian karena lalu lintas kapal di sekitarnya dapat berkaitan dengan aspek keselamatan dan keamanan fasilitas.
Dalam konteks investigasi, jejak posisi dan kecepatan kapal dapat membantu pihak terkait menyusun kronologi. Data ini tidak berdiri sendiri, tetapi dapat menjadi salah satu elemen yang dipadukan dengan informasi lain dalam memahami kondisi pelayaran sebelum suatu insiden terjadi.
Fitur Pemantauan untuk Keamanan Maritim
AISITS tidak hanya menyediakan rekaman posisi kapal. Sistem ini juga memiliki fitur early warning system, ship tracking system, fuel oil monitoring, serta smart buoy monitoring. Kehadiran fitur-fitur tersebut ditujukan untuk memperkuat kemampuan pemantauan aktivitas maritim.
Fasilitas lain yang tersedia mencakup predictive maneuvering plan, informasi cuaca, dan heat maps untuk melihat kepadatan lalu lintas kapal. Peta kepadatan dapat membantu menggambarkan area perairan yang ramai dilalui kapal, sedangkan informasi cuaca memberi konteks tambahan bagi pemantauan perjalanan laut.
Peringatan dini dapat diakses melalui aplikasi dan command center di wilayah pesisir. Dengan sistem semacam ini, pihak yang menjalankan pengawasan dapat melihat kondisi lalu lintas kapal lebih cepat serta mengantisipasi potensi gangguan di sekitar fasilitas vital.
Pemanfaatan AISITS turut mendukung pengawasan perairan Indonesia secara real-time. Pada saat yang sama, riwayat data yang tersimpan memberikan rekam jejak penting untuk penelusuran setelah terjadi gangguan, kecelakaan, atau perubahan pola pelayaran yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Jejak Terakhir KM Virgo Transport 8 Sebelum?Jejak Terakhir KM Virgo Transport 8 Sebelum is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Jejak Terakhir KM Virgo Transport 8 Sebelum matter?Jejak Terakhir KM Virgo Transport 8 Sebelum matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.