beritaterbaik
Fast mobile article powered by Nexiamath-SEO AMP.
AMP Article

Airlangga Ungkap Skema Insentif 1 Juta Motor Listrik, 2 Merek Ini Masuk

Published Agustus 15, 2026 · Updated Agustus 15, 2026 · By beritaterbaik - beritaterbaik.com

Program Motor Listrik Nasional: Dua Merek Alva dan Gesits Masuk Skema Insentif

Beritaterbaik.com – Pemerintah Indonesia tengah menyelesaikan rancangan insentif untuk mendukung program pengadaan satu juta unit sepeda motor listrik. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengonfirmasi bahwa Kepala Negara Prabowo Subianto telah memberikan persetujuan resmi atas inisiatif nasional tersebut. Airlangga Ungkap Skema Insentif 1 Juta motor listrik yang akan diberikan kepada masyarakat melalui skema pembiayaan khusus.

"Skemanya sedang dimatangkan, tapi tadi Pak Presiden sudah menyetujui. Anggarannya sebetulnya sudah ada," ujar Airlangga dalam konferensi pers yang diselenggarakan pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Acara tersebut berlangsung di Kantor Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan. Hingga saat ini, rincian nominal anggaran belum diumumkan secara detail. Airlangga menjelaskan bahwa tim pemerintah masih melakukan perhitungan kebutuhan dana berdasarkan total kendaraan yang akan menerima bantuan. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

"Nanti kita lihat, karena nanti jumlahnya kita sedang hitung," tambahnya.

Dua Merek yang Dipilih untuk Program Ini

Dalam paparannya, Airlangga menyebutkan dua produsen lokal yang masuk dalam daftar pertimbangan program insentif tersebut. Pertama adalah Alva, dan kedua adalah Gesits. Kedua merek ini dinilai telah memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah. Pemilihan kedua merek ini didasarkan pada kemampuan produksi dan kualitas produk yang telah teruji di pasar.

"Untuk produknya, salah satunya Alva. Yang selanjutnya Gesits," jelas Airlangga.

Selain memilih merek, pemerintah juga memastikan bahwa ekosistem pendukung kendaraan listrik sudah siap. Hal ini mencakup ketersediaan baterai dan infrastruktur lainnya yang telah disiapkan sebelumnya. Kesiapan ekosistem ini menjadi kunci keberhasilan program motor listrik nasional.

"Pertama tentu mesti ada baterainya, kedua ekosistemnya yang kemarin sudah disiapkan," kata Airlangga.

Skema Pembiayaan dengan DP Nol Persen

Sebelumnya, Rosan Roeslani, Chief Executive Officer (CEO) Danantara, mengemukakan rencana penghapusan uang muka atau down payment (DP) untuk kredit motor listrik nasional. Program ini akan dijalankan melalui bank-bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Langkah ini sejalan dengan komitmen Airlangga Ungkap Skema Insentif 1 Juta motor listrik yang dapat diakses oleh masyarakat luas.

Rosan menjelaskan bahwa selama ini syarat DP berkisar sekitar sepuluh persen. Dengan kebijakan baru, angka tersebut akan dipangkas bahkan dihilangkan sepenuhnya. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap kendaraan listrik. Selain itu, tenor cicilan juga akan diperpanjang untuk meringankan beban konsumen.

"Kita akan coba reduce (pangkas), bahkan kita coba hilangkan. Dengan begitu, minat masyarakat membeli motor listrik bisa meningkat cepat dan kita bisa mengakselerasi produksi motor listrik nasional," kata Rosan dalam acara Peluncuran Motor Listrik Nasional di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Di samping penghapusan DP, Danantara bersama jaringan perbankan dan lembaga keuangan di bawah naungannya juga menyiapkan skema pendanaan dengan suku bunga lebih rendah serta tenor cicilan yang lebih panjang. Skema ini dirancang untuk membuat motor listrik semakin terjangkau bagi masyarakat Indonesia.

Komitmen Presiden Prabowo untuk Molinas

Presiden Prabowo Subianto menegaskan tekad pemerintah untuk mempermudah akses masyarakat memiliki Motor Listrik Nasional (Molinas). Ia siap menurunkan bunga cicilan sekaligus menghapus aturan uang muka. Komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mendorong transisi energi menuju kendaraan ramah lingkungan.

"Bunga cicilan kita turunkan untuk rakyat! Kemudian kita usahakan tidak pakai DP," tegas Prabowo saat meresmikan ekosistem Molinas di fasilitas produksi PT Ilectra Motor Group (ALVA).

Prabowo berseloroh bahwa kebijakan ini mungkin kurang disukai Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di awal, namun pada akhirnya akan berdampak positif bagi perekonomian. Ia juga menekankan bahwa program ini akan menciptakan lapangan kerja baru di sektor manufaktur kendaraan listrik.

"Tadi kita bicarakan, Menteri Keuangan mungkin tidak terlalu suka di awal, tapi ujung-ujungnya akan suka juga," ujar Prabowo.

Hemat Biaya Operasional Hingga 70 Persen

Prabowo menjelaskan bahwa penggunaan motor listrik mampu menghemat biaya operasional harian masyarakat secara signifikan dibandingkan motor berbahan bakar minyak (BBM). Penghematan ini menjadi salah satu daya tarik utama program motor listrik nasional. Selain itu, perawatan motor listrik juga lebih murah karena tidak memerlukan penggantian oli secara rutin.

"Perhitungan kita, penghematannya minimal 50% dari pengeluaran harian, bahkan bisa mencapai 70%," jelasnya.

Menutup arahannya, Prabowo meminta Danantara mendukung penuh ekosistem motor listrik nasional sebagai wujud kolaborasi Indonesia Incorporated. Ia juga berharap program ini dapat menjadi model bagi pengembangan industri kendaraan listrik di masa depan.

"Keberhasilan suatu bangsa di era modern adalah kemampuannya menguasai sains dan teknologi untuk melangsungkan kehidupan bangsanya," pungkas Prabowo.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Skema Insentif Motor Listrik

Kapan program insentif motor listrik resmi diluncurkan? Program ini dijadwalkan akan resmi diluncurkan pada akhir tahun 2026 setelah semua persiapan administratif selesai.

Apakah semua merek motor listrik bisa mendapatkan insentif? Tidak, saat ini hanya dua merek yaitu Alva dan Gesits yang masuk dalam daftar prioritas program insentif.

Berapa besar nilai insentif yang akan diberikan? Nilai insentif masih dalam tahap perhitungan, namun pemerintah menargetkan bantuan untuk satu juta unit motor listrik.

Bagaimana cara masyarakat mendapatkan insentif ini? Masyarakat dapat mengakses insentif melalui bank-bank BUMN yang telah ditunjuk oleh pemerintah dengan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Related Reading