27 Ribu Hektare Terbakar, 50 Perusahaan Pembakar Hutan Disegel
Penyegelan 50 Perusahaan Jadi Langkah Tegas Hadapi Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Beritaterbaik.com – Pemerintah memperluas penindakan terhadap dugaan kebakaran hutan dan lahan dengan menyegel 50 perusahaan di Sumatera serta Kalimantan. Tindakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) ini mencakup area terbakar seluas 27.333 hektare.
Penanganan tersebut menyoroti besarnya dampak karhutla, bukan hanya terhadap kawasan yang terbakar, tetapi juga terhadap kualitas udara di wilayah lain yang menerima paparan asap. Sejumlah daerah bahkan berada dalam kategori kualitas udara tidak sehat hingga berbahaya pada Kamis, 17 September 2026.
Ribuan Hektare Terdampak di Dua Pulau
Direktur Pengendalian Kebakaran Lahan Deputi Bidang Penegakan Hukum KLH/BPLH, Dasrul Chaniago, menyampaikan bahwa penindakan dilakukan terhadap 14 badan usaha di Sumatera. Luas lahan yang terdampak kebakaran pada kelompok perusahaan tersebut mencapai 3.699 hektare.
Di Kalimantan, jumlah badan usaha yang disegel jauh lebih besar, yakni 36 perusahaan. Area yang dikaitkan dengan kejadian kebakaran di wilayah ini mencapai 23.634 hektare. Jika digabungkan, total luasan di Sumatera dan Kalimantan mencapai 27.333 hektare.
"Total keseluruhan di Sumatera dan Kalimantan ada 27.333 hektare," ujar Dasrul dalam konferensi pers di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Di Sumatera Selatan, penyegelan dilakukan terhadap 11 badan usaha. Riau memiliki satu badan usaha yang masuk dalam penindakan, sementara Lampung terdapat dua badan usaha. Sebaran ini menunjukkan bahwa persoalan kebakaran lahan tidak terbatas pada satu provinsi saja, melainkan menjangkau beberapa wilayah di Pulau Sumatera.
Wilayah Kalimantan Barat menjadi lokasi dengan jumlah badan usaha tersegel terbanyak, yaitu 18 perusahaan. Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah masing-masing mencatat enam badan usaha yang ditindak. Di Kalimantan Timur ada empat badan usaha, sedangkan Kalimantan Utara terdapat dua badan usaha.
Kabut Asap Menekan Kualitas Udara
Kebakaran lahan membawa konsekuensi langsung bagi masyarakat di kawasan terdampak maupun daerah yang dilalui asap. Partikel dan polutan di udara dapat membuat kegiatan sehari-hari, terutama aktivitas luar ruangan, menjadi lebih berisiko bagi kelompok yang rentan.
Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Mutu Udara KLH/BPLH, Edward Nixon Pakpahan, menjelaskan bahwa pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara atau ISPU pada 17 September 2026 memperlihatkan banyak wilayah terdampak berada pada level tidak sehat, sangat tidak sehat, dan berbahaya.
Kalimantan Tengah serta Kalimantan Selatan tercatat berada dalam kondisi kualitas udara berbahaya pada hari tersebut. Status ini menjadi penanda penting bagi warga untuk lebih memperhatikan pembatasan aktivitas di luar rumah dan mengikuti arahan kesehatan yang tersedia.
"Untuk Provinsi Kalimantan Tengah dan per hari ini Kalimantan Selatan itu pada posisi status kualitas udara berbahaya," kata Nixon.
ISPU digunakan untuk menggambarkan tingkat pencemaran udara dan membantu masyarakat memahami kondisi yang sedang dihadapi. Ketika status memburuk, perhatian utama tidak hanya tertuju pada jarak pandang atau bau asap, tetapi juga pada kemungkinan paparan polusi yang terus terjadi selama seseorang berada di luar ruangan.
Imbauan untuk Membatasi Kegiatan di Luar Rumah
Pemerintah mengimbau warga di daerah terdampak agar mengurangi kegiatan di luar rumah. Imbauan ini merujuk pada panduan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 14 Tahun 2021 serta Surat Edaran Nomor 17 Tahun 2026.
Langkah pencegahan menjadi semakin penting bagi kelompok usia rendah dan warga lain yang membutuhkan perlindungan lebih besar dari paparan udara tercemar. Dalam kondisi tidak sehat, sangat tidak sehat, maupun berbahaya, masyarakat dianjurkan meningkatkan aktivitas di dalam rumah secara lebih intensif.
"Kita menyarankan untuk status kualitas udara tidak sehat, sangat tidak sehat, kemudian berbahaya adalah bagaimana saudara-saudara kita bapak ibu di daerah terdampak untuk bisa mengurangi aktivitas di luar rumah bahkan lebih intensif di dalam rumah, terutama untuk kelompok usia rendah," imbau Nixon.
Bagi warga, memperhatikan pembaruan kualitas udara dapat membantu menentukan pilihan aktivitas harian, seperti perjalanan, kegiatan sekolah, pekerjaan lapangan, atau olahraga. Saat kualitas udara memburuk, membatasi paparan di luar ruangan merupakan bagian dari upaya perlindungan diri yang dapat dilakukan segera.
Penyegelan terhadap puluhan perusahaan menegaskan bahwa penanganan karhutla mencakup penegakan hukum sekaligus pengendalian dampak lingkungan. Di tengah luasnya area terbakar dan memburuknya kondisi udara di sejumlah provinsi, pencegahan kebakaran serta perlindungan warga terdampak tetap menjadi perhatian utama.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is 27 Ribu Hektare Terbakar 50 Perusahaan?27 Ribu Hektare Terbakar 50 Perusahaan is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does 27 Ribu Hektare Terbakar 50 Perusahaan matter?27 Ribu Hektare Terbakar 50 Perusahaan matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.