beritaterbaik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Superbank Jalankan Program LTIP, Bagian dari Strategi Jangka Panjang Perseroan

Published Agustus 13, 2026 · Updated Agustus 13, 2026 · By beritaterbaik - beritaterbaik.com

Superbank Jalankan Program LTIP untuk Strategi Jangka Panjang

Beritaterbaik.com – PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) atau Superbank resmi menjalankan program Long-Term Incentive Plan (LTIP) sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan. Pengumuman ini disampaikan melalui mekanisme keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI). Program ini merupakan kelanjutan dari Program Kepemilikan Saham yang telah diintegrasikan dalam prospektus penawaran umum perdana saham Superbank.

Menurut pernyataan manajemen, inisiatif LTIP ini menjadi komponen penting dalam strategi jangka panjang Perseroan. Tujuannya adalah mendorong kinerja dan pertumbuhan perusahaan secara berkelanjutan. Manajemen Superbank menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk menyelaraskan kepentingan para peserta dengan kepentingan seluruh pemegang saham, sekaligus mendorong penciptaan nilai perusahaan yang berkelanjutan.

"LTIP merupakan bagian dari strategi jangka panjang Perseroan untuk menyelaraskan kepentingan peserta program dengan kepentingan seluruh pemegang saham serta mendorong penciptaan nilai perusahaan secara berkelanjutan," ujar Manajemen Superbank, dikutip dari keterangan resmi, Rabu (12/8/2026).

Program ini juga mendukung upaya Perseroan dalam mempertahankan talenta dan kapabilitas strategis yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan Superbank dalam jangka panjang. Sebagian besar saham dalam Program LTIP dialokasikan kepada karyawan. Hal ini mencerminkan tujuan program untuk memberikan apresiasi atas kontribusi sekaligus menyelaraskan kepentingan karyawan dengan pertumbuhan dan kinerja Perseroan dalam jangka panjang.

"Sebagai perusahaan yang terus bertumbuh, keberadaan talenta dan kapabilitas yang tepat menjadi bagian penting dalam mendukung strategi perusahaan. Melalui program ini, kami ingin mendorong keterlibatan jangka panjang sekaligus menyelaraskan kepentingan peserta program dengan keberhasilan Superbank ke depan," lanjut manajemen.

Superbank menyampaikan, seluruh pelaksanaan LTIP dilakukan sesuai dengan ketentuan regulator dan mekanisme tata kelola perusahaan yang berlaku, serta telah disampaikan secara transparan melalui keterbukaan informasi.

Pertumbuhan Kinerja Superbank di Semester I 2026

Sebelumnya, PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) atau Superbank mencatat pertumbuhan kinerja sepanjang Semester I 2026. Bank dengan layanan digital ini membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 234 miliar, melonjak 669% secara tahunan. Pada saat yang sama, jumlah nasabah telah menembus 7 juta dan total aset mencapai Rp 27 triliun.

Total aset Superbank tersebut tumbuh 81,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Perseroan menilai pencapaian ini ditopang strategi pertumbuhan berbasis ekosistem yang turut mendorong profitabilitas, efisiensi operasional, dan kualitas aset.

Presiden Direktur Superbank Tigor M. Siahaan mengatakan, semester pertama 2026 menjadi momentum penting bagi Superbank. Strategi berbasis ekosistem yang dibangun bersama para pemegang saham kini semakin terlihat hasilnya, tidak hanya dari pertumbuhan jumlah nasabah, tetapi juga dari meningkatnya profitabilitas, efisiensi, dan kualitas aset.

"Hal ini menunjukkan bahwa kami berhasil membangun pertumbuhan yang tidak hanya cepat, tetapi juga sehat dan berkelanjutan," jelas dia dalam keterangan tertulis, Selasa (28/7/2026).

"Ke depan, kami akan terus memperluas kolaborasi di dalam ekosistem untuk menghadirkan layanan keuangan digital yang semakin relevan, mudah diakses, dan mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi nasabah, mitra, serta pemegang saham," tambah Tigor.

Strategi berbasis ekosistem menjadi salah satu motor pertumbuhan Superbank. Hingga Juni 2026, lebih dari 60% nasabah perseroan merupakan pengguna Grab dan OVO, mencerminkan integrasi layanan perbankan dengan aktivitas digital masyarakat. Penyaluran kredit Superbank mencapai Rp 13,4 triliun atau tumbuh 61% secara tahunan dan 17,6% dibandingkan kuartal sebelumnya. Pertumbuhan tersebut turut ditopang integrasi produk Pinjaman Atur Sendiri (PAS) dengan ekosistem Grab dan OVO.

Dari sisi pendanaan, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 15,9 triliun, melonjak 89,1% secara tahunan dan naik 10,3% secara kuartalan. Pertumbuhan DPK yang lebih tinggi dibandingkan kredit dinilai memperkuat likuiditas sekaligus memberikan ruang bagi ekspansi bisnis.

Kinerja tersebut juga tercermin pada pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) yang tumbuh 51,7% menjadi Rp 1,01 triliun. Sementara itu, Net Interest Margin (NIM) terjaga pada 8,7%. Efisiensi operasional turut membaik dengan Cost to Income Ratio (CIR) turun menjadi 54,8% dari 74,6% pada Semester I 2025.

FAQ: Program LTIP Superbank

Apa itu program LTIP Superbank? Program LTIP (Long-Term Incentive Plan) Superbank adalah program insentif jangka panjang yang dijalankan sebagai bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk menyelaraskan kepentingan peserta dengan pemegang saham.

Siapa saja yang menjadi peserta program LTIP? Sebagian besar saham dalam Program LTIP dialokasikan kepada karyawan Superbank sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka.

Berapa total aset Superbank per Semester I 2026? Total aset Superbank mencapai Rp 27 triliun pada Semester I 2026, tumbuh 81,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Bagaimana kinerja laba Superbank di Semester I 2026? Superbank membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp 234 miliar, melonjak 669% secara tahunan di Semester I 2026.

Related Reading