Harga Emas Antam Kamis 13 Agustus 2026 Naik Rp 20.000, Buyback Lebih Tinggi
Emas Antam Menguat di Tengah Sentimen Positif Data Inflasi AS
Beritaterbaik.com – Perdagangan pada Kamis, 13 Agustus 2026 mencatatkan penguatan harga emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk. Logam mulia tersebut kini dihargai Rp 2.700.000 per gram, mengalami kenaikan sebesar Rp 20.000 dibandingkan posisi pada hari sebelumnya yang berada di Rp 2.680.000 per gram.
Sementara itu, mekanisme buyback atau pembelian kembali emas oleh Antam juga menunjukkan tren positif. Nilai pembelian kembali naik lebih signifikan, yakni sebesar Rp 30.000, sehingga saat ini dipatok di angka Rp 2.546.000 per gram. Perlu dicatat bahwa harga buyback merupakan tarif yang berlaku ketika pemilik emas memutuskan untuk menjual kembali logam mulianya kepada perusahaan. Di sisi lain, harga yang tertera pada awal perdagangan merujuk pada harga jual resmi kepada masyarakat umum.
Emas Dunia Tembus Level Tertinggi Dua Bulan
Penguatan harga emas Antam tidak lepas dari pergerakan pasar global yang juga menguat pada perdagangan Rabu. Harga emas spot dunia berhasil menyentuh level tertinggi dalam kurun waktu lebih dari dua bulan, tercatat naik 1 persen menjadi US$ 4.409,35 per ounce. Selain itu, logam mulia ini juga menembus rata-rata pergerakan 100 hari yang berada di level US$ 4.387,28.
Kenaikan ini didorong oleh pelemahan dolar Amerika Serikat setelah rilis data inflasi yang sesuai dengan ekspektasi pasar. Kondisi tersebut memperkuat keyakinan investor bahwa Federal Reserve kemungkinan akan menahan suku bunga pada pertemuan bulan September mendatang. Kontrak berjangka emas AS juga ikut menguat 0,6 persen menjadi US$ 4.466,80 per ounce.
Sepanjang sesi perdagangan, emas sempat mencatatkan posisi tertinggi sejak 5 Juni 2026. Kenaikan terjadi setelah data inflasi konsumen AS menunjukkan kenaikan tipis sebesar 0,1 persen secara bulanan pada Juli, sesuai perkiraan analis, setelah sebelumnya turun 0,4 persen pada Juni. Data ini dinilai mengurangi alasan bagi The Fed untuk kembali menaikkan suku bunga.
Analisis Pasar dan Faktor Pendukung
Edward Meir dari Marex menyampaikan bahwa pasar merespons positif data inflasi tersebut karena hasilnya tidak melampaui perkiraan. Ia menjelaskan:
"Data CPI cukup menggembirakan. Memang lebih tinggi dibanding bulan lalu, tetapi masih sesuai dengan estimasi. Ditambah dolar yang lebih lemah dan faktor teknikal, semuanya membantu harga emas menguat."
Indeks dolar AS tercatat melemah tipis pasca-rilis data inflasi. Kondisi ini membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih terjangkau bagi pembeli dari luar Amerika Serikat, sehingga permintaan terhadap logam mulia meningkat. Perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter The Fed juga terlihat dari pergerakan probabilitas kenaikan suku bunga. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September hanya sekitar 40 persen, turun dari 46 persen sebelum data inflasi diumumkan.
Sebelumnya, pada 29 Juli 2026, The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen. Meski demikian, keputusan tersebut tidak sepenuhnya bulat karena tiga dari 12 pejabat pemegang hak suara memilih untuk mendukung kenaikan suku bunga. Lingkungan suku bunga yang lebih tinggi biasanya mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil seperti deposito atau obligasi. Karena itu, berkurangnya spekulasi kenaikan suku bunga menjadi sentimen positif bagi pasar emas.
Fokus Investor dan Geopolitik
Fokus investor selanjutnya kini tertuju pada rilis Indeks Harga Produsen (Producer Price Index/PPI) AS yang dijadwalkan diumumkan pada Kamis, 13 Agustus 2026. Data tersebut diperkirakan akan menjadi petunjuk tambahan mengenai arah inflasi dan kebijakan moneter The Fed pada beberapa bulan mendatang.
Di tengah sentimen positif dari data inflasi AS, pasar juga masih mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Amerika Serikat dan kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran sama-sama melaporkan adanya serangan terpisah terhadap kapal-kapal pelayaran pada Selasa, 11 Agustus 2026. Situasi ini memunculkan kekhawatiran bahwa prospek berakhirnya konflik terkait Iran semakin meredup.
Menurut Edward Meir, eskalasi kembali konflik di kawasan tersebut berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dunia. Ia menambahkan bahwa jika permusuhan kembali meningkat, harga minyak bisa bergerak naik signifikan.
Rekor Historis dan Catatan Penting
Perlu diketahui, harga emas Antam bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar. Sebagai catatan, harga emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis, 29 Januari 2026, yakni mencapai Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback berada di level Rp 2.989.000 per gram.
Seluruh informasi harga emas tersebut mengacu pada situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Harga Emas Antam Kamis 13 Agustus 2026?Harga Emas Antam Kamis 13 Agustus 2026 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Harga Emas Antam Kamis 13 Agustus 2026 matter?Harga Emas Antam Kamis 13 Agustus 2026 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.