beritaterbaik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

BEI Ungkap Tren Investasi Bergeser, Dampak Sosial dan Lingkungan Jadi Pertimbangan

Published Agustus 14, 2026 · Updated Agustus 14, 2026 · By beritaterbaik - beritaterbaik.com

BEI Ungkap Tren Investasi Bergeser ke Arah Berdampak

Beritaterbaik.com – Investor Indonesia kini mulai mengubah cara pandang mereka terhadap penanaman modal. BEI Ungkap Tren Investasi Bergeser ke arah yang lebih holistik, di mana dampak sosial dan lingkungan menjadi pertimbangan utama alongside keuntungan finansial. Pernyataan ini disampaikan oleh Nurhaida, Presiden Komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI), dalam acara Impact Investment Festival 2026 yang diselenggarakan di gedung BEI pada Kamis (13/8/2026).

Perubahan paradigma ini mencerminkan kesadaran kolektif bahwa investasi bukan lagi sekadar alat untuk memperkaya diri, melainkan juga instrumen untuk menciptakan perubahan positif di masyarakat. Investor modern tidak lagi hanya melihat return on investment (ROI) dalam angka, tetapi juga bagaimana dana mereka berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan.

Modal dengan Tujuan untuk Perubahan Sosial

Nurhaida menekankan bahwa Indonesia memerlukan lebih dari sekadar modal biasa. Negara ini membutuhkan modal yang memiliki tujuan jelas untuk menjadi penggerak perubahan sosial. Modal yang bertujuan ini akan membantu mengatasi berbagai tantangan struktural yang dihadapi bangsa.

"Indonesia membutuhkan lebih dari sekadar modal. Indonesia membutuhkan modal yang memiliki tujuan untuk mampu menjadi penggerak perubahan," ujar Nurhaida.

Kebutuhan ini semakin relevan mengingat Indonesia menghadapi berbagai tantangan besar. Mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, pemberdayaan UMKM, transisi energi, hingga inklusi keuangan. Untuk mendukung pembiayaan berdampak, pasar modal Indonesia telah menyiapkan sejumlah instrumen. Green bond, sustainability bond, dan social bond menjadi contoh instrumen yang memungkinkan dana investor dialokasikan ke proyek-proyek yang memberikan manfaat sosial maupun lingkungan.

Pertumbuhan Pasar Modal Indonesia

Nurhaida juga menyoroti perkembangan positif dalam jumlah investor. Hingga 7 Agustus 2026, tercatat sekitar 30 juta investor di pasar modal Indonesia. Jumlah perusahaan tercatat pun telah melampaui 960 perusahaan dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp 11.000 triliun.

"Perkembangan ini menunjukkan bahwa pasar modal semakin dipercaya oleh masyarakat sebagai investor dan juga oleh dunia usaha yang membutuhkan pembiayaan," tambah Nurhaida.

Pertumbuhan ini tidak hanya kuantitatif, tetapi juga kualitatif. Semakin banyak investor yang memahami bahwa pasar modal dapat menjadi sarana untuk mencapai tujuan ganda: keuntungan finansial dan dampak sosial-lingkungan. Hal ini sejalan dengan tren global di mana investasi berkelanjutan menjadi arus utama.

Potensi Investasi Berdampak Rp 30 Triliun

Sementara itu, Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) Foundation mendorong pengembangan investasi berdampak melalui pasar modal. YCAB memperkirakan potensi produk investasi berdampak di Indonesia dapat mendekati Rp 30 triliun. Lisa Luhur-Schad, sebagai Chairwoman YCAB Foundation, menyatakan bahwa angka tersebut merupakan peluang bagi pasar modal untuk mendukung kegiatan sosial sekaligus memberikan manfaat investasi kepada masyarakat.

"Kami ingin mengajak pasar modal untuk bersama-sama membuka potensi besar Indonesia dalam mendukung kegiatan sosial melalui impact product yang dapat menjadikan Indonesia sebagai pemain terbesar di Asia Tenggara dengan nilai mendekati Rp30 triliun," kata Lisa.

Menurut Lisa, nilai Rp 30 triliun tersebut belum mencakup investasi berdampak lainnya yang berbentuk venture fund. YCAB telah memiliki pengalaman dalam mengembangkan produk investasi berdampak melalui kerja sama dengan Juara Capital. Dua tahun lalu, YCAB meluncurkan produk reksa dana bersama Juara Capital yang dinamakan Juara Empowerment Balance Fund. Produk ini menjadi salah satu tonggak penting YCAB dalam mengembangkan instrumen yang menghubungkan investasi dengan pemberdayaan masyarakat.

Ketangguhan Pasar Modal di Tengah Tantangan Global

Lisa menilai momentum penguatan pasar modal Indonesia menjadi peluang untuk kembali mendorong investasi berdampak. Ia menyatakan bahwa pasar modal Indonesia telah menunjukkan ketangguhan setelah menghadapi berbagai tekanan global.

"Di tengah berbagai ujian tersebut, pasar modal kita justru menunjukkan hal yang sangat positif yaitu resilience, ketangguhan. Dan syukurnya belakangan ini terus menunjukkan tren yang meningkat," ujarnya.

Frequently Asked Questions

Apa itu investasi berdampak? Investasi berdampak adalah penanaman modal yang bertujuan untuk menghasilkan keuntungan finansial sekaligus menciptakan dampak sosial atau lingkungan yang positif.

Berapa jumlah investor di pasar modal Indonesia hingga 2026? Hingga 7 Agustus 2026, tercatat sekitar 30 juta investor di pasar modal Indonesia.

Apa instrumen investasi berdampak yang tersedia? Instrumen yang tersedia antara lain green bond, sustainability bond, dan social bond yang memungkinkan dana dialokasikan ke proyek-proyek bermanfaat.

Berapa potensi investasi berdampak di Indonesia? YCAB Foundation memperkirakan potensi produk investasi berdampak di Indonesia dapat mendekati Rp 30 triliun.

Bagaimana posisi pasar modal Indonesia secara global? Pasar modal Indonesia menunjukkan ketangguhan dan tren peningkatan, dengan potensi menjadi pemain terbesar di Asia Tenggara dalam investasi berdampak.

Related Reading