Jejak Narkoba di Kampung Bahari, dari Apotek Khusus Sampai Uang Miliaran
Operasi BNN di Kampung Bahari: Jejak Narkoba dari Apotek Hingga Miliaran Rupiah
Beritaterbaik.com – Peredaran barang haram di wilayah Jakarta, terutama di Kampung Bahari yang terletak di Tanjung Priok, Jakarta Utara, masih terus berlangsung. Aparat keamanan tidak henti-hentinya berupaya memutus rantai distribusi dan perdagangan narkoba di kawasan tersebut. Terbaru, Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali melakukan operasi penangkapan terhadap jaringan bandar narkoba di Kampung Bahari. Dalam aksi ini, petugas menghadapi perlawanan dari beberapa individu yang diyakini sebagai loyalis jaringan narkoba.
Operasi Terbaru BNN dan Penangkapan Buronan
Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan, Direktur Penindakan dan Pengejaran Deputi Bidang Pemberantasan BNN RI, menjelaskan bahwa operasi dimulai dari penangkapan seorang buronan pada Rabu (12/8/2026) pukul 20.09 WIB. Setelah melakukan pengintaian di berbagai titik strategis, petugas berhasil menangkap buronan tersebut dan kemudian mengikutinya dari Kampung Bahari hingga mencapai kawasan Mangga Besar.
"Operasi terhadap gembong narkoba yang sudah kita tangkap tadi malam sekitar pukul 20.09 WIB, yang kita ikuti mulai dari Kampung Bahari, keluar menuju Mangga Besar," ujar Roy pada Kamis (13/8/2026).
Buronan tersebut terkait dengan kasus narkoba yang diungkap pada 7 November 2025. Tersangka berinisial MR atau yang dikenal sebagai Bos Gendut diduga memiliki 98 kilogram sabu. Setelah penangkapan MR di sebuah salon kecantikan, BNN melakukan pengembangan kasus. Hasilnya, petugas menemukan uang tunai milik MR senilai Rp 1,277 miliar serta aset lain yang diperkirakan mencapai Rp 39,95 miliar.
Apotek Khusus Narkoba di Kampung Bahari
Fenomena peredaran narkoba di Kampung Bahari bukanlah hal yang asing. Pada tahun 2024, polisi menemukan sebuah bangunan bedeng yang dijuluki sebagai "apotek" selama penggerebekan di kawasan tersebut. Namun, bangunan ini berbeda dari apotek pada umumnya. Tempat ini diduga menjadi lokasi para pengguna narkoba untuk mengonsumsi barang haram tersebut.
Fasilitas yang tersedia di dalam apotek tersebut cukup memadai. Di antaranya terdapat kasur lipat, pendingin udara (AC), dan kamera CCTV untuk pengawasan. Temuan ini menambah deretan catatan penggerebekan narkoba di Kampung Bahari.
Sejarah Penindakan di Kampung Bahari
Kampung Bahari di Tanjung Priok, Jakarta Utara, memiliki sejarah panjang terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Berdasarkan catatan yang ada, aparat kepolisian telah berulang kali melakukan penindakan di kawasan tersebut. Berikut adalah beberapa penggerebekan dan penangkapan penting yang tercatat:
Pada 8 November 2013, polisi menangkap dua warga Kampung Bahari, yaitu JN (48 tahun) dan HR (31 tahun). Keduanya diduga sebagai pengedar ganja. Dalam pemeriksaan, kedua tersangka mengakui bahwa mereka menjual ganja kepada anak buah kapal (ABK), nelayan, serta pekerja angkut harian yang beraktivitas di Tanjung Priok. Transaksi narkoba dilakukan langsung di Kampung Bahari.
Setahun kemudian, pada Sabtu (8/11/2014), ratusan personel gabungan Polres Jakarta Utara dan Brigade Mobil (Brimob) Polda Metro Jaya melakukan penggerebekan di Kampung Bahari 2, RT 02/RW 14, Nomor 253, Karapan Sapi, Tanjung Priok. Operasi dipimpin oleh Kapolda Metro Jaya saat itu, Irjen Pol Unggung Cahyono, bersama Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol M Iqbal. Dari hasil penyidikan dan tes urine, 38 orang diamankan karena positif menggunakan narkoba. Kombes Pol M Iqbal menyatakan bahwa dari sekitar 300 kasus narkoba yang ditangani antara Januari hingga Oktober 2014, sebanyak 75 persen berkaitan dengan Kampung Bahari.
Dua tahun setelahnya, pada Sabtu (30/1/2016), ratusan personel Polda Metro Jaya dan Polres Jakarta Utara kembali menggerebek Kampung Bahari. Operasi dipimpin langsung oleh Kapolres Metro Jakarta Utara saat itu, Kombes Pol Daniel Tifaona. Polisi menemukan puluhan senjata tajam yang diduga milik bandar narkoba. Selain itu, mereka menyita 50 gram sabu serta 16 bungkus sabu berukuran kecil yang ditemukan di saku celana jeans abu-abu milik salah satu tersangka. Wakapolres Metro Jakarta Utara saat itu, AKBP Yuli Kurniawan, mengatakan bahwa 37 orang diamankan dan akan menjalani tes urine.
Peredaran narkoba di Kampung Bahari terus berlanjut hingga saat ini, menunjukkan bahwa kawasan tersebut masih menjadi salah satu pusat distribusi barang haram di Jakarta.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Jejak Narkoba di Kampung Bahari?Jejak Narkoba di Kampung Bahari is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Jejak Narkoba di Kampung Bahari matter?Jejak Narkoba di Kampung Bahari matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.