beritaterbaik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Daftar 6 Lokasi Digeledah KPK Terkait Kasus Rektor Unsoed

Published September 11, 2026 · Updated September 11, 2026 · By wpmanadmin - beritaterbaik.com

KPK Geledah Enam Lokasi di Jawa Tengah dalam Penyidikan Penerimaan Mahasiswa Baru Unsoed

Beritaterbaik.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperluas penyidikan dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dengan menggeledah enam lokasi di Jawa Tengah. Kegiatan penyidikan itu berlangsung selama dua hari, pada 9 dan 10 September 2026.

Penggeledahan ini terkait perkara yang telah menjerat Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq bersama sejumlah pihak lain dari lingkungan kampus. Fokus penyidik mencakup dugaan praktik penitipan calon mahasiswa, aliran dana, serta proses persetujuan kelulusan dalam penerimaan mahasiswa baru.

Tiga Rumah Wakil Rektor Termasuk Lokasi Penggeledahan

Dari enam tempat yang didatangi penyidik, tiga lokasi merupakan rumah pejabat wakil rektor Unsoed. Ketiganya adalah kediaman Pelaksana Tugas Wakil Rektor Bidang Akademik, Pelaksana Tugas Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan, serta Pelaksana Tugas Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Humas.

Rangkaian tindakan tersebut menghasilkan temuan berupa dokumen dan barang bukti elektronik. Materi yang diamankan diduga berkaitan dengan penitipan calon mahasiswa di Unsoed dan akan digunakan untuk menelusuri lebih jauh konstruksi perkara.

“Penyidik menemukan sejumlah dokumen dan barang bukti elektronik, di antaranya yang terkait dengan penitipan calon mahasiswa di Unsoed,” kata Budi di Jakarta, Jumat (11/9/2026).

Dokumen maupun perangkat elektronik memiliki arti penting dalam tahap penyidikan karena dapat membantu menghubungkan komunikasi, proses administrasi, serta dugaan penerimaan pemberian yang sedang didalami. Barang bukti tersebut selanjutnya dapat diperiksa untuk menguji keterangan para pihak dalam perkara ini.

OTT Digelar pada Agustus 2026

Sebelum penggeledahan dilakukan, KPK menggelar operasi tangkap tangan terhadap sejumlah pihak dari jajaran Rektorat Unsoed pada 20 Agustus 2026. Sehari kemudian, lembaga antirasuah menetapkan enam orang sebagai tersangka dalam dugaan korupsi penerimaan mahasiswa baru di kampus tersebut.

Mereka ialah Rektor Unsoed Prof. Akhmad Sodiq, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Norman Arie Prayogo, Kepala Bagian Akademik Unsoed Eko Sumanto, serta Mulyono yang merupakan keponakan Sodiq. Dua orang lain, Dian Mulia Wardhana dan Adhi Wiharto, ditetapkan sebagai perantara.

Kasus ini menjadi sorotan karena menyentuh jalur masuk perguruan tinggi, sebuah proses yang seharusnya berjalan terbuka dan berdasarkan ketentuan akademik. Dugaan penyimpangan dalam penerimaan mahasiswa baru dapat merugikan calon mahasiswa serta keluarga yang menaruh harapan pada proses seleksi yang adil.

Dugaan Pemerasan hingga Pembelian Tanah

KPK menduga Prof. Norman Arie Prayogo menggunakan Dian Mulia Wardhana dan Adhi Wiharto untuk memeras orang tua calon mahasiswa. Nilai yang diminta disebut mencapai Rp650 juta dengan janji anak mereka dapat diterima di Fakultas Kedokteran Unsoed.

Namun, calon mahasiswa tersebut tetap tidak dinyatakan lolos. Dugaan ini menjadi salah satu bagian penting yang tengah ditelusuri penyidik, terutama terkait peran perantara dan kemungkinan adanya komunikasi atau pemberian imbalan dalam proses penerimaan mahasiswa baru.

Dalam dugaan lain, Prof. Akhmad Sodiq disebut memerintahkan Mulyono untuk menerima pemberian dari orang tua calon mahasiswa. Selama periode 2025 hingga 2026, dana yang terkumpul diduga mencapai Rp680 juta.

Uang itu diduga digunakan untuk membeli tiga bidang tanah. Meski pembelian tersebut dikaitkan dengan Sodiq, aset tanah itu disebut atas nama Mulyono. Penelusuran aset menjadi bagian yang relevan untuk melihat penggunaan dana yang diduga berasal dari praktik penerimaan mahasiswa baru.

Dugaan Aliran Dana Rp1,12 Miliar

KPK juga mendalami dugaan pemberian akses persetujuan kelulusan kepada Eko Sumanto. Kepala Bagian Akademik Unsoed itu diduga menerima Rp1,12 miliar dari seorang pengepul yang berprofesi sebagai guru sepanjang 2025 dan 2026.

Dugaan tersebut menunjukkan bahwa penyidikan tidak hanya menelusuri satu pola tindakan. Penyidik juga perlu mengurai kemungkinan keterlibatan berbagai pihak, termasuk perantara, pengumpul dana, pejabat kampus, serta pihak yang memiliki akses terhadap keputusan kelulusan.

Penggeledahan enam lokasi di Jawa Tengah merupakan bagian dari upaya mengumpulkan bukti tambahan. Dari tiga rumah wakil rektor yang disebut dalam rangkaian penggeledahan, penyidik akan menilai apakah dokumen dan barang elektronik yang diamankan memiliki kaitan langsung dengan dugaan penitipan calon mahasiswa, pengumpulan uang, atau proses persetujuan di lingkungan Unsoed.

Perkara ini masih berada dalam penanganan KPK. Status tersangka merupakan bagian dari proses hukum, sementara pembuktian atas seluruh dugaan akan berjalan melalui tahapan penyidikan dan proses peradilan sesuai ketentuan yang berlaku.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Daftar 6 Lokasi Digeledah KPK Terkait?

Daftar 6 Lokasi Digeledah KPK Terkait is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Daftar 6 Lokasi Digeledah KPK Terkait matter?

Daftar 6 Lokasi Digeledah KPK Terkait matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.