Inovasi Bahan Bangunan Hadirkan Semen Rendah Karbon
PT Semen Indonesia Raih Penghargaan ESG 2026 Berkat Inovasi Semen Rendah Karbon
Beritaterbaik.com – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau yang dikenal dengan singkatan SIG berhasil meraih penghargaan bergengsi berupa ESG Award 2026 dari Yayasan KEHATI dalam kategori Listed Company. Pencapaian ini merupakan hasil dari komitmen perusahaan dalam mengembangkan produk semen dengan jejak karbon lebih rendah serta konsistensi dalam upaya pengurangan emisi gas rumah kaca.
Semen Hijau dengan Emisi Lebih Rendah
Menanggapi meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap aspek keberlanjutan, SIG meluncurkan inovasi semen hijau yang diproduksi melalui material dan proses lebih ramah lingkungan. Produk baru ini mencatatkan emisi karbon hingga 38 persen lebih rendah apabila dibandingkan dengan semen konvensional, tanpa mengabaikan standar kualitas yang berlaku sesuai peruntukannya.
Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menjelaskan bahwa prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) telah menjadi fondasi strategis dalam operasional bisnis perusahaan. Menurutnya, komitmen ini melampaui sekadar pemenuhan regulasi dan berfungsi sebagai competitive advantage untuk kesuksesan jangka panjang.
Penerapan prinsip ESG merupakan landasan bagi SIG dalam menjalankan operasional bisnis. Komitmen ini didasari oleh kesadaran bahwa ESG bukan sekadar memenuhi kewajiban regulasi, tetapi merupakan competitive advantage untuk kesuksesan perusahaan di masa depan.
Dekarbonisasi Melalui Bahan Bakar Alternatif
Sejalan dengan pengembangan semen hijau, SIG juga mempercepat proses dekarbonisasi dengan meningkatkan pemanfaatan bahan bakar alternatif. Sumber energi tersebut mencakup limbah industri, biomassa, hingga sampah perkotaan yang telah diolah menjadi refuse-derived fuel (RDF).
Pada tahun 2025, konsumsi bahan bakar alternatif oleh SIG mengalami peningkatan sebesar 24 persen, mencapai total 681 ribu ton. Kontribusi penggunaan bahan bakar alternatif ini setara dengan pengurangan konsumsi batu bara hingga 467 ribu ton, sekaligus mendorong thermal substitution rate (TSR) menyentuh angka 9,77 persen.
Ekspansi Energi Bersih dan Penurunan Emisi
Dalam sektor energi, SIG terus memperluas pemanfaatan sumber energi yang lebih bersih melalui berbagai inisiatif. Perusahaan memasang panel surya di sejumlah unit operasional serta mengimplementasikan teknologi Waste-Heat Recovery Power Generation (WHRPG). Teknologi ini berfungsi mengonversi panas buang dari proses produksi menjadi energi listrik yang mendukung operasional pabrik.
Kontribusi dari berbagai langkah tersebut tercermin dalam penurunan intensitas emisi gas rumah kaca (GRK) Scope 1 sebesar 21 persen dibandingkan baseline tahun 2010. Sementara itu, emisi Scope 2 juga mengalami penurunan 15 persen dari baseline 2019.
Sustainability Roadmap 2030 sebagai Acuan Strategis
Untuk memastikan konsistensi upaya keberlanjutan, SIG mengadopsi Sustainability Roadmap 2030 sebagai pedoman dalam menetapkan strategi, indikator, dan target perusahaan. Implementasi roadmap ini diawasi oleh Komite Keberlanjutan guna menjamin aspek keberlanjutan terintegrasi dalam pengelolaan bisnis secara menyeluruh.
Seluruh pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi SIG untuk terus mengakselerasi target-target keberlanjutan yang telah ditetapkan dalam Sustainability Roadmap 2030, sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan terhadap terwujudnya pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Vita Mahreyni menegaskan bahwa SIG akan terus mengakselerasi target-target keberlanjutan yang telah ditetapkan. Inovasi semen rendah karbon dan konsistensi pengurangan emisi menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Inovasi Bahan Bangunan Hadirkan Semen Rendah?Inovasi Bahan Bangunan Hadirkan Semen Rendah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Inovasi Bahan Bangunan Hadirkan Semen Rendah matter?Inovasi Bahan Bangunan Hadirkan Semen Rendah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.