beritaterbaik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

129 Orang Belum Ditemukan, Tim SAR Perluas Area Pencarian Korban Kapal Virgo

Published September 16, 2026 · Updated September 16, 2026 · By wpmanadmin - beritaterbaik.com

Foto : beritaterbaik.com

129 Orang Belum Ditemukan, Tim SAR Perluas Pencarian Kapal Virgo

Beritaterbaik.com – 129 Orang Belum Ditemukan Tim SAR menjadi fokus operasi pencarian korban Kapal Virgo yang terus diperluas di perairan Kalimantan Selatan. Memasuki hari keempat pencarian pada Rabu, 16 September 2026, tim SAR gabungan masih menelusuri kawasan Laut Jawa untuk menemukan para korban yang belum diketahui keberadaannya.

Operasi tersebut melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, dan BNPB. Kekuatan laut serta udara dikerahkan secara bersamaan untuk menjangkau wilayah pencarian yang luas. Koordinasi antarlembaga dilakukan agar penyisiran dapat berjalan terarah, termasuk dalam menerima dan memeriksa setiap informasi yang berpotensi menjadi petunjuk.

Enam Sektor Pencarian di Perairan Laut Jawa

Tim SAR gabungan membagi wilayah operasi menjadi enam sektor pencarian. Total area yang disisir mencapai 6.120 mil laut persegi atau NM², dengan masing-masing sektor memiliki cakupan sekitar 1.020 NM². Pembagian sektor ini membantu setiap unsur mengetahui wilayah tugasnya sekaligus mengurangi kemungkinan adanya area yang terlewat.

Di laut, sejumlah kapal dikerahkan untuk mendukung pencarian korban Kapal Virgo. Armada tersebut meliputi KN SAR Laksmana 241, KN SAR Wisanggeni, KN SAR Kamajaya, KN SAR Permadi, dan RBB Palangkaraya. Unsur TNI AL juga ditempatkan di sektor pencarian yang telah ditentukan.

Kapal-kapal tersebut melakukan penyisiran di area masing-masing sambil tetap menjaga komunikasi dengan posko operasi. Apabila ada temuan atau informasi dari unsur udara, armada laut dapat bergerak untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pola kerja ini diperlukan karena pencarian di laut sangat bergantung pada ketepatan koordinasi dan cakupan wilayah yang diperiksa.

Dengan luasnya perairan yang harus ditelusuri, pencarian tidak hanya dilakukan sekali pada satu titik. Tim perlu memeriksa sektor yang telah ditetapkan secara sistematis dan menindaklanjuti informasi baru yang masuk selama operasi berlangsung. Upaya tersebut menjadi bagian dari pencarian 129 orang yang belum ditemukan.

Pesawat dan Helikopter Perkuat Pemantauan Udara

Selain penyisiran melalui jalur laut, operasi pencarian juga mendapat dukungan dari udara. Basarnas mengerahkan HR 3601 dan Helikopter Dauphin AS365N3+. BNPB membantu dengan pesawat Caravan PK-SNK, sedangkan TNI AL mengoperasikan pesawat CN-235 serta Helikopter Panther HS 1310.

Pesawat Cessna PK-SNK milik BNPB ditugaskan menyisir Sektor R dengan luas 1.491 NM². Sementara itu, HR 3601 Basarnas dan P-3013 Polri disiagakan untuk mendukung operasi pencarian, termasuk bila diperlukan penanganan melalui jalur udara.

Pemantauan dari udara memberi keuntungan karena wilayah laut yang luas dapat diamati dalam waktu yang lebih singkat. Informasi hasil pengamatan kemudian diteruskan kepada unsur di laut agar lokasi yang dianggap relevan dapat diperiksa secara langsung. Dukungan pesawat dan helikopter menjadi pelengkap penting bagi kapal-kapal yang melakukan penyisiran di permukaan laut.

“Memasuki hari keempat, Tim SAR Gabungan kembali memperkuat operasi pencarian dan pertolongan dengan mengerahkan kekuatan udara dan laut untuk menyisir area pencarian yang telah ditetapkan,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana dalam keterangan tertulis, Rabu (16/9/2026).

Koordinasi Antarunsur Terus Dilakukan

I Putu Sudayana mengatakan seluruh personel tetap menjalankan koordinasi untuk mengoptimalkan pencarian. Keterlibatan berbagai instansi memerlukan pembagian tugas yang jelas, mulai dari penyisiran laut, pengamatan udara, hingga kesiapan melakukan evakuasi apabila ditemukan korban atau petunjuk baru.

Operasi pencarian dan pertolongan di laut memerlukan penelusuran berulang serta penanganan informasi secara cepat. Karena itu, pembagian area pencarian menjadi enam sektor berperan penting dalam mengarahkan pergerakan kapal, pesawat, dan helikopter yang terlibat. Setiap unsur bekerja dalam wilayah yang telah ditetapkan, namun tetap terhubung dalam satu operasi bersama.

Hingga hari keempat, 129 Orang Belum Ditemukan Tim SAR masih memperluas jangkauan penyisiran. Pencarian melalui laut dan udara diteruskan sebagai upaya untuk menemukan korban Kapal Virgo serta memberikan pertolongan semaksimal mungkin.

“Laut yang luas bukan menjadi penghalang. Setiap sektor disisir, setiap informasi ditelusuri, dan setiap kemungkinan tetap dicari. Tim SAR Gabungan terus bergerak,” ucap I Putu Sudayana.

FAQ Pencarian Korban Kapal Virgo

Berapa orang yang masih belum ditemukan?

Sebanyak 129 orang masih belum ditemukan hingga memasuki hari keempat operasi pencarian korban Kapal Virgo.

Di mana lokasi pencarian dilakukan?

Pencarian dilakukan di kawasan Laut Jawa, perairan Kalimantan Selatan. Area operasi mencapai 6.120 NM² dan dibagi menjadi enam sektor pencarian.

Instansi apa saja yang terlibat dalam operasi?

Operasi SAR melibatkan Basarnas, TNI, Polri, dan BNPB. Unsur-unsur tersebut mengerahkan kapal, pesawat, serta helikopter untuk mendukung pencarian dari laut dan udara.

Mengapa pencarian memakai jalur laut dan udara?

Jalur laut digunakan untuk menyisir dan memeriksa lokasi secara langsung, sedangkan pengamatan udara membantu menjangkau wilayah perairan yang luas dengan lebih cepat. Informasi dari udara dapat menjadi dasar bagi kapal untuk memeriksa titik tertentu.

Related Reading