beritaterbaik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Mengenal Josh Kushner, Miliarder yang Membeli LA Lakers Rp 223 Triliun

Published Agustus 14, 2026 · Updated Agustus 14, 2026 · By beritaterbaik - beritaterbaik.com

Josh Kushner dan Bob Iger Raih Kesepakatan Membeli LA Lakers Senilai Rp 223 Triliun

Beritaterbaik.com – Josh Kushner, adik dari Jared Kushner yang merupakan menantu Presiden Donald Trump, resmi mengumumkan kemitraannya dengan Bob Iger, mantan CEO Disney, untuk mengakuisisi klub basket Los Angeles Lakers. Transaksi bernilai US$ 12,5 miliar ini setara dengan Rp 223,4 triliun jika menggunakan kurs dolar AS terhadap rupiah sebesar 17.874. Menurut catatan Forbes, kekayaan bersih Kushner saat ini mencapai US$ 5 miliar atau Rp 89,3 triliun.

Pengusaha berusia 41 tahun ini kembali membuktikan kemampuannya dalam melakukan investasi berskala besar. Melansir CNN Business pada Kamis, 13 Agustus 2026, langkah pembelian Lakers ini menjadi salah satu pencapaian paling signifikan dalam kariernya. Thrive Capital, perusahaan modal ventura yang dipimpinnya, berhasil mengumpulkan dana lebih dari US$ 10 miliar atau Rp 178,7 triliun dalam putaran pendanaan terbaru. Jumlah ini menjadi fondasi kuat bagi reputasi Kushner sebagai tokoh bisnis yang sangat berpengaruh.

Visi Thrive Capital dan Investasi di Sektor Teknologi

Kushner mengungkapkan keyakinannya terhadap potensi besar perusahaan yang ia bangun. Dalam sebuah podcast pada bulan Februari, ia menyatakan bahwa Thrive baru saja mencapai sebagian kecil dari keseluruhan potensinya. Ia juga menekankan bahwa loyalitas dan kerendahan hati merupakan nilai-nilai inti dalam kepemimpinannya. "Saya yakin bahwa perkataan saya, perkataan perusahaan ini, lebih penting daripada apa pun," tambahnya dengan tegas.

Portofolio Thrive Capital mencakup berbagai sektor yang sangat beragam. Mulai dari investasi awal di perusahaan teknologi global seperti OpenAI dan SpaceX, hingga merek-merek terkini seperti Spotify, SKIMS milik Kim Kardashian, serta studio film A24. Tidak hanya di bidang teknologi, firma yang berkantor di New York ini juga memiliki kehadiran kuat di dunia olahraga melalui kepemilikan saham di San Francisco Giants dan Miami Heat.

Salah satu cabang Thrive, yaitu Thrive Holdings, fokus pada investasi di perusahaan-perusahaan yang berupaya memodernisasi operasional tradisional dengan memanfaatkan kecerdasan buatan. Kushner menilai bahwa era saat ini merupakan momen paling krusial dalam sejarah. Ia merasa bahwa teknologi AI masih belum diapresiasi secara optimal oleh banyak pihak. "Saya rasa ini momen paling penting di hidup kita. Dalam berbagai aspek, AI kurang diapresiasi," ujarnya dalam wawancara di The Hill & Valley Forum tahun 2025.

Kemitraan dengan OpenAI dan Sam Altman

Thrive Capital juga dikenal sebagai salah satu investor utama OpenAI. Pada bulan Desember, perusahaan tersebut menambah investasi sebesar US$ 1 miliar atau Rp 17,8 triliun ke dalam OpenAI, sebagaimana dilaporkan oleh CNBC. Hubungan kerja Kushner dengan CEO OpenAI, Sam Altman, terjalin sangat erat. Altman memberikan apresiasi tinggi terhadap gaya investasi Kushner. "Josh berinvestasi dengan mantap dalam perusahaan dan pendiri yang berkualitas tinggi, dan dia tidak begitu peduli apa yang dipikirkan oleh investor lain. Saya merasa bisa sependapat dengan itu," kata Altman kepada Fortune pada tahun 2024.

Kontroversi FIFA dan Reputasi Publik

Meskipun banyak kesuksesan, tidak semua investasi Kushner berjalan mulus. Baru-baru ini, Thrive Eternal yang dipimpinnya terlibat dalam rencana kontroversial yang akhirnya dibatalkan bersama FIFA. Rencana tersebut bertujuan untuk menjual saham pribadi dari turnamen Piala Dunia berikutnya. FIFA menyatakan bahwa dana yang diperoleh akan diinvestasikan kembali ke dalam olahraga. Mark Conrad, profesor hukum dan etik di Gabelli School of Business Fordham University, menilai bahwa pembelian Lakers oleh Kushner berfungsi sebagai pengalihan isu dari kontroversi FIFA. "Pembelian kepemilikan Lakers oleh Kushner bekerja sebagai pengalihan isu dari kontroversi FIFA ini, dan nyaris memulai babak baru di sektor olahraga," ujarnya melalui email ke CNN. Ia juga menambahkan bahwa Kushner tentu menjadi lebih terlihat di mata publik saat ini.

Akar Keluarga dan Kehidupan Pribadi

Lahir di New Jersey, Josh Kushner adalah putra dari konglomerat properti Charles Kushner. Ia merupakan adik laki-laki dari Jared Kushner, menantu Presiden AS Donald Trump. Charles Kushner mendapatkan pengampunan dari Trump pada tahun 2020 terkait vonis tahun 2005 atas tuduhan penggelapan pajak federal. Meskipun memiliki keterkaitan dengan keluarga Trump, Josh cenderung menghindari keterlibatan langsung dalam politik keluarga tersebut.

Josh sedang membangun kehidupan keluarganya sendiri bersama Karlie Kloss, seorang model yang dinikahinya pada tahun 2018. Pasangan ini telah dikaruniai tiga anak dan sering menghadiri acara-acara bergengsi seperti Met Gala. Kloss pernah menyampaikan pandangannya mengenai politik keluarga Kushner. "Saya yakin saya bukan satu-satunya orang di negara ini yang tidak setuju dengan politik keluarga mereka," ujarnya dalam sebuah wawancara. Ia juga menambahkan bahwa ia dan suaminya telah melalui banyak tantangan dan merasa bangga memiliki Josh sebagai pasangan.

Selain bisnis dan olahraga, Kushner juga memiliki kontribusi di sektor kesehatan. Pada tahun 2017, ia menyatakan bahwa nilai-nilai liberal telah menuntun hidupnya, dan ia mendukung pemimpin politik yang memiliki nilai serupa. Selain itu, ia mendirikan Oscar Health pada tahun 2012, sebuah perusahaan asuransi kesehatan yang awalnya memanfaatkan pembentukan pasar asuransi berdasarkan Undang-Undang Perawatan Kesehatan Terjangkau. Perusahaan ini baru-baru ini membukukan laba rekor.

Related Reading

Frequently Asked Questions

What is Mengenal Josh Kushner Miliarder yang Membeli?

Mengenal Josh Kushner Miliarder yang Membeli is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Mengenal Josh Kushner Miliarder yang Membeli matter?

Mengenal Josh Kushner Miliarder yang Membeli matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.