beritaterbaik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Nasib BBM Subsidi di Pidato Nota Keuangan Prabowo Besok

Published Agustus 14, 2026 · Updated Agustus 14, 2026 · By beritaterbaik - beritaterbaik.com

Penetapan Asumsi Energi dan Subsidi BBM dalam Pidato Nota Keuangan Prabowo

Beritaterbaik.com – Jakarta - Besok, Jumat (14/8/2026), Presiden Prabowo Subianto akan menyampaikan orasi mengenai Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) untuk Tahun Anggaran 2027. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga akan memaparkan Nota Keuangan serta dokumen-dokumen pendukungnya kepada Ketua DPR RI. Acara ini merupakan bagian integral dari rangkaian Sidang Tahunan 2026 dan Sidang Bersama yang melibatkan MPR, DPR, serta DPD. Seluruh kegiatan akan digelar di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.

Menurut jadwal resmi, pidato nota keuangan dari Presiden Prabowo dijadwalkan berlangsung antara pukul 15.42 hingga 15.57 WIB. Salah satu poin krusial yang akan diulas dalam pidato RAPBN 2027 adalah besaran subsidi bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, pembahasan juga mencakup lifting minyak serta penentuan patokan harga minyak mentah Indonesia.

Aspirasi Ketahanan Energi dan Alokasi Anggaran

Pemerintah telah menyiapkan proyeksi komprehensif untuk sektor energi di tahun 2027. Langkah ini bertujuan mengoptimalkan upaya menuju ketahanan energi nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah mencapai kesepakatan mengenai usulan Asumsi Dasar Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027.

Anggaran tahun 2027 diarahkan untuk mendukung agenda pembangunan sektor energi yang berpihak kepada masyarakat. Melalui alokasi yang dominan untuk pembangunan infrastruktur dan program strategis seperti listrik desa, converter kit untuk petani, serta Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Pemerintah memastikan bahwa kebijakan energi tidak hanya menjaga ketahanan pasokan nasional, tetapi juga memberikan manfaat yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

Angka Makro dan Subsidi yang Disepakati

Pada Rapat Kerja yang lalu, disepakati asumsi makro rata-rata Harga Minyak Mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada rentang US$ 70- US$ 95. Sementara lifting minyak dan gas bumi disepakati pada level 1.556-1.610 ribu Barrel Oil Equivalent per Day (BOEPD), dengan rincian lifting minyak bumi 605-620 ribu Barrel Oil per Day (BOPD), lifting gas bumi ribu 951-990 BOEPD, dan Cost Recovery pada US$ 10,1-11,5 miliar.

"Untuk porsi yang ini bisa kita diskusikan, mana ruang yang lebih untuk bisa kita bicarakan dalam konteks untuk meningkatkan kapasitas lifting daripada seluruh KKKS yang ada di negara kita," ujar Bahlil pada Rapat Kerja di Kantor DPR RI, Selasa (16/6/2026) lalu.

Terkait dengan volume Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi, hasil Rapat Kerja menyatakan asumsi dasar untuk volume BBM tahun depan adalah 19,343-19,561 juta kilo liter (KL). Secara spesifik, volume minyak tanah adalah 0,543-0,561 juta KL dan minyak solar sebanyak 18,80-19,00 juta KL. Adapun volume LPG 3 kilogram adalah 8 juta Metrik Ton (MT).

Tak hanya itu, Raker juga menyepakati subsidi tetap minyak solar (Gasoil 48) sebesar Rp 1.000/liter dan subsidi listrik sebanyak Rp 113,45- Rp 122,83 triliun. Bahlil mengatakan, bahwa asumsi makro yang disampaikan akan mendapatkan angka yang lebih presisi sekitar bulan Juli atau Agustus mendatang, sembari menyesuaikan dinamika geopolitik yang tengah terjadi.

"Menyangkut dengan asumsi makro kita di sektor migas, sekali lagi saya katakan bahwa ini sama dengan apa yang disampaikan oleh Pemerintah yang dibaca oleh Bapak Presiden, sambil menunggu dinamika geopolitik nanti. Masuk bulan Juli atau Agustus baru kita bisa menempatkan angka yang agak sedikit presisi," ujarnya.

Saat ini, masyarakat masih menunggu asumsi dasar sektor energi yang diputuskan dalam pidato Presiden Prabowo besok.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Nasib BBM Subsidi di Pidato Nota?

Nasib BBM Subsidi di Pidato Nota is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Nasib BBM Subsidi di Pidato Nota matter?

Nasib BBM Subsidi di Pidato Nota matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.