Harga Emas Antam 15 Agustus 2026 Naik Rp 11.000
Antam Catat Kenaikan Harga Emas Rp 11.000 pada 15 Agustus 2026
Beritaterbaik.com – Perdagangan pada hari Sabtu, 15 Agustus 2026, mencatatkan kenaikan harga emas batangan milik PT Aneka Tambang Tbk. Berdasarkan data dari situs Logam Mulia, harga jual emas Antam saat ini mencapai Rp 2.675.000 per gram. Angka ini menunjukkan peningkatan sebesar Rp 11.000 dibandingkan posisi kemarin yang berada di Rp 2.664.000 per gram.
Sementara itu, harga beli kembali atau buyback juga mengalami kenaikan. Nilai buyback emas Antam hari ini ditetapkan sebesar Rp 2.525.000 per gram, naik Rp 15.000 dari hari sebelumnya. Perlu dicatat bahwa harga buyback merupakan tarif yang berlaku ketika pemilik emas menjual kembali logam mulianya kepada Antam, sedangkan harga yang tercantum di awal merupakan harga jual resmi kepada konsumen.
Pergerakan Emas Dunia Mendukung Kenaikan
Emas dunia menguat pada perdagangan Jumat dan berada dalam tren kenaikan mingguan. Faktor utama penguatan ini adalah pelemahan dolar Amerika Serikat setelah data inflasi AS yang dirilis pekan ini memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan bulan depan.
Mengutip CNBC, harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi US$ 4.379,39 per ounce pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Sebelumnya, harga emas terkoreksi 1,3% akibat aksi ambil untung setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 5 Juni. Secara mingguan, harga emas telah menguat sekitar 1%. Sementara itu, harga emas berjangka AS naik 0,4% menjadi US$ 4.437,30 per ounce.
"Indeks dolar AS yang lebih rendah merupakan pasar eksternal yang mendukung dan membantu harga emas hari ini," kata Jim Wyckoff, analis pasar di American Gold Exchange.
Indeks dolar AS turun 0,4%. Pelemahan tersebut membuat emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi pembeli di luar Amerika Serikat. Harga emas juga mendapat dukungan dari penurunan tak terduga data nonfarm payrolls AS pada Juli. Selain itu, data inflasi yang dirilis pekan ini sebagian besar sesuai dengan perkiraan pasar. Kondisi tersebut membuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada bulan depan turun signifikan.
Sebagian besar analis kini memperkirakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50%-3,75%. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan September hanya sebesar 31%. Angka tersebut turun dari sekitar 55% pada pekan sebelumnya.
"Karena kami memperkirakan The Fed tidak akan menaikkan suku bunga, harga emas masih memiliki potensi kenaikan lebih lanjut," kata Commerzbank dalam sebuah catatan.
Faktor Geopolitik dan Minyak Mentah
Suku bunga yang lebih rendah biasanya menjadi sentimen positif bagi emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen berbasis bunga. Di sisi lain, perkembangan geopolitik juga menjadi perhatian pasar. Aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz dilaporkan hampir terhenti setelah dua kapal kembali diserang. Amerika Serikat juga menyatakan dapat mempertahankan blokade laut terhadap Iran tanpa batas waktu tertentu.
Kabar tersebut turut mendorong harga minyak dan membuat komoditas energi tersebut berada di jalur kenaikan mingguan. Namun, kenaikan harga minyak dapat menjadi sentimen negatif bagi pasar logam mulia. Pasalnya, harga minyak yang lebih tinggi berpotensi meningkatkan inflasi dan mendorong bank sentral mempertimbangkan kenaikan suku bunga.
"Jika harga minyak mentah terus naik, hal itu akan menjadi elemen bearish bagi pasar logam karena dapat mendorong inflasi dan membuat bank sentral menaikkan suku bunga," ujar Wyckoff.
Sementara itu, di India, diskon harga emas melebar hingga mencapai level tertinggi dalam lebih dari dua bulan. Kondisi tersebut menunjukkan permintaan emas di salah satu pasar konsumen utama dunia masih menghadapi tekanan.
Sebagai informasi tambahan, harga emas Antam bersifat fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar. Sebagai catatan, harga emas Antam pernah mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah pada Kamis (29/1/2026), yakni mencapai Rp 3.168.000 per gram, dengan harga buyback berada di level Rp 2.989.000 per gram. Seluruh informasi harga emas tersebut mengacu pada situs resmi Logam Mulia, unit bisnis PT Aneka Tambang Tbk.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is Harga Emas Antam 15 Agustus 2026?Harga Emas Antam 15 Agustus 2026 is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does Harga Emas Antam 15 Agustus 2026 matter?Harga Emas Antam 15 Agustus 2026 matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.