beritaterbaik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Harga Minyak Dunia Menguat Usai AS Ancam Isolasi Ekonomi Iran

Published Agustus 15, 2026 · Updated Agustus 15, 2026 · By beritaterbaik - beritaterbaik.com

Harga Minyak Dunia Menguat Usai Ancaman AS Terhadap Iran

Beritaterbaik.com – Harga Minyak Dunia Menguat Usai Amerika Serikat (AS) mengumumkan potensi blokade laut terhadap pelabuhan Iran yang dapat berlangsung tanpa batas waktu. Pernyataan ini kembali memicu kekhawatiran investor global terhadap kelancaran arus energi melalui Selat Hormuz, jalur perdagangan minyak paling strategis di dunia. Mengutip CNBC, Sabtu (15/8/2026), harga minyak mentah Brent yang menjadi patokan internasional naik 1,7% menjadi US$ 88,52 per barel.

Sementara itu, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga mengalami kenaikan sebesar 1,4% dan ditutup di level US$ 82,40 per barel. Kedua harga acuan tersebut sempat turun sekitar 2% pada perdagangan Kamis sebelum kemudian menguat kembali. Secara mingguan, Brent dan WTI masih mencatat kenaikan lebih dari 5% yang menunjukkan sentimen positif pasar terhadap situasi geopolitik saat ini.

Langkah Isolasi Ekonomi Iran oleh AS

Penguatan harga minyak pada Jumat terjadi setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperingatkan adanya sejumlah langkah yang ditujukan untuk menciptakan "isolasi ekonomi" terhadap Iran. Dalam wawancara dengan Newsmax, Bessent mengatakan langkah-langkah tersebut "have never been seen" atau belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah hubungan internasional. Pernyataan Bessent disampaikan setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan kepada wartawan bahwa pasukan AS dapat mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran tanpa batas waktu.

Ancaman tersebut muncul setelah Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan pada Kamis malam bahwa Iran menyerang dua kapal milik Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) yang sedang melintas di Selat Hormuz. Perkembangan tersebut membuat perhatian pasar kembali tertuju pada Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi paling penting di dunia. Gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi pasokan minyak global secara signifikan.

Dampak Terhadap Pasokan dan Permintaan Minyak Global

Pada perdagangan Kamis, harga minyak justru sempat melemah setelah Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan ekspor minyak yang melewati Selat Hormuz saat ini lebih tinggi dibandingkan sejumlah perkiraan independen. Pernyataan tersebut meredakan sebagian kekhawatiran pasar mengenai potensi gangguan pasokan minyak akibat ketegangan di kawasan tersebut. Namun, perkembangan terbaru kembali meningkatkan kekhawatiran mengenai kelancaran arus minyak melalui selat tersebut.

Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) pada Rabu memperkirakan permintaan minyak global akan mengalami penurunan lebih besar dari perkiraan sebelumnya pada tahun ini. IEA menyebut tekanan terhadap aktivitas dan arus energi di sekitar Selat Hormuz menjadi salah satu faktor yang memengaruhi prospek permintaan minyak global. Selat Hormuz merupakan jalur strategis bagi perdagangan minyak dunia yang menghubungkan Timur Tengah dengan pasar internasional.

Karena itu, setiap gangguan terhadap aktivitas pelayaran di kawasan tersebut dapat meningkatkan kekhawatiran pasar dan berpotensi mendorong volatilitas harga minyak. Investor dan pelaku industri energi perlu memantau perkembangan situasi geopolitik secara berkala untuk mengantisipasi perubahan harga yang mungkin terjadi.

FAQ: Pertanyaan Umum Tentang Harga Minyak

Apa yang menyebabkan harga minyak dunia menguat? Harga minyak dunia menguat akibat ketegangan geopolitik, khususnya ancaman AS terhadap Iran dan potensi gangguan di Selat Hormuz yang merupakan jalur utama ekspor minyak.

Berapa kenaikan harga minyak Brent dan WTI? Harga minyak mentah Brent naik 1,7% menjadi US$ 88,52 per barel, sementara WTI meningkat 1,4% menjadi US$ 82,40 per barel pada perdagangan Jumat.

Bagaimana dampak blokade Iran terhadap pasokan minyak global? Blokade terhadap pelabuhan Iran dapat mengganggu pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah dan meningkatkan volatilitas harga minyak di pasar internasional.

Apa prediksi IEA tentang permintaan minyak global? IEA memperkirakan permintaan minyak global akan mengalami penurunan lebih besar dari perkiraan sebelumnya pada tahun ini akibat tekanan terhadap aktivitas energi di sekitar Selat Hormuz.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6 untuk informasi lebih lengkap tentang perkembangan harga minyak dan situasi geopolitik global.

Related Reading