5 Nasihat Orang Tua yang Malah Bisa Hambat Karier, Ini Kata Ahli
5 Saran Keluarga yang Justru Menghambat Kemajuan Karier, Menurut Pakar
Beritaterbaik.com – Banyak ajaran dari keluarga, terutama orang tua, yang bersifat positif seperti "bersikap jujur" dan "perlakukan orang lain dengan baik." Namun, penulis buku Managing Up sekaligus pelatih eksekutif untuk Google, Amazon, dan NATO, Melody Wilding, berpendapat bahwa saran karier yang ditanamkan sejak kecil justru dapat menghambat kesuksesan.
Melansir CNBC MakeIt, Kamis (13/8/2026), Wilding mengatakan bahwa "peraturan" tersebut sebenarnya tidak bermaksud buruk dan merupakan cerminan dari dunia kerja masa lalu yang mementingkan loyalitas. Namun, ia berpendapat aturan itu sudah tidak relevan lagi saat ini.
Berikut lima saran masa kecil yang dapat menghambat kesuksesan karier beserta cara mengubahnya:
1. Terlalu Rendah Hati
Sikap rendah hati itu penting dalam batas tertentu. Tidak ada yang ingin bekerja dengan orang yang selalu mengklaim semua prestasi sebagai miliknya. Namun, jika terlalu rendah hati, Anda berisiko menjadi tidak terlihat sama sekali. Meski telah berkontribusi besar, Anda mungkin terbiasa mengucapkan "Itu hasil kerja sama tim." Menceritakan keberhasilan juga mungkin terasa seperti menyombongkan diri.
Padahal, pimpinan perusahaan tidak dapat membaca pikiran. Mereka akan memilih orang yang keberhasilannya terlihat jelas dan berani berbicara tegas mengenai keinginannya untuk memimpin suatu proyek.
Solusi: Saat berbicara dengan atasan, tanyakan rencana mereka pada kuartal berikutnya. Lalu, tawarkan diri untuk membantu, misalnya dengan memimpin rapat atau menyusun proposal. Langkah ini menguntungkan kedua belah pihak: menyelesaikan masalah atasan sekaligus meningkatkan visibilitas Anda.
2. Bersyukur Tanpa Batas
Ungkapan seperti "Bersyukur saja sudah punya pekerjaan" atau "Kamu beruntung berada di posisi itu" tentu sering terdengar. Saat pemutusan hubungan kerja (PHK) marak terjadi, nasihat ini mungkin terasa sepenuhnya benar. Namun, pandangan ini bisa membuat standar pribadi anjlok.
Anda bisa saja menerima begitu saja posisi yang rendah atau gaji kecil karena takut dianggap serakah jika meminta lebih—sementara rekan yang kurang berpengalaman justru mendapat kompensasi lebih tinggi. Anda juga berisiko bertahan di pekerjaan yang tidak disukai hanya karena rasa takut.
Rasa syukur dan keberanian menyuarakan hak dapat berjalan berdampingan. Setiap orang berhak mendapatkan kompensasi yang sesuai dengan nilai tambah yang mereka berikan.
Solusi: Berhentilah menjelaskan pekerjaan hanya berdasarkan daftar tugas, lalu fokuslah pada hasil. Sampaikan pencapaian yang telah diraih bersamaan dengan ungkapan terima kasih atas kesempatan yang diberikan.
3. Menghindari Konflik Secara Berlebihan
Orang tua mungkin sering menyarankan hal ini untuk menghindari konflik dan memastikan anaknya menjalin hubungan baik dengan rekan kerja. Namun, sikap ini bisa berujung pada people-pleasing, di mana pendapat pribadi dikesampingkan demi menjaga kenyamanan orang lain.
Masalahnya, semakin lama Anda diam, ide atau perilaku yang buruk akan semakin mengakar. Sikap yang terlalu mudah setuju juga dapat dinilai oleh pengambil keputusan sebagai bentuk kurangnya keyakinan, sehingga menghambat peluang promosi.
Percakapan yang sulit justru menjadi sarana membangun kredibilitas. Orang akan menghormati mereka yang mampu menyampaikan ketidaksetujuan terhadap suatu gagasan tanpa menjadikannya masalah pribadi.
Solusi: Pelajari cara menyampaikan pendapat secara diplomatis tanpa merusak hubungan kerja.
4. Hanya Mengandalkan Keahlian Teknis
Keterampilan teknis memang penting, tetapi bakat saja tidak cukup untuk membedakan Anda dari rekan kerja lainnya. Para pekerja berprestasi paham bahwa keahlian harus dipadukan dengan kecerdasan politik.
Pertimbangkan hal ini: Siapa saja yang memahami pekerjaan saya, dan seberapa besar kepercayaan mereka terhadap saya?
Solusi: Ubah rekan kerja yang bersikap netral menjadi sekutu yang peduli pada perkembangan karier Anda. Alih-alih memaksakan gagasan secara gegabah, mintalah masukan dari pengambil keputusan kunci untuk menyempurnakannya—seperti mengisi survei, memberi masukan pada draf rencana, atau mengenalkan Anda kepada pihak lain. Mereka akan merasa lebih memiliki hasil akhir tersebut dan turut mendukung kemajuan yang Anda buat.
5. Kemandirian Berlebihan
Jika keyakinan bahwa kemandirian adalah kunci bertahan hidup telah menumbuhkan inisiatif, Anda kemungkinan besar adalah sosok yang cerdik dan bertanggung jawab. Namun, jika keyakinan tersebut memicu anggapan bahwa meminta bantuan adalah tanda kelemahan, Anda akan kelelahan karena menanggung semuanya sendirian.
Kemandirian berlebih juga dapat mengancam pertumbuhan karier karena atasan ragu mempromosikan seseorang yang tidak pernah menunjukkan kebutuhan akan dukungan atau kolaborasi.
Solusi: Jangan takut untuk meminta bantuan ketika diperlukan. Tunjukkan bahwa Anda mampu bekerja sama dan terbuka terhadap masukan dari orang lain.
Related Reading
Frequently Asked Questions
What is 5 Nasihat Orang Tua yang Malah?5 Nasihat Orang Tua yang Malah is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.
Why does 5 Nasihat Orang Tua yang Malah matter?5 Nasihat Orang Tua yang Malah matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.