beritaterbaik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

5 Tersangka Fake BTS Ditangkap, Polisi Sita Mobil hingga Uang Rp50 Juta

Published Oktober 2, 2026 · Updated Oktober 2, 2026 · By wpmanadmin - beritaterbaik.com

Foto : beritaterbaik.com

Lima Orang Ditangkap dalam Kasus Penyebaran SMS Palsu dengan Fake BTS di Jalur MRT

Beritaterbaik.com – Polisi membongkar dugaan kejahatan siber yang memanfaatkan perangkat pemancar sinyal seluler palsu atau Fake BTS di kawasan jalur MRT Jakarta, dari Bundaran HI sampai Blok M, Jakarta Selatan. Lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara yang diduga berkaitan dengan pengiriman SMS berisi tautan situs palsu untuk mengincar data dan pembobolan kartu kredit.

Para tersangka disebut memiliki pembagian tugas, mulai dari pengemudi kendaraan, pencari kendaraan, penyandang dana, teknisi pemasangan perangkat, hingga pengatur materi serta jumlah pesan yang dikirim. Dalam pengungkapan ini, polisi juga menyita sebuah mobil, rangkaian perangkat Fake BTS, telepon seluler, rekening, kartu ATM, dan uang sekitar Rp50 juta.

Mobil Mencurigakan Berputar di Sekitar Rute MRT

Kasus ini bermula dari keluhan warga yang menerima SMS berisi tautan mencurigakan ketika berada di sekitar lintasan MRT. Isi pesan tersebut menggunakan identitas sejumlah pihak yang dikenal masyarakat, seperti gerai kopi, operator telekomunikasi, dan institusi perbankan. Tautan yang disertakan mengarah ke situs yang diduga dibuat untuk menipu penerima pesan.

Petugas kemudian melakukan penyelidikan untuk mencari sumber pengiriman SMS tersebut. Pada 31 Juli 2026, tim mencermati sebuah mobil berwarna perak dengan pelat nomor B 2755 XXX yang melaju perlahan serta beberapa kali melintas di area rute MRT.

“Jadi ada sebuah mobil yang berjalan lambat dan diduga berulangkali bolak-balik. Atas hal itu, akhirnya tim melakukan penggeledahan dan menemukan alat fake BTS yang dioperasikan oleh pelaku GM sebagai driver,” kata Gawas di gedung Polda Metro Jaya, Jumat (2/10/2026).

Kepala Subdirektorat IV Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya AKBP Grawas Sugiharto menjelaskan, perangkat itu ditempatkan di dalam kendaraan. Alat tersebut digunakan untuk memancarkan frekuensi buatan ke ponsel yang berada di sekitarnya, sehingga SMS dapat masuk dengan tampilan seolah-olah berasal dari pemancar resmi.

Modus ini patut menjadi perhatian pengguna telepon seluler, terutama di kawasan ramai. Pesan yang membawa nama perusahaan besar atau lembaga keuangan dapat terlihat meyakinkan, padahal tautan di dalamnya perlu diperiksa dengan cermat sebelum dibuka. Kehadiran nama pihak yang dikenal bukan jaminan bahwa pesan tersebut benar-benar resmi.

Pembagian Peran Lima Tersangka

Dari pemeriksaan awal, GM disebut menjalankan kendaraan sekaligus mengoperasikan perangkat Fake BTS. Ia mengaku bekerja atas instruksi NL. Dalam rangkaian peran yang diungkap penyidik, NL bertugas mencari mobil sekaligus menjadi pengemudi.

“Dari keterangan saudara NL kita kembangkan lagi, kita lakukan penangkapan selanjutnya terhadap saudara AGW. AGW inilah yang kemudian menggaji saudara NL serta saudara GM,” kata Grawas.

Polisi lalu mengembangkan penyelidikan hingga menangkap AGW, yang disebut membayar NL dan GM. Dua tersangka lainnya, JYT dan AD, juga diduga terlibat dalam operasional aksi tersebut. JYT memiliki peran sebagai teknisi yang memasang alat Fake BTS ke mobil perak itu.

“Ada dua tersangka lain juga yakni tersangka inisial JYI yang merupakan teknisi yang memasang alat fake BTS ke dalam mobil berwarna silver tersebut, serta saudara AD yang mengatur isi serta jumlah SMS yang akan di-blast oleh tersangka GM,” ungkap Grawas.

Pengaturan isi pesan dan volumenya diduga dijalankan oleh AD. Pembagian pekerjaan ini menunjukkan bahwa penggunaan perangkat pemancar palsu bukan tindakan spontan, melainkan kegiatan yang memerlukan kesiapan alat, kendaraan, pengoperasian teknis, serta pengelolaan pesan yang akan disebarkan ke ponsel di sekitar lokasi.

Mobil, Perangkat, dan Uang Rp50 Juta Diamankan

Sejumlah barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyidikan. Di antaranya satu mobil warna perak dengan nomor pelat B 2755 XXX yang diduga dipakai saat perangkat beroperasi. Polisi juga mengambil rangkaian alat Fake BTS, termasuk aki, amplifier, power supply, dan unit pemancar tersebut.

“Barang bukti yang kami sita yaitu ada 1 unit mobil berwarna silver nomor platnya 2755 XXX, kemudian ada rangkaian alat fake BTS terdiri dari aki, amplifier, power supply, serta alat fake BTS tersebut. Kemudian masing-masing 5 handphone dan beserta buku rekening ATM untuk menerima dan operasional dari perkara fake BTS ini,” tutur Grawas.

Selain perangkat dan kendaraan, penyidik menyita lima telepon seluler serta buku rekening dan kartu ATM yang diduga berkaitan dengan penerimaan maupun operasional perkara ini. Uang sekitar Rp50 juta juga telah disita dari rekening para tersangka.

Jumlah total kerugian material yang dialami korban belum dapat dipastikan. Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya aliran dana atau dampak lain yang berkaitan dengan aksi tersebut.

“Kalau dari penyitaan rekening para tersangka, kami sudah sita uang sekitar 50 jutaan. Itu sudah kami dalami sementara, untuk kemungkinan lain masih berlaku,” tandas Grawas.

Waspada terhadap Tautan dalam SMS

Kasus ini menjadi pengingat bahwa SMS yang masuk ke ponsel tidak selalu berasal dari pengirim yang sebenarnya. Pengguna sebaiknya tidak terburu-buru membuka tautan, mengisi data pribadi, memasukkan kode verifikasi, atau menyerahkan informasi kartu ketika menerima pesan yang mendesak atau menawarkan sesuatu yang tidak diduga.

Jika sebuah pesan mengatasnamakan bank, penyedia layanan telekomunikasi, atau merek tertentu, langkah aman adalah memeriksa informasi melalui kanal resmi yang telah diketahui pengguna. Hindari menggunakan nomor kontak atau tautan yang hanya tercantum di dalam SMS mencurigakan. Tindakan sederhana ini dapat membantu mengurangi risiko data pribadi dan akses keuangan disalahgunakan.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is 5 Tersangka Fake BTS Ditangkap Polisi?

5 Tersangka Fake BTS Ditangkap Polisi is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does 5 Tersangka Fake BTS Ditangkap Polisi matter?

5 Tersangka Fake BTS Ditangkap Polisi matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.